Cegah Covid-19, Ormas Islam Diharapkan Proaktif Imbau Ibadah di Rumah
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Cegah Covid-19, Ormas Islam Diharapkan Proaktif Imbau Ibadah di Rumah

Sabtu, 16 Mei 2020 | 15:38 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Sekretaris Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdul Moqsith Ghazali mengharapkan ormas-ormas Islam, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah proaktif mengimbau masyarakat agar ibadah di rumah. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Agar corona tidak terus menyebar ke tempat-tempat lain. Jadi harus dipahami bahwa yang dilarang itu bukan Jumatan atau salat Jumat dan juga salat Ied-nya, tetapi perkumpulannya itu yang dilarang dan saya kira itu berguna. Jadi beribadah dari rumah itu tidak mengurangi kekhusyukan kita, malah menjadikan rumah sebagai ruang ibadah privat kita kepada Allah,” ucap doktor di bidang Tafsir Alquran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu (16/5/2020).

Kiai Moqsith menyebutkan, Nabi Muhammad di dalam Alquran mengatakan, "Jangan jadikan rumahmu itu seperti kuburan, yang tidak dipakai untuk salat, tidak dipakai untuk baca Quran, tidak dipakai untuk mendidik anak-anak, tidak dijadikan sebagai keluarga sakinah mawadah warohmah".

“Jadi Covid-19 ini memberikan efek positif juga untuk menghidupkan keluarga kita. Kalau keluarga kita menjadi keluarga yang baik, maka lingkungan kita juga dapat menjadi lingkungan yang baik, mulai di tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi lalu seluruh rakyat Indonesia. Jadi dimulai dari yang paling kecil hingga besar ini,” ucap lulusan pascasarjana di bidang Tasawuf Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) tersebut juga menyampaikan, pada bulan Ramadan ini ada kewajiban untuk membayar zakat fitrah, di samping juga bagi orang yang memenuhi syarat untuk mengeluarkan zakat mal.

“Zakat fitrah, kita tahu itu diperuntukkan buat mereka yang tidak punya, yang dikeluarkan menurut mazhab Syafii adalah berupa makanan pokok. Di mana makanan pokok kita di Indonesia adalah beras, yang di Timur Tengah pada zaman Nabi mengeluarkan gandum. Zakat fitrah itu kita salurkan kepada yang tidak mampu. Dengan cara begitu maka kemudian kepedulian itu bisa dibangun,” ujar peneliti di Wahid Institut Jakarta itu.

Selain itu, sebagai upaya menjaga perdamaian di tengah pandemi ini, Kiai Moqsith menuturkan, masyarakat harus bisa mengendalikan diri untuk tidak menyebarkan hoax. Jangan sampai nanti orang meninggal bukan karena virus corona, tetapi karena ketakutan terhadap hoax yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

”Jadi jangan saling menyalahkan, jangan memprovokasi dan juga terprovokasi, karena hal itu bisa menimbulkan ketidaktenteraman, yang bisa berujung pada kekerasan dan anarki sehingga tidak ada perdamaian,” kata alumnus pondok Pesantren Salafiyah al-Shafi-’iyyah, Situbondo, Jawa Timur, itu.

Menurut dia, setiap orang justru harus saling bantu membantu untuk menghentikan persebaran Covid-19 ini. Provokasi dan hoax ataupun hal-hal yang tidak produktif hanya akan memperburuk keadaan bangsa ini.

Ia mengatakan, tidak ada pilihan lain bagi seluruh rakyat Indonesia dan penduduk dunia untuk saling bergotong-royong, bahu-membahu membantu satu sama lain dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

“Jadi yang punya uang bisa membantu dengan uang. Yang punya ilmu seperti tenaga medis bisa membantu dengan ilmunya. Yang punya kemampuan di bidang agama harus bisa mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perkumpulan-perkumpulan yang menyebabkan tersebarnya virus itu,” ujarnya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

BP2MI: Pekerja Migran Harus Dilindungi dari Perdagangan Manusia

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menyatakan tata kelola penanganan pekerja migran memang masih lemah.

NASIONAL | 16 Mei 2020

KPPPA: Kekerasan kepada Anak Meningkat di Masa Pandemi Covid-19

Sebanyak 368 kasus kekerasan dialami 407 anak selama dalam tiga minggu terakhir dalam tiga minggu terakhir.

NASIONAL | 16 Mei 2020

Pemkab Lebong Segera Salurkan 10.000 Paket Sembako

Paket sembako dari dana APBD Lebong ini, berisi 10 kg dan 1 dus mi instan tersebut, akan disalurkan kepada 10.000 KK warga terdampak wabah virus corona.

NASIONAL | 16 Mei 2020

Gubernur Khofifah Minta BLT Tidak Dibelikan Baju Lebaran

Gubernur Khofifah menyaksikan secara langsung penyerahan BLT DD di Desa Bunder ini melalui video konferensi dari Gedung Grahadi di Surabaya.

NASIONAL | 16 Mei 2020

Tim SAR Masih Cari Empat Warga Sabu Raijua yang Hilang di Laut

Kondisi angin kencang dan gelombang tinggi.

NASIONAL | 15 Mei 2020

Bandara Ahmad Yani Semarang Sepi Meski Ada Extra Flight

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memantau langsung kondisi Bandara Ahmad Yani yang lengang.

NASIONAL | 16 Mei 2020

Pospol Paniai Diserang, Satu Anggota Polri Kritis

Jarak Polres Paniai dengan lokasi pospol harus ditempuh dengan helikopter.

NASIONAL | 16 Mei 2020

Muhadjir Effendy: Protokol Kesehatan Bandara Soekarno Hatta Sudah Berjalan Baik

“Semua sudah berjalan dengan baik, saya berharap ini berlangsung terus ke depannya,” ujar Muhadjir Effendy usai meninjau Terminal 2.

NASIONAL | 16 Mei 2020

Istana: Angka Iuran BPJS Kesehatan di Perpres No 64/2020, Opsi Terbaik

Sebelum menetapkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan pemerintah telah menerima masukan dari banyak pihak.

NASIONAL | 16 Mei 2020

Dinkes Bengkulu: Warga Belum Mentaati Protokol Kesehatan

Sampai Kamis (14/5/2020) masih ada 742 sampel swab yang hasilnya belum diterima dari laboratorium.

NASIONAL | 14 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS