Semangat Toleransi Harus Diberikan ke Kelompok Rentan Intoleransi
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Semangat Toleransi Harus Diberikan ke Kelompok Rentan Intoleransi

Rabu, 8 Januari 2020 | 22:30 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti senior dari Wahid Foundation Alamsyah M Djafar mengatakan, dalam menyemarakkan semangat toleransi dan antiradikalisme, seharusnya diprioritaskan pada kelompok yang rentan terpapar intoleransi agar tidak terjerumus lebih jauh.

"Jadi, kalau kaitannya dengan toleransi dan intoleransi harus ada prioritas yang menyasar kelompok-kelompok yang rentan terpapar intoleransi. Misalnya, yang tepapar kelompok-kelompok kelas menengah yang memiliki pilihan politik tertentu, kemudian kita sering mendapatkan informasi yang berisi kebencian dan lain sebagainya,” ujar Alamsyah, Rabu (8/1/2019).

Pada 2019, bangsa Indonesia berhasil melewati tantangan kebangsaan melalui proses kontestansi demokrasi. Pada tahun politik dengan ragam dinamika persoalan yang menguak emosi dan persinggungan identitas di ruang publik.

Untuk itulah, pada tahun ini bangsa Indonesia harus keluar dari lubang intoleransi, sekat primordial, dan ujaran kebencian demi merekatkan kembali persaudaraan antarwarga bangsa ini.

Selain itu, menurut Alamsyah, menyampaikan narasi alternatif tentang toleransi, perdamaian, dan antiradikalisme kepada kalangan masyarakat juga sangat penting demi memperkuat persaudaraan antarwarga Indonesia.

Selanjutnya, tinggal menentukan siapa mereka dan bagaimana media yang tepat untuk menyasar kelompok-kelompok yang rentan ini.

Misalnya, kepada kelompok ormas yang menggunakan cara-cara kekerasan, atau bisa jadi penyampaian narasinya adalah bisa dilakukan oleh para mantan pelaku yang sudah tidak lagi tergabung dengan kelompok "keras" tersebut.

Menurut pria yang pernah menjadi program manager Wahid Foundation ini, penyampaian narasi toleransi, perdamaian, dan antiradikalisme juga bisa dilakukan oleh para tokoh, baik itu tokoh bangsa, tokoh masyarakat, maupun tokoh agama yang selama ini telah menjadi panutan masyarakat.

Apalagi, jika para tokoh tersebut memiliki media sosial (medsos) dan sering memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk mengajak bertoleransi.

"Jadi, masyarakat bisa mendapatkan narasi toleransi dan perdamaian dari tokoh-tokoh panutannya. Jika tidak dapat bertemu dari tokoh tersebut, saya kira bisa melalui media sosial yang mana mereka bisa langsung mengaksesnya," kata Alamsyah.

Apalagi, lanjut dia, kalau tokoh yang menjadi panutan tersebut sering memberikan narasi perdamaian melalui media sosial dan memiliki banyak follower.

Selama ini, pihaknya bersama dengan sekolah-sekolah negeri telah mengembangkan "sekolah damai" sebagai upaya untuk mendukung penguatan toleransi di sekolah-sekolah.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Human Initiative Gelar Apel Siaga Bencana 2020

Human Initiative mendorong edukasi mengenai kesiapsiaagaan bencana hidrometeorologi nasional.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Lewat France Track, Kuliah di Prancis Semakin Mudah

Pembelajaran akan dimulai pada Juli 2020 dan pada tahun pertama France Track hanya akan menerima 45 siswa dari seluruh Indonesia.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Konflik Rumah Tangga Diduga Jadi Motif Pembunuhan Hakim Jamaluddin

"Motif pembunuhan masih terus didalami oleh penyidik," ujar Martuani Sormin.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Ini Kronologi Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Selama perjalanan, Reza melihat ada jurang. Jefri kemudian menghentikan mobil. Mereka kemudian membuang mobil korban dalam kondisi mesin menyala.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Ketua KPU Belum Tahu Pidana yang Disangkakan ke Wahyu Setiawan

Arief Budiman mengakui belum mengetahui tindak pidana yang diduga dilakukan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan yang terkena OTT, Rabu (8/1/2020).

NASIONAL | 8 Januari 2020

Anggota Komisi III: OTT Komisioner KPU Bukti KPK Tetap Garang

Dirinya juga meyakini, dengan dukungan masyarakat luas KPK akan tetap menjadi lembaga pemberantas korupsi seperti yang diharapkan masyarakat.

NASIONAL | 8 Januari 2020

OTT Komisioner KPU, KPK Tangkap 4 Orang Lain

Dalam OTT yang dilakukan KPK, Rabu (8/1/2020), Komisioner KPU Wahyu Setiawan ditangkap bersama tiga orang lainnya.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Korban Banjir Terisolasi, PMI Kerahkan Helikopter Salurkan Bantuan

PMI mendistribusikan bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan pangan korban banjir.

NASIONAL | 8 Januari 2020

Mobil Ini Diparkir Selama Empat Tahun di Bandara Ngurah Rai

Satu unit mobil BMW bernomor polisi DK 118 AV tercatat terparkir selama empat tahun di kawasan parkir mobil Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai.

NASIONAL | 8 Januari 2020

KPU Pastikan OTT Komisioner KPU Tak Ganggu Pilkada 2020

Ketua KPU memastikan penangkapan Komisioner KPU Wahyu Setiawan tidak akan menganggu Pilkada Serentak 2020.

NASIONAL | 8 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS