Pemerintah Diminta Fokus Selesaikan Pandemi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 450.793 (0.82)   |   COMPOSITE 5144.05 (2.34)   |   DBX 982.653 (1.35)   |   I-GRADE 141.194 (0.51)   |   IDX30 430.883 (1.02)   |   IDX80 114.327 (0.12)   |   IDXBUMN20 295.098 (0.84)   |   IDXG30 119.385 (0.12)   |   IDXHIDIV20 382.257 (0.98)   |   IDXQ30 125.574 (0.22)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.24)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-0.17)   |   IDXV30 107.621 (-0.35)   |   INFOBANK15 842.759 (2.69)   |   Investor33 376.322 (0.65)   |   ISSI 151.265 (-0.16)   |   JII 550.5 (-0.65)   |   JII70 187.95 (-0.16)   |   KOMPAS100 1026.39 (0.94)   |   LQ45 794.213 (1.31)   |   MBX 1420.94 (0.45)   |   MNC36 281.737 (0.46)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.52)   |   SMInfra18 242.709 (-0.66)   |   SRI-KEHATI 318.969 (0.66)   |  

Pemerintah Diminta Fokus Selesaikan Pandemi Covid-19

Sabtu, 6 Juni 2020 | 17:23 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri berharap pemerintah fokus menyelesaikan masalah pandemi Covid-19, agar masyarakat dapat beraktivitas dan ekonomi pulih.

“Pandemi harus diatasi agar ekonomi dapat kembali berjalan. Sekarang sudah mulai terjadi, ekonomi setop dan bisnis tidak bisa beroperasi,” kata Chatib saat menjadi pembicara pada webinar bertajuk Ensight - New (Energy) Normal: How Pandemic Reshapes Indonesia's Energy Sector di Jakarta, Sabtu (6/6/2020).

Webinar yang dibuka Ketua Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) Filda Yusgiantoro, juga menghadirkan pembicara mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Di sisi lain, Chatib menilai, stimulus fiskal yang diberikan pemerintah sebesar 6,3% dari produk domestik bruto (PDB) masih jauh dari harapan. Sebab, dibandingkan negara-negara lain, seperti Amerika Serikat, Singapura, dan Australia nilainya mencapai 10% dari PDB.

“Stimulus fiskal, pemerintah telah mengumumkan sebesar 6,3%. Menurut saya, tema fiskal tahun ini Whatever It Takes,” kata Chatib

Ia mengatakan, rendahnya stimulus yang diberikan pemerintah akan berdampak serius bagi pertumbuhan ekonomi dan defisit dalam APBN.

“Saya dari awal sudah mengatakan bahwa defisit tidak mungkin di 5%, mungkin ke 7-8%. Sekarang sudah bergerak di 6,3%,” kata dia.

Saat ini, lanjut Chatib, yang terjadi adalah aktivitas ekonomi diminta berhenti. Sebab menurut pakar epidemiologi cara terbaik untuk mengatasi wabah Covid-19 adalah tinggal di rumah.

Lockdown dan social distances mengakibatkan pasar tidak eksis. Ini adalah by design. Perlindungan sosial harus diberikan karena pemerintah meminta masyarakat tinggal di rumah. Jadi, pandemi harus diatasi agar ekonomi jalan,” ujarnya.

Menurut Chatib, sejak berkecimpung di pemerintahan pada 2008, telah mengalami sejumlah krisis. Sebagai perbandingan pada 2013, juga ada kasus taper tantrum, di mana nilai tukar rupiah drop dan capital outflow dari emerging market.

"Ada perbedaan yang besar sekali antara krisis Covid-19 dengan apa yang terjadi pada 2008 dan 2013," katanya.

Disebutkan, pada 2008 krisisnya berawal dari subprime mortgage dari Amerika Serikat (AS), yang kemudian berpengaruh kepada volume perdagangan global. Akibatnya, dari segi eksternal permintaan global kolaps.

Saat itu, lanjutnya, yang dilakukan pemerintah di Indonesia adalah mengalihkan permintaan dari eksternal kepada domestik. Diberlakukan stimulus fiskal dan menurunkan suku bunga perbankan.

"Intinya mendorong ekonomi domestik. Akibatnya, ekonomi Indonesia bisa tumbuh 4,6% pada 2008, nomor dua tertinggi setelah Tiongkok pada waktu itu," jelas Chatib.

Selanjutnya dikatakan, pada 2013 ekonomi Indonesia terbelenggu masalah setelah The Fed menarik kembali uangnya sehingga nilai tukar rupiah jatuh dan terjadi masalah pada current account deficit.

Pada saat itu, karena ada masalah current account deficit berarti ada kelebihan permintaan. Permintaan domestiknya jauh lebih besar dari kapasitas domestik, akibatnya impornya meledak.

"Yang dilakukan pemerintah saat itu adalah menaikkan harga bahan bakar minyak, supaya permintaan mengalami penurunan, termasuk untuk permintaan minyak pada waktu itu, kemudian tingkat bunga dinaikkan supaya investasi turun, dan rupiah dilepas. Dalam waktu tujuh bulan taper tantrum bisa diatasi. Tahun 2018 mirip dengan taper tantrum," jelas Chatib.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 3 Tewas

Sebuah helikopter milik Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) jatuh dan terbakar, di Kendal, Sabtu (6/6/2020) sekitar pukul 14.30 WIB.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Update Covid-19 di Bengkulu, 12 Pasien Dinyatakan Sembuh

Jumlah pasien sembuh Covid-19 di Bengkulu terus bertambah.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Jumlah Spesimen Covid-19 Diperiksa Hari Ini Capai 13.095

Jumlah spesimen yang diperiksa hari ini 13.095. Dengan demikian jumlah spesimen yang yang selesai diperiksa kumulatif sampai Sabtu (6/6/2020) mencapai 394.068.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Surabaya Pasang Rambu Wajib Pakai Masker di Sejumlah Titik

Pemasangan rambu tersebut dilakukan dalam upaya meningkatkan kesadaran warga menjalankan protokol pencegahan penularan Covid-19.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Pertambahan Kasus Positif Covid-19 di Jatim Tetap Tertinggi

Jumlah pertambahan kasus positif Covid-19 dalam sehari di Jawa Timur (Jatim) masih tetap tertinggi di Indonesia yakni 286.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Penambahan Kasus Positif Covid-19 Torehkan Rekor Baru 993

Penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia dalam 24 jam hari ini Sabtu (6/6/2020) mencapai jumlah tertinggi yakni 993.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Masa Transisi Menuju Normal Baru di Malang Raya Diperpanjang

Malang Raya memperpanjang masa transisi menuju normal baru hingga 7 Juni 2020.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Makassar Canangkan Hidup Sehat-Produktif dengan Interaksi Terbatas

Untuk memutus penyebaran Covid-19, Pemkot Makassar canangkan hidup sehat dan produktif dengan menerapkan interaksi terbatas dan imunitas tinggi.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Metode Mindfulness Atasi Kecemasan Normal Baru

Kecemasan menghadapi normal baru atau new normal bisa diatasi dengan menerapkan metode "Mindfulness".

NASIONAL | 6 Juni 2020

Freeport Temukan Satu Spesies Tumbuhan Baru di Papua

Penemuan species baru ini menjadi penemuan tanaman ke-29 PTFI dalam 23 tahun terakhir, dan sukses menambah khasanah keanekaragaman hayati Indonesia.

NASIONAL | 6 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS