Imam Besar Masjid Istiqlal: HUT RI Momentum Perkuat Ketahanan Nasional
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.53)   |   COMPOSITE 4934.09 (-11.31)   |   DBX 924.804 (1.26)   |   I-GRADE 130.838 (-0.44)   |   IDX30 413.425 (-1.07)   |   IDX80 108.094 (-0.33)   |   IDXBUMN20 272.657 (-2.37)   |   IDXG30 115.379 (0)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-1.96)   |   IDXQ30 120.916 (-0.27)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.59)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.71)   |   IDXV30 102.468 (-0.38)   |   INFOBANK15 776.883 (-0.24)   |   Investor33 360.093 (-0.38)   |   ISSI 144.765 (-0.44)   |   JII 523.909 (-1.39)   |   JII70 177.568 (-0.58)   |   KOMPAS100 966.07 (-2.39)   |   LQ45 756.376 (-1.77)   |   MBX 1366.8 (-3.87)   |   MNC36 270.277 (-0.63)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.96)   |   SMInfra18 233.321 (-1.13)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.63)   |  

Imam Besar Masjid Istiqlal: HUT RI Momentum Perkuat Ketahanan Nasional

Jumat, 14 Agustus 2020 | 22:58 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar mengatakan, hari ulang tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia (RI) ini menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan nasional, dalam menanggulangi dua virus yang kini tengah laten, Covid-19 dan paham radikal terorisme.

"Saat ini ada dua bahaya laten yang harus kita atasi, yaitu virus Covid-19, lalu yang kedua adalah radikal terorisme. Ini sama bahayanya," kata Nasaruddin Umar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Sebagai warga bangsa, lanjut dia, Covid-19 harus dan wajib disingkirkan dengan usaha dan doa tentunya. Selain itu, virus radikal terorisme ini juga perlu disingkirkan juga.

Terkait dengan kesiapsiagaan nasional dan momentum 17 Agustus, dia menyarankan agar generasi muda diajarkan bela negara sehingga para pemuda itu bisa memiliki semangat bela negara di dalam dirinya.

Dalam rangka kesiapsiagaan nasional, dia mengusulkan bela negara kepada para pemuda di Tanah Air.

"Karena di Mesir itu sebelum S-1, dia harus latihan wajib militer dahulu. Kalau semua anak muda kita didoktrin untuk bela negara dan mental ideologis serta dilatih secara fisik, saya kira daya tahan bangsa kita nanti pasti akan kuat," kata Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta itu.

Untuk mengisi kemerdekaan, lanjut dia, masyarakat harus bekerja sama menanggulangi virus yang saat ini tengah melanda Indonesia hingga bersih dari lingkungan.

Menurut dia, peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menanggulangi wabah Covid-19 saat ini.

Selain itu, dia juga berharap kerja sama masyarakat dan pemerintah untuk memerangi atau memusuhi segala bentuk terorisme, kekerasan, dan semacamnya.

"Kalau ini dilakukan, saya kira kita akan hidup tenteram sebagai warga bangsa," kata Nasaruddin.

Untuk menanggulangi paham radikal terorisme, menurut dia, masyarakat harus memiliki pemahaman agama yang mendalam dan jangan belajar kepada guru yang tidak tepat.

Nasaruddin memandang perlu pemahaman Alquran dan hadis secara mendalam, agar tidak melenceng. Masalahnya, pemahaman agama yang melenceng bisa bahaya dalam masyarakat.

"Oleh karena itu, belajarlah kepada sumber yang lebih baik. Jangan belajar kepada orang-orang yang tidak jelas sanad keilmuannya dari mana. Tiba-tiba datang dengan mengafirkan orang lain, membidahkan orang, jadi semua orang mau diajak berdebat," katanya.

Ia lantas berkata, "Bangsa kita yang seperti ini, yang sangat plural, saya harap kita jalin persatuan dan kesatuan, bukan menekankan aspek perbedaan dan pertentangan."

Mantan Wakil Menteri Agama ini memandang penting harus ada yang bisa menjadi contoh di dalam masyarakat dan dalam paling tidak dalam lingkungan untuk menjalankan agama secara toleran, termasuk memiliki jiwa nasionalisme untuk membangun bangsa.

Nasaruddin berpendapat bahwa nasionalisme memiliki banyak bentuk, seperti cinta produk dalam negeri dan cinta pemikiran-pemikiran dalam negeri.

"Jangan seoalah-olah pemikir barat itu benar, mutlak, atau Timur Tengah itu benar. Karena kebenaran itu universal, ada di sana, ada di sini. Sama juga kesalahan, ada di sana, ada di sini. Nasionalisme itu bukan hanya konsumsi produk dalam negeri, konsumsi pemikiran dalam negeri pun juga perlu," katanya menegaskan.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Personel TNI Amankan Perairan Jakarta Saat Peringatan HUT ke-75 RI

Pengamanan wilayah perairan sekitar Jakarta disebutkan dilaksanakan hingga 18 Agustus 2020 mendatang dan mengerahkan sejumlah kapal perang.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Ini Isu yang Luput dari Pidato Kenegaraan Jokowi

Isu pendidikan di saat penting juga penting mengingat pendidikan back bone peradaban anak bangsa

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Pagu Anggaran Turun, Mensos Pastikan PKH, Bansos Tunai, dan Kartu Sembako Tetap Lanjut

92% lebih belanja untuk bansos, sisanya 0,55% belanja pegawai, 1,3% belanja modal, dan 5,9% belanja barang.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

UI Terima 1.678 Mahasiswa Baru dari SBMPTN 2020

Sebanyak 1.678 calon mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) diterima melalui UTBK-SBMPTN 2020.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Perguruan Tinggi Tetap Belajar Online pada Tahun Akademik Baru

Ini mempertimbangkan keselamatan mahasiswa dan kita semua supaya perguruan tinggi jangan sampai menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Pidato Kenegaraan Jokowi, Bima Arya : Pandemi Covid-19 Harus Jadi Lompatan

Wali Kota Bogor Bima Arya sepakat dengan Presiden bahwa pandemi harus jadi momentum untuk maju.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Polisi Selidiki Penemuan Jenazah Warga di Poso

Satu orang warga di Kabupaten Poso kembali ditemukan tewas, Jumat (14/8/2020).

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Budayawan: Benahi Tatanan Hidup Baru Berbasis Budaya

Masa krisis ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Indonesia untuk membangun tatanan hidup baru yang lebih merdeka, sehat, dan menyejahterakan.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Akademisi: RUU Cipta Kerja Akomodasi Perkembangan Zaman

Peraturan sapu jagad tersebut dapat menjadi terobosan untuk menyelaraskan berbagai regulasi ketenagakerjaan yang tersebar dan tumpang tindih.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Ganjar Izinkan Warga Tirakatan, asalkan Patuhi Protokol Kesehatan

Ganjar bolehkan warga doa bersama pada HUT RI asal jaga protokol kesehatan.

NASIONAL | 14 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS