Perempuan Pemilik Bisnis Mampu Menjadi Motor Pertumbuhan

Perempuan Pemilik Bisnis Mampu Menjadi Motor Pertumbuhan
Pengunjung sedang melihat busana muslim saat "Pameran Fashion Hijab Accesories" bertempat di One Belpark Jakarta Selatan, Jumat 7 Oktober 2016. ( Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim / Uthan A Rachim )
Edo Rusyanto / EDO Senin, 20 November 2017 | 22:43 WIB

Jakarta – Perempuan pemilik bisnis diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk itu negara perlu mengambil langkah strategis dalam melibatkan dan memberdayakan separuh dari populasi perempuan.

“Karena, banyaknya wirausaha perempuan yang terdidik serta berdaya juang tinggi, merupakan potensi tersendiri untuk dikembangkan dan diberdayakan lebih lanjut,” ujar Elizabeth Vazquez, chief executive officer (CEO) & Co-Founder WEConnect International, dalam siaran pers di Jakarta, Senin (21/11).

Dia menambahkan, tantangan di Indonesia dan negara-negara lainnya adalah perempuan pemilik bisnis (women business owners) tidak memiliki akses yang setara terhadap peluang pasar yang ada. Terkait hal itu, tambahnya, WEConnect International dan Freeport-McMoRan Foundation berkolaborasi menggelar Women’s Business Growth (WBG) Summit, di Jakarta.

Menurut Tracy Bame, president Freeport-McMoRan Foundation, sudah merupakan komitmen Freeport-McMoRan Inc untuk menjalin kemitraan dengan WEConnect International dan lembaga lainnya untuk menciptakan lingkungan yang membantu meningkatkan kesetaraan gender. Selain itu meningkatkan pemberdayaan perempuan dari aspek ekonomi, termasuk di dalamnya implementasi inisiatif yang mendorong pengembangan usaha kecil dan kesiapan pemasok.

“Target kami adalah menjangkau sekurang-kurangnya 2.000 bisnis yang dimiliki oleh perempuan di sejumlah negara di mana perusahaan beroperasi antara tahun 2017 hingga 2020,” ujar Tracy Bame, dalam publikasi yang sama.

WBG digelar WEConnect International dan Freeport-McMoRan Foundation berlangsung di Jakarta, Kamis (16/11). WBG kali ini mengusung tema Mengembangkan Peluang Pasar bagi Bisnis yang Dimiliki Perempuan di Indonesia. Ajang kali ini menghadirkan lebih dari 65 peserta yang terdiri atas pemilik bisnis perempuan, perwakilan korporasi yang berkomitmen untuk membeli dari perusahaan supplier yang dimiliki perempuan, serta perwakilan lembaga pemerintah dan asosiasi industri. Mereka duduk bersama untuk mendiskusikan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan akses pasar bagi bisnis-bisnis yang dimiliki perempuan pada rantai nilai baik domestik dan internasional.



Sumber: siaran pers