Presiden Jokowi Minta Gubernur Ajak Aparat Daerah Kerja Extraordinary
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Presiden Jokowi Minta Gubernur Ajak Aparat Daerah Kerja Extraordinary

Rabu, 15 Juli 2020 | 21:26 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para gubernur seluruh Indonesia mengajak aparat daerah untuk bekerja secara extraordinary dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada para Gubernur mengenai Percepatan Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020 di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (15/7/2020).

Mengawali pengarahannya, Presiden mengungkapkan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan Covid-19 dan ekonomi. Menurutnya, situasi sangat sulit yang diakibatkan pandemi Covid-19 tidak hanya dialami oleh Indonesia, tetapi juga dialami oleh 215 negara di dunia.

Akan tetapi jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang terpapar virus Corona, kondisi negara Indonesia masih jauh lebih baik daripada negara-negara lain yang tengah berjuang mengendalikan Covid-19.

“Supaya diketahui, jadi kondisinya hampir-hampir sama dan negara lain justru lebih parah dari yang kita alami di Indonesia. Saya setiap hari mendapatkan briefing seperti ini, angka-angka dari Kementerian Luar Negeri yang mengabarkan kondisi-kondisi di dunia seperti apa,” kata Presiden.

Presiden mendapatkan laporan, kasus tertinggi Covid-19 per hari ini tercatat di Amerika Serikat mencapai 3,4 juta kasus positif, padahal sebanyak 319 juta yang menurut Jokowi hampir sama dengan populasi penduduk di Indonesia. Kemudian, Brasil tercatat ada 1,8 juta kasus positif Covid-19.

“Ini yang gede-gede. Kemudian hari ini, kita berada pada angka 78 ribu kasus positif. Negara kita ini masuk lima besar penduduk terbanyak tetapi kalau dilihat 10 negara dengan kasus tertinggi, kita tidak masuk di dalamnya. Tadi Amerika (Serikat) 3,4 (juta), Brasil 1,8 (juta), India 906 ribu, Rusia 739 ribu, Peru 326 ribu,” ungkap Presiden.

Artinya, Presiden, pandemi Covid-19 di Indonesia masih berada pada posisi yang masih bisa kendalikan. Oleh sebab itu, Presiden meminta jangan sampai dengan kondisi seperti ini, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi lepas kendali.

Menurut Presiden justru di saat pandemi Covid-19 masih bisa dikendalikan, manajemen krisis harus betul-betul dilakukan dengan baik. Karena itu, Presiden meminta kepala daerah mengajak aparat di jajaran bawahnya untuk dapat bekerja extraordinary.

“Manajemen krisis harus betul-betul kita lakukan. Ajak aparat kita di bawah kita, untuk betul-betul bekerja extraordinary, enggak bisa kita dalam situasi seperti ini kita kerja normal-normal, dalam situasi seperti ini kita kerja biasa-biasa, enggak bisa. Percaya saya, enggak bisa,” tegas Presiden.

Semua aparat daerah tidak bisa lagi bekerja secara normal. Mereka harus segera merubah pola pikir dan cara bekerja, dari yang cara bekerja bertele-tele dan rumit, ke cara-cara yang cepat dan sederhana.

“Semuanya harus ganti channel semuanya, enggak bisa kita normal-normal, channel-nya harus ganti semuanya, dari channel ordinary pindah channel ke extraordinary, dari channel yang cara kerja bertele-tele, rumit ke cara-cara kerja yang cepat dan sederhana. Semuanya harus diubah seperti itu,” kata Presiden.

Presiden menambahkan situasi yang dihadapi seluruh pemerintah daerah luar biasa sulit. Sebab harus mengendalikan dua hal, yakni ekonomi dan kesehatan. Kedua bidang ini harus terjaga dengan baik keseimbangannya.

“Tidak bisa lagi kita kerja dengan SOP normal, enggak bisa. Kita harus kerja dengan SOP yang shortcut, ada terobosannya. Jadi, anak buah ajak untuk masuk ke sana, biar cepat kerja kita,” ujar Presiden.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sports Science Jadi Tema Haornas 2020

Tema ini diharapkan dapat memperlihatkan pentingnya penggunaan sports science dalam pembinaan olahraga.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Dinilai Peduli Masyarakat, Hutama Karya Boyong 3 Penghargaan CSR

Kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sudah menjadi aktivitas rutin Hutama Karya.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Wacana Sanksi Pidana Ringan Pelanggar Disiplin Covid-19 Dinilai Perlu Dikaji Ulang

Wacana sanksi hukuman pidana ringan bagi masyarakat yang melanggar kedisiplinan di masa pandemi Covid-19 dinilai perlu dikaji ulang.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Reformasi Kebijakan Pidana Dinilai Harus Perhatikan Kondisi Lapas

Reformasi kebijakan pidana diharapkan memerhatikan kondisi lapas.

NASIONAL | 15 Juli 2020

Pasien Positif Covid-19 Secapa AD Bandung Tersisa 948 Orang

Jumlah pasien positif klaster kasus peserta didik dan tenaga pelatih Secapa AD di Bandung, Jawa Barat kembali berkurang.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Menpora Dukung TROI Foundation Gelorakan Kembali Sport Tourism

Menurut Menpora Zainudin Amali, berbagai penyesuaian harus dilakukan untuk menggiatkan kembali sport tourism di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Dirjen yang Direkrut Susi Pudjiastuti Mundur Mendadak

Menteri KKP Edhy Prabowo sudah mengusulkan pengganti kepada Presiden Joko Widodo.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Menpora Ajak Anak Muda Tetap Produktif di Masa Pandemi

Menurut Menpora, salah satu kegiatan produktif yang dapat dilakukan di tengah pandemi adalah memulai usaha.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Mendes Minta Kades dan Pendamping Desa Bantu Korban Banjir Masamba

Mendes Abdul Halim Iskandar berharap langkah cepat dari kepala desa dan pendamping desa dapat meringankan beban korban banjir bandang di Kota Masamba.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Di Mana-mana Ada Koperasi, NTT Tetap Provinsi Miskin

Fakta menunjukkan bahwa koperasi di NTT belum menjadi badan usaha yang mampu mendongkrak kesejahteraan rakyat.

NASIONAL | 16 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS