Gus Yaqut: Penuh Rahmah dan Kasih Sayang, Islam Sangat Menghargai Perbedaan
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Gus Yaqut: Penuh Rahmah dan Kasih Sayang, Islam Sangat Menghargai Perbedaan

Kamis, 29 Oktober 2020 | 22:48 WIB
Oleh : Bernadus Wijayaka / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Peradaban umat manusia yang menghargai segala perbedaan, baik agama, suku, ras, kepercayaan, adat istiadat, dan budaya, harus terus diwujudkan.

Demikian ditegaskan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas seusai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo bertajuk Nurturing The Share Civilization Aspirations of Islam Rahmatan Li Al-'amin The Republic of Indonesia and The United Stated of America, di Hotel Four Seasson Jakarta, Kamis (28/10/2020).

“Melalui pertemuan ini GP Ansor juga ingin meluruskan citra Islam, terutama di dunia barat, bahwa Islam tidak identik dengan kekerasan dan teror. Karena Islam adalah agama yang penuh rahmah, penuh kasih sayang, yang di Indonesia dikenal dengan Islam yang rahmatan lil alamin,” tegas Yaqut dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Yaqut, Islam rahmatan lil alamin, begitu juga dengan ideologi Pancasila, sangat menghargai perbedaan-perbedaan itu. Dan langkah ini sejalan dengan komisi yang dibentuk Mike Pompeo terkait hak asasi manusia yang tidak bisa dicabut (unalienable rights).

Selanjutnya, kata pria yang akrab disapa Gus Yaqut, dialog ini dimaksudkan untuk lebih pada menyamakan cara pandang antara Indonesia dan AS terhadap persoalan-persoalan tersebut. Dia berharap, melalui pertemuan ini peradaban dunia akan menjadi lebih baik.

"Peradaban dunia yang bebas dari konflik dan menggunakan hak-hak dasar, hak asasi manusia yang tidak bisa dicabut sebagai norma untuk menciptakan perdamaian," terang Gus Yaqut.

Dua juga ingin menunjukkan bahwa Islam yang didakwahkan oleh ulama pada umumnya di Indonesia adalah Islam yang moderat, Islam yang sangat berbeda dengan apa yang ditemui di dunia barat, seperti kejadian terakhir di Paris, Prancis.

"Pemerintah Amerika saya kira penting melihat Islam di Indonesia bahwa ternyata tidak seperti gambaran Islam di dunia barat yang dicitrakan negatif. Oleh karena itu beliau mau datang ke sini, ingin melihat secara langsung dan mudah-mudahan ini juga menjadi bagian dari dakwah Nahdlatul Ulama bahwa Islam itu, ya memang seharusnya melindungi semuanya, menjadi rahmat bagi sekalian alam," ungkapnya.

Gus Yaqut menjelaskan, pertemuan dengan Mike Pompeo berawal dari deklarasi Humanitarian Islam yang dilakukan Ansor dua tahun lalu di Jombang. Yakni, bagaimana menerjemahkan Islam untuk kemanusiaan, Islam yang menghargai perbedaan.

"Setelah deklarasi itu, kita berkorespondensi dengan banyak pihak, salah satunya dengan Pemerintah Amerika Serikat. Alhamdulillah, dalam kurang lebih sebulan terakhir ini, kita mendapatkan respons positif dari Pemerintah Amerika, khususnya Pak Pompeo hingga beliau berkenan untuk hadir ke Indonesia dan datang di forum Ansor," ujar Gus Yaqut.

Dalam pertemuan tersebut Mike Pompeo juga menyebutkan, Indonesia bisa menjadi negara maju dan Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia tidak alasan untuk tidak bisa berdampingan dengan agama lain.

"Saya percaya Indonesia bisa maju. Tidak ada alasan Islam tidak bisa berdampingan dengan agama lain," katanya.

Menurut Pompeo, hidup harmoni secara bersama dan saling menghormati adalah hal yang sangat penting. Dia bahkan menyebut bahwa moto Bhinneka Tunggal Ika sama dengan moto yang dimiliki Amerika Serikat. Termasuk, UUD 1945 yang menyatakan bahwa semua orang bebas melaksanakan dan memilih agama yang dianutnya.

Pompeo juga menyebut soal hak-hak dasar manusia yang tidak bisa dicabut. Di antaranya hak-hak kebebasan hati nurani dan kebebasan beragama. Dia memuji NU yang bisa memainkan peran penting untuk membina harmoni sebagai masyarakat yang bebas.

Pompeo mengatakan, kebebasan beragama dijamin dalam konstitusi negaranya. Hal itu pula yang menyebabkan AS bisa berdiri lebih tegak dibandingkan negara-negara lain di barat.

Masyarakat AS, katanya, bebas memeluk agamanya dan menjunjung toleransi. Menurutnya, kebebasan memeluk agama dan menegakkan toleransi harus diteruskan.

Secara khusus Pompeo menyebut nama Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid yang berhasil mengawal masa transisi Indonesia menuju demokrasi dan menjunjung tinggi humanisme. Kemudian dilanjutkan dengan pemimpin NU selanjutnya yang mengkampanyekan Islam Nusantara. Dia bahkan menyebut kelompok Islam moderat bisa memukul kelompok ISIS.

Seusai dialog yang dipandu Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf ini, Gus Yaqut menyerahkan plakat kepada Mike Pompeo. Plakat tersebut berisi teks dukungan GP Ansor terhadap aspirasi yang diungkapkan dalam laporan Commission on Unalienable Rights.

Di samping itu, pernyataan kesiapan untuk berjuang bersama orang-orang yang berkehendak baik dari tiap agama dan bangsa untuk mendorong munculnya tatanan dunia yang benar-benar adil dan harmonis, yang didasarkan pada penghormatan atas persamaan hak dan martabat tiap manusia. Isi dalam plakat ini juga dibacakan langsung di depan Pompeo.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tak Diskualifikasi Petahana, KPU Kaur Diadukan ke DKPP

Bawaslu mengeluarkan rekomendasi bahwa terlapor terbukti melanggar pelanggaran administrasi pemilihan dan sanksinya itu didiskualifikasi.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Curhat Guru dan Orang Tua Siswa: Kami Masih Nantikan Subsidi Kuota Internet

Sampai sekarang di bulan kedua ini, baik guru maupun siswa di beberapa provinsi belum ada yang mendapat bantuan kuota internet dari Kemdikbud.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Jokowi: Teladani Rasulullah untuk Tolong-menolong di Kala Sulit

Semangat kepedulian terhadap sesama sebagaimana dicontohkan dan diperintahkan Nabi harus menjadi semangat kita sebagai bangsa di masa pandemi seperti sekarang.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jambi Meningkat

Meningkatnya angka kesembuhan pasien Covid-19 membuat tidak ada lagi zona merah di Jambi.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Satgas: Penanganan Covid-19 Indonesia Lebih Baik Dibanding Rata-rata Dunia

Hingga Kamis (29/10/2020) umlah kasus aktif sebanyak 60.569 atau 14,9% sementara rata-rata dunia 24,23%.

NASIONAL | 26 Februari 2020

Simpan Sabu di Dalam Roti, Dua Kurir Asal Batam Ditangkap

Dari hasil interogasi awal rencananya barang bukti narkotika jenis sabu tersebut akan diedarkan di Kota Jayapura.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Permohonan Paslon Ilyas Panji-Endang Dikabulkan, Karangan Bunga Apresiasi Terlihat di Gedung MA

MA membatalkan keputusan KPU Kabupaten Ogan Ilir yang mendiskualifikasi paslon Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak dari kepesertaan Pilkada 2020.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

8 Kota Ikut Program Langit Biru Pertamina

Saat ini pemerintah seharusnya sudah meniadakan penjualan BBM oktan rendah di Jabodetabek.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Keputusan KPU Ogan Ilir Dianulir, AMPD Sebut Putusan MA Adil

Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) menilai putusan MA memberikan kepastian hukum dengan mengabulkan permohonan paslon Ilyas Panji Alam-Endang Ishak

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Satgas Covid: 54 Daerah Tidak Bergerak dari Zona Oranye Selama 10 Minggu

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada 54 kabupaten/kota yang tidak bergerak dari zona oranye atau risiko sedang dalam 10 minggu terakhir.

NASIONAL | 29 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS