GP Ansor: Dunia Harus Membangun Keseimbangan Baru
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

GP Ansor: Dunia Harus Membangun Keseimbangan Baru

Kamis, 29 Oktober 2020 | 11:15 WIB
Oleh : Bernadus Wijayaka / BW

Jakarta, Beritasatu.com – Berbagai masalah yang melanda dunia dewasa ini memperlihatkan dinamika yang sangat memprihatinkan, bahkan mengarah kepada instabilitas global yang berbahaya sekali. Untuk itu, dunia harus membangun keseimbangan baru.

Demikian dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, dalam seminar internasional yang diadakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan PP GP Ansor bertajuk Islam Rahmatan Lil Alamin, Pancasila and The Commission on Unalienable Rights: Preserving and Strengthening A Rules-Based Internasional Order In The 21st Century Founded Upon Shared Civilizational Values, Rabu (28/10/2020) di Jakarta.

Seminar dalam rangka Hari Santri dan Sumpah Pemuda secara luring dan daring itu dihadiri antara lain, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Hukum dan HAM Yassona H Laoly, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP Jenderal TNI (Purn) Try Soetrisno, dan para anggota ansor dan wakil organisasi pemuda lainnya. Seminar dibuka langsung Kepala BPIP Yudian Wahyudi.

Tampil sebagai pembicara adalah Menko Polhukam Mahfud MD, Dewan Pengarah BPIP Rikard Bagun, Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf, Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Mary Ann Glandon (Ketua Commission on Unalienable Rights, Kemenlu Amerika Serikat), F Cartwright Weilnad (Commission on Unalienable Rights, Kemenlu AS), Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Cesar Rossello (Utusan Khusus Centrist Democrat International), C Hollland Taylor (Utusan GP Ansor untuk PBB, Amerika, dan Eropa), dan Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Luar Negeri Kemenlu Siswo Pramono.

Yaqut mengatakan, untuk menjamin perdamaian dan harmoni di tengah silang kepentingan yang tak terelakkan, keseimbangan baru itu harus mewujud dalam tatanan yang didasarkan atas aturan-aturan yang disepakati bersama (rules-based order). Tatanan semacam itu, lanjut dia, pada gilirannya membutuhkan konsensus mengenai nilai-nilai keadaban bersama (shared civilizational values).

Menurut Gus Yaqut, sapaan akrabnya, bangsa Indonesia, sebetulnya, bahkan sebelum adanya Deklarasi Universal tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) yang ditetapkan PBB pada 1948, telah menegaskan aspirasi untuk kesetaraan hak dan martabat di antara bangsa-bangsa dan individu-individu di dalam Pembukaan UUD 1945.

“Kalimat pertama Pembukaan Konstitusi Indonesia berbunyi, ‘Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan’. Hal ini menempatkan kita dalam alur cita-cita yang segaris dengan aspirasi yang terkandung di dalam hasil kajian dari Komisi tentang Hak-hak Yang Tak Dapat Dicabut (Commission on Unalienable Rights) itu,” tandasnya.

Dia menjelaskan, sebagai bangsa yang sedari awal sadar terbentuk dari beragam suku, agama, ras, budaya dan bahasa, para pendiri bangsa Indonesia menggali nilai-nilai yang bersumber dari kemajemukan pandangan masyarakat, termasuk nilai-nilai Islam Rahmatan Lil ‘alamin, dan menyepakati Pancasila sebagai titik temu yang merekatkan dan mempersatukan perbedaan-perbedaan tersebut.

“Pancasila memuat pengakuan terhadap hak asasi manusia, dan mengedepankan nilai-nilai untuk menjaga dan melindungi hak asasi manusia tersebut. Pancasila juga mengakui kebebasan beragama, yang tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain, juga mengedepankan nilai-nilai untuk menumbuhkembangkan rasa hormat dan kerjasama antarpemeluk agama yang berbeda, menumbuhkan kerukunan antarumat beragama, dan menumbuhkan rasa saling menghormati kebebasan beribadah yang sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,” terang Gus Yaqut.

Gus Yaqut melanjutkan, Pancasila mengakui harkat dan martabat manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya, dan juga mengedepankan nilai-nilai untuk mengembangkan sikap saling menyayangi dan saling toleransi.

“Ada kunci penting di sini, yakni empati. Empati adalah salah satu kunci penting dalam memajukan hak asasi manusia,” imbuhnya.

GP Ansor memandang, Pancasila juga tidak hanya mengedepankan pembinaan sikap adil terhadap sesama dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai untuk menghormati hak orang lain dan mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan serta gotong royong.

Dengan begitu, ujar Gus Yaqut, Pancasila tidak hanya mengakui bahwa bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai untuk mengembangkan rasa hormat dan kerja sama dengan bangsa lain.

Menurut Yaqut, dengan menyadari dinamika global yang sangat memprihatinkan, dan pentingnya keseimbangan baru mewujud dalam tatanan yang didasarkan atas aturan-aturan yang disepakati bersama (rules-based order), maka pada 2017, di Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, GP Ansor mengumumkan “Deklarasi Gerakan Pemuda Ansor tentang Islam untuk Kemanusiaan (Humanitarian Islam)” yang berisi peta jalan untuk membangun gerakan global menuju terwujudnya peran nyata Islam dalam memberi jalan keluar bagi masalah-masalah kemanusiaan pada abad ini.

“Deklarasi itu kemudian disusul dengan apa yang disebut sebagai “Manifesto Nusantara” yang ditetapkan oleh Gerakan Pemuda Ansor pada 2018 di Yogyakarta, dan seruan kepada dunia, yang dalam Hari Sumpah Pemuda Ke-92 hari ini sangat relevan,” katanya.

Dia kemudian mengutip kembali Seruan Nusantara GP Ansor, yakni:

Seruan Nusantara
Kami mengajak semua pihak yang memiliki kehendak baik dari semua agama dan kebangsaan
untuk bergabung bersama membangun konsensus global untuk mencegah dijadikannya Islam sebagai senjata politik, baik oleh Muslim maupun non-Muslim, dan memupus maraknya kebencian komunal, melalui perjuangan untuk mewujudkan tata dunia yang ditegakkan di atas dasar perhormatan terhadap kesetaraan hak dan martabat bagi setiap manusia.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gibran dan Seniman Lukis Solo Bersatu Tekan Covid-19

Gibran Rakabuming Raka menemui para seniman lukis Surakarta di Posko Relawan Nusantara Bangkit di Kampung Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Satgas Pengamanan Perbatasan Kapuas Terima Satu Pucuk Senjata Rakitan

Penyerahan senjata aktif tersebut terjadi berkat terjaminnya hubungan yang baik antara anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas dengan warga.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Tiba di Jakarta, Menlu AS Akan Temui Jokowi

Pompeo juga akan berpidato dalam forum Gerakan Pemuda Ansor.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Wartawan BeritaSatu TV Juara 1 Lomba KUA Fest Kemag

Video berjudul Pelayanan Pernikahan Masa Pandemi Covid-19 di Dusun Terpencil Lereng Merapi, berhasil menyisihkan ratusan karya jurnalis televisi lainnya.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Aksi Demo Sempat Ricuh, Kota Pontianak Kembali Kondusif

Aksi demo sempat tidak tertib, seperti menutup jalan bahkan membakar ban di kawasan Tugu Bundaran Digulis Untan Pontianak.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

Ketua MKD DPR: Hari Sumpah Pemuda Ingatkan Pentingnya Persatuan

Ketua MKD DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsy menyatakan peringatan Hari Sumpah Pemuda mengingatkan bangsa Indonesia akan pentingnya persatuan.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

Menpora Resmi Buka Pekan Pemuda Nasional 2020

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali resmi membuka Pekan Pemuda Nasional (PPN) Tahun 2020 secara virtual di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

NASIONAL | 28 Oktober 2020

Hari Sumpah Pemuda, Ini Pesan Menpora kepada Generasi Muda

Menpora mengajak generasi muda untuk menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk bersatu dan bangkit dari keterpurukan serta menyongsong kemajuan.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

Ben Bahat Pastikan Jaga Kerukunan Antarsuku dan Agama

Ben Bahat tidak akan membeda-bedakan tiap suku dan agama apa pun.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

Menpora: Perjalanan Bangsa Indonesia Diwarnai Peran Pemuda

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menekankan pentingnya peran pemuda dalam berbagai fase sejarah bangsa Indonesia.

NASIONAL | 28 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS