Ketua MUI: Radikalisme Menyimpang dari Islam
INDEX

BISNIS-27 426.538 (5.61)   |   COMPOSITE 4842.76 (54.96)   |   DBX 923.5 (5.37)   |   I-GRADE 127.867 (1.68)   |   IDX30 404.318 (5.75)   |   IDX80 105.647 (1.51)   |   IDXBUMN20 263.312 (5.8)   |   IDXG30 113.239 (1.52)   |   IDXHIDIV20 361.834 (4.64)   |   IDXQ30 118.461 (1.6)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.07)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (2.91)   |   IDXV30 99.778 (1.6)   |   INFOBANK15 760.318 (13.68)   |   Investor33 353.585 (5.25)   |   ISSI 142.238 (1.32)   |   JII 514.346 (4.67)   |   JII70 174.038 (2.04)   |   KOMPAS100 945.162 (13.68)   |   LQ45 740.002 (10.15)   |   MBX 1338.07 (16.63)   |   MNC36 264.409 (3.62)   |   PEFINDO25 251.635 (4.64)   |   SMInfra18 228.656 (2.51)   |   SRI-KEHATI 297.818 (4.52)   |  

Ketua MUI: Radikalisme Menyimpang dari Islam

Jumat, 19 Juni 2020 | 22:31 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Bidang Kerukunan Antar-Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Yusnar Yusuf Rangkuti mengatakan, paham radikal dan terorisme adalah sesuatu ajaran pemikiran menyimpang dari paham yang sebenarnya tentang Islam itu sendiri.

Adanya pemikiran yang menyimpang dari agama Islam itu dikarenakan memahami ajaran Islam yang tidak sempurna dan tidak mendalam.

“Kemudian memandang orang lain itu tidak sesuai dengan pandangan dia. Inilah yang kemudian menjadi paham radikal," ujar KH Yusnar Yusuf Rangkuti dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/6/2020).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah ini menyampaikan, salah satu cara untuk membendung penyebaran radikalisme adalah melalui dakwah tanpa henti guna meluruskan pandangan yang melenceng tersebut.

“Sehingga masyarakat memiliki paham yang benar bahwa Islam itu adalah agama yang rahmatan lil alamin (rahmat semesta alam) dan tidak mengajarkan kekerasan ataupun melakukan aksi terorisme,” tutur pria kelahiran Medan, 25 Maret 1955 itu.

Pria yang juga Imam Besar Masjid Raya Telaga Kahuripan Bogor ini mengungkapkan, sebenarnya perbedaan pendapat di dalam Islam adalah suatu hal yang biasa. Contohnya mengenai adanya kebijakan yang mengatakan boleh salat Jumat beberapa gelombang saat pandemi Covid-19.

“Ada yang mengatakan boleh dilakukan bergelombang, berganti-gantian sebagai upaya untuk mencegah peyenbaran virus corona. Ini juga sempat menjadi pertentangan di media. Namun, ya silakan saja salat Jumat sesuai yang ditetapkan, kan itu hanya sementara saja yang tujuannya baik untuk mencegah penyebaran virus,” kata Yusnar, yang juga Wakil Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) tersebut.

Yusnar mengatakan, perlunya moderasi beragama untuk menanamkan sikap toleransi keberagaman kepada masyarakat.

Menurut dia, sebenarnya imunitas terhadap paham radikal itu sudah ada pada diri masing-masing manusia. Namun demikian, imunitas itu juga dapat dibantu dengan vaksin 'antiradikalisme' untuk meningkatkan kekuatannya dalam melawan virus radikalisme yang menyimpang tersebut.



Sumber:ANTARA

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Mahfud MD Dampingi Belasan Purnawirawan TNI Bertemu Jokowi

Menko Polhukam Mahfud MD mendampingi 14 purnawirawan TNI untuk bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2020)

NASIONAL | 19 Juni 2020

Pengurus PKPU KSP Indosurya Verifikasi Faktual 42 Nama Kreditur

Penyelesaian kewajiban atas permasalahan gagal bayar yang dialami KSP Indosurya Cipta terhadap para kreditur terus berjalan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat

NASIONAL | 19 Juni 2020

Purnawirawan TNI-Polri Berikan Masukan Terkait RUU HIP

Pertemuan antara Jokowi dengan sejumlah purnawirawan membahas sejumlah isu, termasuk keberadaan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

NASIONAL | 19 Juni 2020

Presiden Jokowi Berkomitmen Tinggi terhadap Penegakan Hukum

Juru Bicara Presiden bidang Hukum Dini Purwono mengatakan, Presiden Jokowi berkomitmen tinggi untuk menegakkan hukum, termasuk kasus Novel Baswedan

NASIONAL | 19 Juni 2020

MA Potong Hukuman Penerima Suap Saipul Jamil

Mahkamah Agung (MA) mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan mantan panitera PN Jakarta Utara, Rohadi.

NASIONAL | 19 Juni 2020

Penyuap Aspidum Kejati DKI Mulai Jalani Hukuman di Lapas Sukamiskin

Jaksa Eksekutor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi Direktur PT Java Indoland, Sendy Pericho ke Lapas Sukamiskin, Bandung

NASIONAL | 19 Juni 2020

Ribuan Masalah Akreditasi dalam PPDB di Jateng, Diselesaikan

Sedikitnya 4.000 masalah akreditasi sekolah berhasil diselesaikan, di hari ketiga PPDB daring di Jawa Tengah (Jateng).

NASIONAL | 19 Juni 2020

Objek Wisata di Jateng Boleh Dibuka dengan Syarat

Disporapar Provinsi Jawa Tengah mempersilakan objek wisata di Jawa Tengah dibuka namun dengan syarat, yakni harus ada izin dari Gugus Tugas Covid-19 setempat.

NASIONAL | 19 Juni 2020

Bulog Salurkan Lebih dari 3,3 Juta Paket Beras Bantuan Presiden di Jabodetabek

Jumlah bantuan presiden itu disalurkan Bulog dalam dua periode.

NASIONAL | 19 Juni 2020

Kembali Dibuka, Ini Tata Cara Berkunjung ke Perpusnas

Waktu layanan Perpusnas pada masa tatanan kenormalan baru juga mengalami perubahan.

NASIONAL | 19 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS