Amir Mahmud: Tolak Ideologi Bangsa Dapat Disebut Pemberontak
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Amir Mahmud: Tolak Ideologi Bangsa Dapat Disebut Pemberontak

Minggu, 4 Oktober 2020 | 23:56 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Amir Mahmud Center, Amir Mahmud, mengatakan, jika ideologi secara konstitusi sudah sah, maka yang menolak ideologi itu dapat dikatakan sebagai pemberontak.

”Oleh karena itu, harus disikapi secara tegas. Jadi tidak bisa dia diberi toleransi begitu saja, harus dikenai hukum dulu. Karena itu kita harus munculkan kesadaran untuk mewaspadai gerakan-gerakan yang antiterhadap Pancasila sekarang ini,” ujar Amir Mahmud dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (4/10/2020).

Amir Mahmud mengungkapkan, saat ini juga sedang diembuskan oleh sebagian kalangan tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersyariah.

Menurut dia, kenapa harus NKRI syariah, padahal Pancasila sendiri tidak bertentangan dengan Islam atau agama. Dia mencurigai bahwa sedang ada suatu perkara yang perlu diwaspadai.

”Saya tidak memandang itu ada ekasila atau trisila. Karena yang jelas hari ini warga Indonesia bersepakat kepada Pancasila sebagai ideologi. Ini yang harus kita pegang teguh dan di pertahankan,” ucap mantan anggota Pelajar Islam Indonesia itu.

Terkait dengan kesaktian Pancasila, Amir menyampaikan bahwa hal tersebut memang harus terus digaungkan. Hal itu untuk memberikan kepastian kuat serta mengingatkan kembali bahwa Pancasila, adalah ideologi bangsa Indonesia yang sah dan dilahirkan melalui konsensus bersama.

Menurut dia, siapa pun yang berlawanan dengan Pancasila harus berhadapan dengan proses hukum.

”Kalau kita berkaca dari pemberontakan dahulu, mereka kan sebetulnya sudah berhadapan dengan TNI pada waktu itu kan. Karena itu hal ini harus disampaikan terus melalui pelajaran sejarah di dunia pendidikan. Namun, sejarah ini harus netral, tidak boleh memuat sentimen satu kelompok. Saya akui bahwa hari ini kita sudah banyak kehilangan mementum-momentum yang berpegang teguh kepada Pancasila,” terang pria yang juga dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta ini.

Oleh karena itu, dia memandang perlu adanya upaya untuk menyadarkan dan meyakinkan yang harus ditumbuhkan kepada masyarakat bahwa falsafah Pancasila ini merupakan kesaktian yang telah teruji.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Edukasi Covid-19, HMS Center Gelar Baksos di Tasikmalaya

Perang melawan Covid-19 bukan perkara mudah. Karenanya, perlu keterlibatan masyarakat sebagai garda terdepan

NASIONAL | 4 Oktober 2020

FSGI: Separuh Anggaran Subsidi Kuota Internet Berpotensi Terbuang

Anggaran sebesar Rp 7,2 triliun diperuntukan bagi 54 juta nomor ponsel.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

Mahasiswa Harus Waspadai Pengaruh Negatif Medsos

Indonesia memiliki nilai budaya sendiri, yang intinya adalah gotong royong.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

Ini Peran 4 Terduga Teroris yang Ditangkap di Bekasi

Empat terduga teroris ditangkap di Bekasi, menyusul penangkapan HD di Sleman, Yogyakarta.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

Penerapan Protokol Kesehatan di Bengkulu Mulai Meningkat

Kesadaran warga Bengkulu dalam menerapkan protokol kesehatan dinilai mulai meningkat.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

Digelar Secara Daring, Jawa Tengah Juara Umum FLS2N 2020

Pandemi tidak menghalangi inovasi, meskipun banyak keterbatasan tapi tetap bisa berkarya dan berekspresi.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

FSGI Minta Aplikasi Sekolah Masuk dalam Kuota Belajar

Aplikasi yang dikembangkan oleh sekolah dan pemda dimasukkan ke dalam kuota belajar agar anggaran yang sudah dialokasikan tidak sia-sia.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

BMKG: Pekan Ini Jabodetabek Diguyur Hujan Ringan Hingga Lebat

Hujan akan berpeluang terjadi pada siang hingga malam hari.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

4 Terduga Teroris Ditangkap di Bekasi

Penangkapan keempat terduga teroris di Bekasi dilakukan sejak Minggu (4/10/2020) subuh.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

Ibas Perjuangkan Dunia Pendidikan di Masa Pandemi

Masa depan itu butuh perjuangan untuk mewujudkannya.

NASIONAL | 4 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS