Sekjen Dewan Masjid Indonesia: Pancasila Sudah Final
INDEX

BISNIS-27 450.793 (0.68)   |   COMPOSITE 5144.05 (0.09)   |   DBX 982.653 (-1.59)   |   I-GRADE 141.194 (0.32)   |   IDX30 430.883 (0.91)   |   IDX80 114.327 (0.02)   |   IDXBUMN20 295.098 (0.69)   |   IDXG30 119.385 (-0.07)   |   IDXHIDIV20 382.257 (0.89)   |   IDXQ30 125.574 (0.05)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.63)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.07)   |   IDXV30 107.621 (-0.58)   |   INFOBANK15 842.759 (3.06)   |   Investor33 376.322 (0.42)   |   ISSI 151.265 (-0.5)   |   JII 550.5 (-2.28)   |   JII70 187.95 (-0.65)   |   KOMPAS100 1026.39 (0.49)   |   LQ45 794.213 (0.89)   |   MBX 1420.94 (0.37)   |   MNC36 281.737 (0.52)   |   PEFINDO25 284.937 (-2.49)   |   SMInfra18 242.709 (-1.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (0.48)   |  

Sekjen Dewan Masjid Indonesia: Pancasila Sudah Final

Sabtu, 19 September 2020 | 23:24 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) Imam Addaruqutni mengatakan, ideologi Pancasila sebagai dasar negara, falsafah, atau pandangan hidup bangsa Indonesia, sudah final. Pancasila tidak perlu diperdebatkan lagi atau dipertentangkan dengan agama.

“Pancasila sebagai ideologi bangsa ini tidak perlu diperdebatkan lagi, karena sudah selesai. Muhammadiyah dan NU sejauh ini sudah tidak ingin lagi membahas ideologi Pancasila yang sudah selesai, dan itu tinggal dijalankan saja dalam kehidupan berbangsa sehari-hari. Para dai dan ulama juga harus menyampaikan itu kepada umatnya saat berdakwah, agar tidak menjadi perdebatan lagi di publik,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2020).

Menurut dia, hal itu penting karena di kalangan masyarakat dan umat masih ada saja yang terus membicarakan dan memperdebatkan tentang ideologi Pancasila, apalagi di kalangan politisi yang semestinya tidak perlu membahasnya lagi. Pancasila tinggal dibumikan dan dijalankan, tidak perlu dibahas kembali, karena sudah final.

“Mestinya tidak perlu lagi membahas hal itu, dan ideologi Pancasila itu dijalankan saja itu. Itu yang membuat sepertinya jadi agak kisruh juga di kalangan masyarakat. Kita tahu di DPR masih ada yang pro-kontra tentang Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), di mana ada yang setuju dan tidak. Saya berharap para politisi di DPR ini tidak membahas yang sudah final itu,” kata pria yang juga dosen di Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran ini.

Imam juga mengatakan, sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang timbulnya radikalisme di Indonesia kalau Pancasila itu dihayati dan diamalkan. Namun diakui, radikalisme memang penularannya sangat dimungkinkan.

“Di Indonesia ini memang perlu ada kewaspadaan terhadap radikalisme, tanpa harus mengkontraskan antara Pancasila dengan agama itu sendiri,” ujarnya.

Untuk itulah para dai atau ulama, menurut dia, harus bisa menyakinkan umatnya bahwa Pancasila itu adalah ideologi yang sudah sesuai dengan nilai-nilai agama dengan berbagai perbedaan suku, agama, ras yang menjadi anugerah bangsa dan harus bisa diterima.

Menurut dia, pemerintah misalnya melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme harus terus mempererat tali silaturahmi bersama para dai dan ulama untuk menyatukan pandangan visi kebangsaan ini.

"Semakin banyak dai dan ulama itu diajak bicara, tentunya sebenarnya akan semakin mapan pula visi dan misi kebangsaannya," kata Imam.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dirjen PSLB3: Pemilahan Sampah di Rumah, Kunci Tentukan Efisiensi dan Efektivitas

“Harapan kami, Indonesia kembali menjadi yang terdepan bagi kegiatan ini di dunia," kata ujar Rosa Vivien Ratnawati.

NASIONAL | 19 September 2020

Berusia 91 Tahun, LP Ma'arif NU Makin Mantap Berkhidmah untuk Negeri

Sepanjang sejarah LP Ma’arif NU telah membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang tiada lelah untuk terus menjalankan pengabdiannya.

NASIONAL | 19 September 2020

Menteri LHK Ingatkan Puncak Karhutla Oktober Harus Dijaga

Hingga saat ini, kata Siti Nurbaya, semua pihak masih melaksanakan kerja lapangan yang terbaik bagi segenap rakyat Indonesia

NASIONAL | 19 September 2020

RUU Cipta Kerja Perlu Perhatikan Kepentingan Para Pencari Kerja

Perdebatan publik tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) terlalu timpang bicara mengenai kepentingan para pekerja.

NASIONAL | 19 September 2020

Amir Machmud Kembali Pimpin PWI Jateng

Amir terpilih secara aklamasi, setelah dua calon lainnya yakni Gunawan Permadi dan Sugayo mengundurkan diri.

NASIONAL | 19 September 2020

Indonesia Berupaya Ciptakan Sejarah di Sidang Tahunan WIPO

Untuk pertama kalinya, Indonesia akan mencalonkan diri sebagai Deputi Direktur Jenderal WITO

NASIONAL | 19 September 2020

Kopassus dan Yayasan Buddha Tzu Chi Bagikan 500 Sembako dan 538 Masker

Baksos ini sekaligus wujud kepedulian Pusdiklatpassus dalam penerapan implementasi 8 wajib TNI, khususnya poin ke-8 menjadi contoh dan memelopori usaha-us

NASIONAL | 19 September 2020

Ditjenpas Buru Napi Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Cai Ji Fan diketahui telah divonis hukuman mati sejak tahun 2017 lalu.

NASIONAL | 19 September 2020

Dana Otsus Papua Dinilai Berdampak Positif

Pemerintah pusat diminta memperketat pengawasan dana otonomi khusus (Otsus) Papua.

NASIONAL | 19 September 2020

Pastikan Tak Ada Dualisme, Ini Pernyataan Ketum GMNI

Imanuel menduga terbitnya SK Kemkumham GMNI atas nama Arjuna dan Dendy ada intervensi dari sejumlah pihak.

NASIONAL | 19 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS