ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Suara Keras 8 Fraksi di DPR ke MK jika Ubah Sistem Pemilu Jadi Coblos Partai

Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FFS
Rabu, 31 Mei 2023 | 01:22 WIB
Ilustrasi Pemilu 2024.
Ilustrasi Pemilu 2024. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak delapan fraksi DPR menyampaikan pernyataan keras kepada Mahkamah Konstitusi (MK) jika mengubah sistem pemilu melalui putusannya dari sistem proporsional terbuka menjadi sistem pemilu proporsional tertutup atau sistem pemilu yang hanya mencoblos partai politik.

Kedelapan fraksi menyebutkan 300.000 bakal calon anggota legislatif dari 15 partai politik peserta Pemilu 2024 akan kehilangan hak konstitusionalnya.

"Kita sudah menyampaikan daftar calon sementara kepada KPU. Setiap partai politik calegnya itu dari DPRD kabupaten/kota, DPR RI jumlahnya kurang lebih 20.000 orang. Jadi kalau ada 15 partai politik itu ada 300.000. Mereka ini akan kehilangan hak konstitusionalnya, kalau dia pakai sistem tertutup," ujar Ketua Fraksi Golkar Kahar Muzakir saat konferensi pers delapan fraksi DPR minus PDIP terkait penolakan sistem proporsional tertutup di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/5/2023).

ADVERTISEMENT

Selain Kahar, konferensi pers ini dihadiri oleh Waketum Partai Gerindra, Habiburokhman; Waketum PAN, Yandri Susanto; Ketua Fraksi Nasdem, Roberth Rouw; Sekretaris Fraksi PKB, Fathan Subchi; Ketua Komisi II DPR Fraksi Golkar, Ahmad Doli Kurnia; Ketua Fraksi Demokrat, Edhy Baskoro atau Ibas; Ketua Fraksi PAN, Saleh Daulay; dan Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini.

Kahar menegaskan MK perlu mendengarkan aspirasi masyarakat yang minimal terlihat dari sikap 8 fraksi di DPR. Menurut dia, mayoritas publik menginginkan agar tetap menggunakan sistem pemilu proporsional terbuka.

"Kita meminta supaya tetap sistemnya terbuka," tegasnya.

Menurut dia, bakal caleg yang sudah mendaftar ke KPU melalui partai politik juga bisa meminta ganti rugi jika sistem pemilunya dipaksakan tertutup. Hal ini mengingat, bakal caleg sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit mengurus administrasi pendaftaran.

"Kalau mereka memaksakan, mungkin orang-orang itu akan meminta ganti rugi. Paling tidak mereka urus SKCK segala macam itu ada biayanya. Kepada siapa ganti ruginya mereka minta? Ya bagi yang memutuskan sistem tertutup. Bayangkan 300.000 orang itu minta ganti rugi, dan dia berbondong-bondong datang ke MK, agak gawat juga MK," tegas Kahar.

Pada kesempatan itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhy Baskoro Yudhoyono alias Ibas juga mengingatkan MK mendengarkan aspirasi masyarakat dalam menghadapi pesta demokrasi. Menurut Ibas, penolakan terhadap sistem proporsional tertutup sudah berlangsung lama.

"Mengingatkan kepada hakim-hakim MK agar tetap konsekuen dan melihat time frame waktunya, agar kita fokus bagaimana ke depan bisa menyelenggarakan perhelatan demokrasi yang beretika, yang jujur dan adil, transparan kepada semua masyarakat ini berjalan dengan sebaik-baiknya," kata Ibas.



Bagikan

BERITA TERKAIT

Terpilih Jadi Hakim MK, Arsul Sani Pastikan Mundur dari PPP dan Parlemen

Terpilih Jadi Hakim MK, Arsul Sani Pastikan Mundur dari PPP dan Parlemen

NASIONAL
Tok! Komisi III DPR Setujui Arsul Sani Jadi Hakim Konstitusi

Tok! Komisi III DPR Setujui Arsul Sani Jadi Hakim Konstitusi

NASIONAL
Miris, Uang Korupsi BTS Kominfo Mengalir ke Komisi I DPR

Miris, Uang Korupsi BTS Kominfo Mengalir ke Komisi I DPR

NASIONAL
Judi Online Pakai QRIS, DPR: Bank Indonesia Harus Tanggung Jawab

Judi Online Pakai QRIS, DPR: Bank Indonesia Harus Tanggung Jawab

NASIONAL
Sahroni: Kasus Tewasnya Ajudan Kapolda Kaltara Jadi Pertaruhan Nama Baik Polri

Sahroni: Kasus Tewasnya Ajudan Kapolda Kaltara Jadi Pertaruhan Nama Baik Polri

NASIONAL
KPK Berpeluang Hadirkan Anggota DPR Sudewa di Sidang Kasus Suap Jalur Kereta

KPK Berpeluang Hadirkan Anggota DPR Sudewa di Sidang Kasus Suap Jalur Kereta

NASIONAL

BERITA TERKINI

Mourinho Siap Selamatkan Jadon Sancho yang Nasibnya Tak Jelas di Manchester United

SPORT 16 menit yang lalu
1069005

Jokowi Gelar Rapat Terbatas Bahas Integrasi Moda Transportasi Publik

MEGAPOLITAN 25 menit yang lalu
1069004

Video: Siswi SD Tewas Jatuh dari Lantai 4

MULTIMEDIA 26 menit yang lalu
1068999

Tragedi Siswa SD di Petukangan Utara: Jenazah Dimakamkan, Guru Pingsan

MEGAPOLITAN 33 menit yang lalu
1069003

Polisi: Pelaku dan Korban Pembunuhan di Central Park Tidak Saling Mengenal

MEGAPOLITAN 40 menit yang lalu
1068998

Tonton Kelanjutan Serial Titipan Ilahi Siang Ini di BTV!

SPORT 47 menit yang lalu
1069000

Video: Cupi Cupita Diperiksa Terkait Judi Online

MULTIMEDIA 56 menit yang lalu
1068997

Mutasi Polri, Kapolres Jakpus Kombes Komarudin Jadi Dirlantas Polda Jatim

NUSANTARA 1 jam yang lalu
1068996

Ini Peluang Indonesia Rebut Medali Asian Games Hari Ini

SPORT 1 jam yang lalu
1068995

Putri Ariani Siap Tampil Memukau di Final AGT 2023 Hari Ini

LIFESTYLE 1 jam yang lalu
1068994
Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT