Regulasi Diperlukan untuk Cegah Kekerasan terhadap Suporter Olahraga
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Regulasi Diperlukan untuk Cegah Kekerasan terhadap Suporter Olahraga

Senin, 15 April 2019 | 23:15 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / BW

Depok, Beritasatu.com - Kekerasan suporter adalah masalah laten dalam dunia olahraga Indonesia. Kasus terakhir, adalah kematian Haringga Sirila yang merupakan anggota The Jakmania yang tewas dikeroyok di Stadion Gelora Bandung Lautan Api saat Persija menghadapi Persib Bandung. Oleh karena itu, diperlukan regulasi untuk mencegah dan menanggulangi kekerasan suporter.

Regulasi ini dapat dibuat oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) ataupun induk organisasi olahraga seperti PSSI.

Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Pendidikan Kempora Alman Hudri menuturkan, regulasi ini tengah digodok oleh Kempora, khususnya di bagian Hukum dan Humas.

"Nanti diatur perihal hukuman dan juga sanksi untuk suporter yang melakukan kekerasan termasuk juga untuk panitia penyelenggaranya. Kami terus berproses dan tentunya dengan melibatkan induk organisasi dan juga para suporter itu sendiri," tutur Alman kepada Beritasatu.com, Senin (15/4/2019) di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP Universitas Indonesia, Kota Depok, Jawa Barat dalam Seminar Liga FISIP UI 2019.

Pembuatan regulasi tersebut masih memakan waktu cukup lama dan belum akan rampung dalam waktu dekat.

"2019 belum ya. Masih kami godok dan matangkan semuanya. Tentu kami libatkan PSSI juga dan organisasi suporter," papar Alman.

Organisasi Save Our Soccer mencatat, terdapat 77 orang meninggal sejak 1995 hingga 2018 karena kekerasan terhadap suporter.

Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali mengungkapkan, salah satu penyebab kekerasan terhadap suporter adalah fanatisme yang berlebihan sehingga menyebabkan nyawa jadi taruhannya.

"Anarkisme ini harus bisa diurai. Saya rasa tak ada keinginan untuk menyelesaikan hal ini. Di sinilah pentingnya untuk menciptakan regulasi yang bisa dinikmati bersama dan membuat semua pihak merasa terlindungi," tutur Akmal Marhali.

Akmal Marhali mengungkapkan, menangani suporter berbeda dengan mengatasi para pendemo. Harusnya pemerintah dan juga induk organisasi mengajak segenap elemen terkait untuk duduk bersama merumuskan regulasi yang tepat.

"Tidak semua organisasi dan kelakuan suporter itu buruk. Beberapa organisasi suporter sudah baik dan ini harus dipertahankan. Kalau yang belum baik ya dicari cara agar jalannya juga menjadi baik ke depannya," papar Akmal.

Head of Security and Safety PSSI Nugroho Setiawan memaparkan, segenap permasalahan dalam internal PSSI membuat dia menyetujui jika PSSI harus dibekukan.

"Tidak apa-apa. Asal saat dibekukan FIFA, kita semua berbenah. Jangan diam saja. Dengan demikian saat waktu pembekuan sudah habis, kita sudah memiliki PSSI yang lebih baik," papar Nugroho.

Ketua Umum The Jakmania Ferry Indrasjarief mengungkapkan, perlakuan terhadap suporter juga harus baik dan tidak berat sebelah. Di Indonesia, ketika suporter masuk stadion saja sudah dicurigai macam-macam. Segala barang bawaan pun harus ditinggal di luar stadion.

"Bahkan botol susu anak pun harus ditinggalkan. Minyak wangi perempuan juga harus ditinggalkan. Lha, kita ini kan mau nonton sepakbola. Bukan mau aneh-aneh. Mau rileks, dukung tim kesayangan, tetapi perlakuannya seperti ini," tutur Ferry.

FISIP UI merasa tema kekerasan terhadap suporter ini penting untuk diangkat dalam seminar Liga FISIP UI.

Liga FISIP UI akan mempertandingkan turnamen olahraga futsal, basket, dan sepakbola antarfakultas sosial dan humaniora sederajat se-Indonesia.

Wakil Ketua BEM FISIP UI, Wilsa Naomi mengatakan, FISIP UI memandang penting dan adanya urgensi untuk segera menghentikan kekerasan dalam bentuk apa pun di dunia olahraga.

"Kami berharap ada harmoni yang tercipta antarsuporter di Indonesia melalui regulasi yang tepat dan tersosialisasikan dengan baik," tutur Naomi.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pembalap Bersama Komunitas Otomotif Gaungkan Keselamatan Berkendara

Para pembalap dan berbagai komunitas otomotif mengkampanyekan keselamatan berkendara dan tertib lalu lintas di jalan raya.

OLAHRAGA | 15 April 2019

Timnas Karate Indonesia Sabet 8 Emas di Bangkok

Indonesia berhasil meraih 8 medali emas, 10 perak, dan 8 perunggu pada Kejuaraan Karate Asia atau SEAKF 2019 di bangkok.

OLAHRAGA | 15 April 2019

Martin Nguyen Pertahankan Gelar, Dua Petarung Indonesia Kalah

Sedangkan dua petarung Indonesia Eko Roni dan Dwi Retno harus menelan kekalahan di Manila.

OLAHRAGA | 15 April 2019

Hasil Lengkap GP Amerika dan Klasemen

Dovizioso kembali ke puncak klasemen, Marquez tergusur ke posisi empat.

OLAHRAGA | 15 April 2019

Marquez Jatuh, Rins Juara Baru di Austin

Meskipun hanya finis keempat, Dovizioso kembali ke puncak klasemen, unggul tiga poin atas Rossi.

OLAHRAGA | 15 April 2019

Tim Catur Indonesia Bangkit di Babak Ketujuh

Tim catur Indonesia kembali bangkit di babak ketujuh, setelah sempat terpuruk di babak keenam Asia Chess Championship Fide Zone 3.3 di Ulan Bator, Mongolia.

OLAHRAGA | 14 April 2019

Juara GP Tiongkok, Hamilton Kemas Tiga Torehan Penting

Hamilton mencatatkan waktu 1 jam 32 menit dan 06,350 detik, lebih cepat 6,552 detikdari rekan satu timnya sendiri, Valtteri Bottas.

OLAHRAGA | 14 April 2019

Anthony Kalah, Indonesia Tanpa Gelar di Singapura Terbuka

Dalam pertandingan sengit selama 1 jam 13 menit, Anthony yang sebenarnya sudan berada di “atas angin” akhirnya kalah 10-21, 21-19, 13-21.

OLAHRAGA | 14 April 2019

Gagal Juara, Ahsan/Hendra Puas Jadi Runner Up

Hendra-Ahsan dan Kamura-Sonoda sebelumnya sudah lima kali berhadapan, dengan skor tiga kali kemenangan.

OLAHRAGA | 14 April 2019

Ahsan/Hendra Harus Puas Jadi Runner Up Singapura Terbuka 2019

Ahsan/Hendra kalah 13-21, 21-19, 17-21 dari Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

OLAHRAGA | 14 April 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS