Akademisi UI: Perlu Perkuat Pancasila di Jalur Pendidikan
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Akademisi UI: Perlu Perkuat Pancasila di Jalur Pendidikan

Minggu, 4 Oktober 2020 | 15:30 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Akademisi Universitas Indonesia (UI) Muhammad Kemal Darmawan mengatakan, penanaman Pancasila di jalur pendidikan saat ini terasa kurang, sehingga perlu diperkuat.

“Jadi melalui jalur pendidikan jelas yang harus dilakukan. Kemudian juga harus ada bukti empiris. Harus ada contoh-contoh dari para pemimpin kita untuk memberikan teladan kepada masyarakat, bahwa mereka dalam bertindak, bertingkah laku, dan membuat kebijakan juga harus berdasarkan Pancasila,” kata Kemal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (3/10/2020).

Kemal menilai, saat ini telah kehilangan jalur pendidikan yang memperkenalkan dan memantapkan nilai-nilai Pancasila. Ia mencontohkan, jika dulu pada era Orde Baru ada Pedoman, Penghayatan, dan Pengamalan Pancasila (P4), tetapi sekarang sudah tidak ada lagi.

Menurut dia, institusi TNI dan Polri selalu mengingatkan tentang Pancasila, tetapi untuk masyarakat sipil tidak selalu diingatkan sehingga lebih lemah.

Ia mencontohkan, kasus viralnya pemuda yang tidak hafal Pancasila dan bahkan menjadi olok-olok di dunia maya menjadi salah satu contoh lemahnya penanaman Pancasila.

”Padahal sebetulnya hal tersebut memprihatinkan, tetapi malah dianggap guyonan sama anak-anak muda. Bagaimana ancaman-ancaman terorisme tidak lebih serius kalau kita tidak menjaga Pancasila,” kata mantan Kepala Departemen Kriminologi UI tersebut.

Kemal menuturkan, sosialisasi kepada para pemuda penting untuk dilakukan agar mereka memiliki kebersamaan dan saling menghormati satu sama lain. Selain itu, menjadikan Pancasila sebagai falsafah bangsa, way of life sebagai pertahanan diri.

"Jadi kita harus sadar pada saat kita melaksanakan sesuatu itu harus ada pertahanan dirinya. Nah sekarang anak-anak muda guyon tanpa ada dasar yang ngerem, ini yang bahaya sehingga suka kebablasan dan sebagainya," tutur Kemal.

Kemal menyarankan, agar anak muda dilibatkan dalam berbagai kegiatan kolektif, guna memperkuat penanaman Pancasila.

"Kegiatan kolektif itu penting karena kita itu tidak sendirian. Misalnya kerja bakti yang melibatkan anak-anak muda dan sebagainya itu jarang kita lihat lagi, siskamling juga. Dengan banyaknya kegiatan kolektif maka akan membangun kebersamaan yang berujung kepada kebangsaan," katanya.

Menurut dia, pembahasan Pancasila harus membumi, dekat dengan keseharian, sehingga bisa menjadi contoh langsung bagi masyarakat.

”Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menjadi pihak yang bisa memberikan berbagai metode, seperti kemitraan, kebersamaan, toleransi, dan sebagainya. Kalau tidak ada toleransi dan kesadaran bersama tidak mungkin ada rasa kebangsaan,” ujarnya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pengendara Motor Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Makassar

Enam kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun, yakni sebuah truk, dua unit mobil, dan tiga unit sepeda motor.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

Forkopimda Jambi Turut Awasi Pelanggaran di Kampanye Pilkada

Cagub Jambi Cek Endra melakukan kampanye di Muarasabak, Kabupaten Tanjungabung Timur.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

Kakek 60 Tahun Simpan 50 Paket Sabu-sabu Dibekuk Polda Bengkulu

Saat digerebek, RA tanpa melakukan perlawanan, dan petugas langsung menggeledeh tempat tinggal tersangka.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

Tekan Angka Kematian, Rumah Sakit Diminta Berikan Treatment Khusus Pasien Komorbid

Ganjar menerangkan, beberapa cara telah dilakukan untuk menekan angka kematian selama pandemi di Jawa Tengah.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

Kemhub Terapkan Padat Karya untuk Pemeliharaan PJU Indramayu

Pemeliharaan PJU ditargetkan menyerap tenaga kerja program padat karya sebanyak 10 orang selama 30 hari dengan jumlah upah sebesar Rp28,5 juta.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

HUT Ke-75, TNI Dituntut Tingkatkan Kemampuan Hadapi Ancaman Hibrida

Kemampuan TNI menghadapi ancaman senjata biologis pada gilirannya juga bisa diimplementasikan untuk menghadapi senjata pemusnah massal lainnya.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

Buku Autobiografi Soy Martua Pardede Diluncurkan

Dengan menerbitkan buku Autobiografi, Soy Pardede ingin berbagi gagasan, kerja keras, pengalaman, dan prinsip-prinsip dalam kehidupan.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

Ditjen Hubdat Akan Perbaiki Ratusan PJU di Jalur Pantura Indramayu

Di tahun 2020, pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan 255 unit penerangan jalan umum di Jalur Pantura Indramayu.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

Perlu Transparansi Informasi Agar Pembangunan KSPN Tepat Sasaran

Berbagai pihak di NTT harus aktif mencari informasi pembangunan infrastruktur.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

Bupati Bangka Tengah Meninggal Dunia Setelah Dinyatakan Positif Covid-19

Ibnu Saleh merupakan calon bupati petahana yang kembali maju dalam Pilkada 2020, mengalami sakit pada 27 September 2020 setelah uji swab.

NASIONAL | 4 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS