Presiden Jokowi Minta Gubernur Ajak Aparat Daerah Kerja Extraordinary

Lenny Tristia Tambun / CAR Rabu, 15 Juli 2020 | 21:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para gubernur seluruh Indonesia mengajak aparat daerah untuk bekerja secara extraordinary dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada para Gubernur mengenai Percepatan Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020 di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (15/7/2020).

Mengawali pengarahannya, Presiden mengungkapkan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan Covid-19 dan ekonomi. Menurutnya, situasi sangat sulit yang diakibatkan pandemi Covid-19 tidak hanya dialami oleh Indonesia, tetapi juga dialami oleh 215 negara di dunia.

Akan tetapi jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang terpapar virus Corona, kondisi negara Indonesia masih jauh lebih baik daripada negara-negara lain yang tengah berjuang mengendalikan Covid-19.

“Supaya diketahui, jadi kondisinya hampir-hampir sama dan negara lain justru lebih parah dari yang kita alami di Indonesia. Saya setiap hari mendapatkan briefing seperti ini, angka-angka dari Kementerian Luar Negeri yang mengabarkan kondisi-kondisi di dunia seperti apa,” kata Presiden.

Presiden mendapatkan laporan, kasus tertinggi Covid-19 per hari ini tercatat di Amerika Serikat mencapai 3,4 juta kasus positif, padahal sebanyak 319 juta yang menurut Jokowi hampir sama dengan populasi penduduk di Indonesia. Kemudian, Brasil tercatat ada 1,8 juta kasus positif Covid-19.

“Ini yang gede-gede. Kemudian hari ini, kita berada pada angka 78 ribu kasus positif. Negara kita ini masuk lima besar penduduk terbanyak tetapi kalau dilihat 10 negara dengan kasus tertinggi, kita tidak masuk di dalamnya. Tadi Amerika (Serikat) 3,4 (juta), Brasil 1,8 (juta), India 906 ribu, Rusia 739 ribu, Peru 326 ribu,” ungkap Presiden.

Artinya, Presiden, pandemi Covid-19 di Indonesia masih berada pada posisi yang masih bisa kendalikan. Oleh sebab itu, Presiden meminta jangan sampai dengan kondisi seperti ini, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi lepas kendali.

Menurut Presiden justru di saat pandemi Covid-19 masih bisa dikendalikan, manajemen krisis harus betul-betul dilakukan dengan baik. Karena itu, Presiden meminta kepala daerah mengajak aparat di jajaran bawahnya untuk dapat bekerja extraordinary.

“Manajemen krisis harus betul-betul kita lakukan. Ajak aparat kita di bawah kita, untuk betul-betul bekerja extraordinary, enggak bisa kita dalam situasi seperti ini kita kerja normal-normal, dalam situasi seperti ini kita kerja biasa-biasa, enggak bisa. Percaya saya, enggak bisa,” tegas Presiden.

Semua aparat daerah tidak bisa lagi bekerja secara normal. Mereka harus segera merubah pola pikir dan cara bekerja, dari yang cara bekerja bertele-tele dan rumit, ke cara-cara yang cepat dan sederhana.

“Semuanya harus ganti channel semuanya, enggak bisa kita normal-normal, channel-nya harus ganti semuanya, dari channel ordinary pindah channel ke extraordinary, dari channel yang cara kerja bertele-tele, rumit ke cara-cara kerja yang cepat dan sederhana. Semuanya harus diubah seperti itu,” kata Presiden.

Presiden menambahkan situasi yang dihadapi seluruh pemerintah daerah luar biasa sulit. Sebab harus mengendalikan dua hal, yakni ekonomi dan kesehatan. Kedua bidang ini harus terjaga dengan baik keseimbangannya.

“Tidak bisa lagi kita kerja dengan SOP normal, enggak bisa. Kita harus kerja dengan SOP yang shortcut, ada terobosannya. Jadi, anak buah ajak untuk masuk ke sana, biar cepat kerja kita,” ujar Presiden.



Sumber: BeritaSatu.com