Kolaborasi Gerakan Pemberantasan Korupsi Harus Diperkuat

Kolaborasi Gerakan Pemberantasan Korupsi Harus Diperkuat

Kamis, 16 Januari 2020 | 20:45 WIB
Oleh : Bernadus Wijayaka / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Semangat memberantas korupsi tidak boleh kendur. Para pegiat antikorupsi harus terus memperkuat jejaring di berbagai elemen masyarakat. Selanjutnya memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan wakil-wakil legislatif yang memiliki kesamaan nilai.

“Korupsi menjadi musuh bersama sehingga kolaborasi mutlak dibutuhkan. Dalam hal ini perempuan harus mengambil bagian secara aktif karena akan menjadi pihak yang paling rentan terkena dampak korupsi. Pada dasarnya kita semua akan terkena dampaknya bila korupsi terus merajalela,” kata Anita Wahid, pegiat Perempuan Indonesia Antikorupsi (PIA), dalam keterangan tertulis, Kamis (16/1/2020).

Gerakan kolaborasi juga diharapkan datang dari kelompok muda yang akan menentukan masa depan Indonesia. Selain semangat dan idealisme tinggi yang mereka miliki, kaum muda Indonesia saat ini juga saling terhubung dengan lebih mudah melalui berbagai sarana komunikasi.

“Anak muda harus ikut mengawal pemberantasan korupsi, agar di hari tua nanti kita punya kesempatan untuk melihat Indonesia yang makmur dan sejahtera,” ujar William Aditya Sarana, anggota DPRD DKI yang masuk golongan anak muda.

Relevansi, kepedulian, dan komitmen generasi muda terhadap keberlangsungan pemberantasan korupsi harus didengar dan terus membesar. Langkah ini memerlukan stamina, keberlanjutan gerakan, dan konsistensi komitmen. Hal ini sangat penting karena akan banyak tantangan dan gangguan sepanjang perjalanan. “Politik akan selalu dinamis karena harus berkompromi, tetapi nilai-nilai antikorupsi pantang dikompromikan,” tegas William.

Dihubungi terpisah, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Ade Iva Murti mengatakan, nilai-nilai antikorupsi harus ditanamkan sejak awal oleh keluarga.

“Jangan sampai kita memikirkan bagaimana cara memberantas korupsi, tetapi kita tidak tahu apa yang ditanamkan pada anak supaya di masa depan mereka tidak tergoda untuk melakukannya,” katanya.

Penelitian yang dilakukan Ade Iva dan teman-temannya pada 2015-2016 memperlihatkan bahwa keluarga sangat berperan membentuk karakter berintegritas pada diri anak, dimulai dari penanaman nilai kejujuran, kedisiplinan, kesederhanaan dan tanggung jawab. Itu sebab pentingnya merangkul berbagai pihak, termasuk anak balita, remaja sampai mereka dewasa, dalam berkolaborasi membersihkan negeri kita dari korupsi.

Bvitri Susanti, ahli hukum tata negara yang juga aktivis PIA memandang perlunya evaluasi terhadap upaya pemberantasan korupsi, tetapi tidak dengan melakukan lompatan logika untuk langsung menyasar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara kelembagaan. Semua lembaga terkait, termasuk kepolisian, kejaksaan, dan peradilan, serta seluruh peraturan soal korupsi, harus dilihat secara keseluruhan.

“Banyak yang harus dibenahi untuk membuat pemberantasan korupsi efektif. Misalnya membuat UU Penyadapan sesuai dengan perintah UU Mahkamah Konstitusi, atau membenahi Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) atau UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) agar sesuai dengan Konvensi PBB tentang Pemberantasan Korupsi,” ujar Bvitri.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Masinton Harap Oknum Pembocor Dokumen Internal KPK Diusut

Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang dikerjakan oleh KPK jangan sampai disalahgunakan oleh pihak-pihak dan media tertentu

NASIONAL | 16 Januari 2020

Dirut Asabri: Dana Asuransi yang Dikelola Aman, Tidak Dikorupsi

Dana yang dikelola Asabri aman dan tidak dikorupsi

NASIONAL | 16 Januari 2020

Tim Hukum PDIP Beberkan Dosa Oknum Penyidik ke Dewan Pengawas KPK

Ada orang yang mengaku dari KPK bahwa mereka punya surat tugas untuk penggeledahan tetapi ketika diminta untuk dilihat, mereka hanya mengibas-ngibas.

NASIONAL | 16 Januari 2020

Skema Berubah, Penyaluran Dana BOS Diminta Lebih Transparan

Kini, dana BOS dari pemerintah pusat yakni Kementerian Keuangan (Kemkeu) langsung disalurkan kepada sekolah.

NASIONAL | 16 Januari 2020

Ketum PAN Zulkifli Hasan Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Zulkifli Hasan mangkir atau tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (16/1/2020).

NASIONAL | 16 Januari 2020

Pakar Sebut Kasus Wahyu Setiawan Mengarah Penipuan

Wahyu menjanjikan sesuatu hal yang tidak dapat dipenuhinya.

NASIONAL | 16 Januari 2020

Penanganan Banjir, Bappenas Dorong Kerja Sama Lintas Sektor

Badan kerja sama Pemda Jabodetabek-Puncur harus jadi ujung tombak penanganan banjir.

NASIONAL | 16 Januari 2020

BMKG: Curah Hujan Berkurang, Waspadai Hujan Lokal

Tetap perlu diwaspadai potensi hujan sedang dan lebat di beberapa wilayah yang bersifat lokal.

NASIONAL | 16 Januari 2020

Kawasan Industri Jababeka Raih Proper Hijau

Jababeka menjadi satu-satunya kawasan industri yang berhasil mendapatkan Proper Hijau.

NASIONAL | 16 Januari 2020

Kasus Asabri, Polri: Masih Diselidiki

Mabes Polri masih menyelidiki dugaan korupsi yang terjadi pada PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

NASIONAL | 16 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS