BNPT: Komunikasi dengan Ulama Cegah Terorisme pada Generasi Muda
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

BNPT: Komunikasi dengan Ulama Cegah Terorisme pada Generasi Muda

Sabtu, 29 Agustus 2020 | 16:17 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, dalam melakukan upaya pencegahan paham radikal terorisme kepada generasi muda, perlu adanya komunikasi yang intensif dengan para alim ulama atau pimpinan pondok pesantren.


“Kami harus bisa membuka ruang komunikasi yang konstruktif, menjaga agar anak muda kita tidak mudah terpapar yang untuk hal-hal yang sifatnya mengarah kepada sikap-sikap yang intoleran dan bahkan melakukan tindakan yang destruktif . Itu yang bisa tidak diinginkan,” kata Boy Rafli dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/8/2020).


Boy Rafli berharap, tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat untuk bisa terus memberikan bimbingan kepada para generasi muda agar cinta kepada negara.


Apalagi di era teknologi informasi yang makin berkembang ini, pengaruh media sosial saat ini sungguh luar biasa. Hal itu dikatakan Kepala BNPT dalam silaturahmi dan dialog kebangsaan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan tokoh agama yang berlangsung di Pondok Pesantren Ihya’ul Qur’an, Kabupaten Wonogiri, Jateng, Jumat (28/8/2020).


“Karena propaganda yang terbanyak pada hari ini tentunya melalui media sosial. Dan ini tentunya kami harus bijak dalam menggunakan ataupun memanfaatkan informasi pada media sosial, karena dari pengguna media sosial kita ketahui di Indonesia ini adalah umumnya para generasi muda,” ujar mantan Kapolda Papua ini.


Menurut dia, Indonesia saat ini sedang menghadapi bonus demografi sampai dengan 2045, sehingga generasi usia produktif ini sangat dominan.


Oleh karena itu, Boy Rafli mengatakan, dalam penggunaan media sosial ini juga perlu adanya bimbingan yang dilakukan dengan langkah-langkah literasi maupun edukasi kepada generasi muda.


“Karena tidak semua isi informasi yang ada di media sosial itu adalah bersifat positif. Karena ada yang sifatnya menyebarkan paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa kita. Ada yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, ada yang mempromosikan cara-cara kekerasan atau destruktif dengan menyikapi suatu keadaan,” ujar alumni Akpol tahun 1988 ini.


Pimpinan Pondok Pesantren Al Ihya’ul Quran, Ustaz Adriansyah mengungkapakan, pihaknya akan terus melindungi para santri-santrinya agar tidak mudah terpapar paham paham radikal.


"Alquran juga mengajarkan kita untuk saling peduli, empati dan saling menjaga serta dilarang untuk melakukan tindakan kedzaliman. Itu merupakan salah satu bentuk asas yang sangat mendasar sekali sebagai suatu tindakan untuk menangkal perilaku-perilaku yang intoleran tadi,” ujar ustaz Adriansyah.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Kemtan Cabut Sementara Penetapan Ganja Sebagai Tanaman Obat

Kementerian Pertanian mencabut sementara Kepmentan no 104 tahun 2020 yang menetapkan ganja sebagai tanaman obat.

NASIONAL | 29 Agustus 2020

Dirjen GTK: Pembelajaran Bermakna Menumbuhkan Keingintahuan

Guru diharapkan mengutamakan pembelajaran yang bermakna di masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 29 Agustus 2020

3 Indonesia Dukung Pembelajaran Jarak Jauh

Kerja sama dengan pihak sekolah dan universitas dilakukan 3 Indonesia dalam memberikan kartu perdana secara gratis kepada siswa dan tenaga pengajar.

NASIONAL | 29 Agustus 2020

Akademisi UI Uraikan Dampak Positif RUU Cipta Kerja

Teddy mengaku heran jika ada yang menolak RUU Cipta Kerja. Menurutnya, serikat buruh juga tidak menolak semua isi dari RUU Cipta Kerja.

NASIONAL | 29 Agustus 2020

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Kuliah S3 di Unhan

Ketika mengajar di Sekolah Partai, Hasto selalu menyampaikan pentingnya pemahaman geopolitik. Di Unhan dia senang mendapat ruang yang luas mempelajari hal itu.

NASIONAL | 29 Agustus 2020

Kempora Pantau Pengelolaan Anggaran Pelatnas Timnas U-19

Pengawasan dilakukan untuk memastikan pelatnas dapat berjalan dengan baik.

NASIONAL | 29 Agustus 2020

Kemdagri Dorong Pemda Laksanakan Proses Belajar yang Aman

Kemdagri mendorong kepala daerah untuk melaksanakan kewajiban sesuai dengan kewenangannya dalam pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi ini.

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Mantan Juru Bicara HTI Dipolisikan

Mantan juru bicara HTI M Ismail Yusanto dilaporkan ke polisi terkait unggahan di media sosial.

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Kemdikbud: Baru 2% Sekolah di Zona Hijau dan Kuning yang Dibuka

Hanya 4.966 sekolah yang telah menerapkan tatap muka dari 179.522 sekolah di zona kuning dan hijau yang boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka.

NASIONAL | 28 Agustus 2020

Pengamat: Subsidi Kuota Internet Harus Diberikan Secara Transparan

Sebelum kuota internet ini disalurkan, pihak sekolah harus mempublikasikan siapa penerima subsidi tersebut agar semua pihak bisa mengawasi.

NASIONAL | 28 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS