Budayawan: Lawan Radikalisme, Gali Nilai yang Ditanamkan Leluhur Bangsa
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Budayawan: Lawan Radikalisme, Gali Nilai yang Ditanamkan Leluhur Bangsa

Minggu, 18 Oktober 2020 | 22:54 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Budayawan Ngatawi Al Zastrouw mengatakan, masyarakat harus membangun aliansi antinarasi radikal dengan memperkuat konter narasi dan menyuburkannya di ruang-ruang publik.

Ngatawi meminta masyarakat memperkuat diri dengan cara menggali dan mengeksplorasi nilai-nilai yang ditanamkan leluhur bangsa.

“Hal ini pada dasarnya watak dari konstruksi budaya tradisi Nusantara itu adalah tradisi integratif dan harmoni. Hal inilah yang membuat kita bisa bertahan sampai sekarang ini. Nah, dari harmoni dan integrasi inilah yang sebetulnya bisa menyebabkan resiliensi, daya lenting, daya suspensif dari masyarakat kita agar terhindar dari narasi-narasi radikal,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (18/10/2020).

Namun demikian, menurut dia, agar masyarakat dapat membuat konter narasi terhadap narasi-narasi radikalisme ataupun narasi intoleransi, maka masyarakat harus memperkuat khazanah dan contohnya, baik perspektif yang hidup dalam tradisi, maupun dalam sistem nilai yang berkembang di masyarakat.

Dosen pascasarjana dari Universitas Nahdatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta ini menilai, selama ini yang menjadi penyebab suburnya narasi radikal dan tindakan anarkis karena mereka yang suka menyebarkan narasi radikal sudah menguasai ruang media.

“Ini dikarenakan ruang media itu tidak ada yang bisa mengontrol, sehingga mereka ini sangat produktif dalam memproduksi narasi radikal tersebut. Akhirnya seolah-olah menjadi subur. Karena hampir tiap hari dia (kelompok radikal) mengisi ruang itu,” ujar alumni Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu.

Oleh karena itu, supaya kelompok tersebut tidak kelihatan subur, dia meminta masyarakat yang punya kepedulian melawan mereka, mengembangkan narasi-narasi positif. Orang yang bisa mengonter hal itu sebenarnya banyak sekali di masyarakat.

“Kita kelihatan tidak subur itu bukannya tidak ada, tetapi kita tidak membiasakan diri untuk mengarusutamakan melalui media sosial dari gagasan-gagasan positif. Saya melihat salah satunya Duta Damai Dunia Maya BNPT itu bisa berperan serta memberikan konter narasi melalui media sosial dan bahkan harus mengajak masyarakat untuk turut berperan serta,” kata mantan asisten pribadi Presiden ke-4 RI Gus Dur itu.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kementerian LHK Bangun Recycling Center Kapasitas 50 Ton Per Hari di Kota Metro, Lampung

Rosa Vivien menjelaskan, PDU 50 ton/hari tersebut, adalah konsep baru yang dikembangkan.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Serahkan Naskah UU Cipta Kerja, Pratikno Temui Pimpinan NU dan MUI

Tujuannya adalah untuk sosialisasi UU Cipta Kerja sekaligus menjaring masukan dari pemangku kepentingan.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

2021, Syarat Utama Jadi Guru Besar Lebih Fleksibel

Dengan perubahan syarat khusus tersebut, ia berharap target Direktorat Dikti agar ada peningkatan jumlah guru besar sebanyak 10% bisa tercapai pada 2024 nanti.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Bobby-Aulia Janji Bangun Sarana Olahraga Setiap Kelurahan

Aulia mengatakan, setiap kelurahan dan kecamatan juga akan dilengkapi dengan jaringan wifi.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

BNPB Beri Peringatan Dini Kekeringan dan Karhutla

Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Maluku masih dilanda musim kemarau dengan hujan di bawah normal.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Kebijakan Jokowi Dinilai Membawa Harapan dan Kemajuan Papua

Pemerintah pusat dinilai telah banyak memberikan perhatian positif bagi masyarakat Papua.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Jaksa Agung: Lebih dari 100 Kasus Diselesaikan secara Restoratif

Ada beberapa syarat dihentikannya penuntutan perkara tindak pidana berdasarkan keadilan restoratif.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Melestarikan Tradisi Adat Kerajaan, Raja-Raja Timor Bentuk Dewan Adat Tim

Pertemuan digelar sebagai ajang pemersatu raja-raja Timor agar terus melestarikan nilai budaya agar tidak tergerus modernisasi.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

HCML Berdayakan Ekonomi Warga Mandangin

HCML memberdayakan ekonomi warga di Desa Mandangin, Sampang, Madura, melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Rektor Unhan Ungkap Pentingnya Big Data dan Artifiicial Intelligence untuk Keamanan Maritim

Pemanfaatan big data dan artificial intelligence menjadi prioritas untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di masa mendatang.

NASIONAL | 18 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS