Petrokimia Gresik Genjot Produksi di Lahan 46 Ribu Ha

Petrokimia Gresik Genjot Produksi di Lahan 46 Ribu Ha
Ilustrasi gabah sedang dijemur. ( Foto: Antara )
Selasa, 8 Mei 2012 | 06:05 WIB
Terjadi peningkatan produksi gabah dari rata-rata 6,55 ton per ha menjadi 7,92 ton per ha.

Hingga Mei 2012, PT Petrokimia Gresik (PKG) telah merealisasikan Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K) seluas 46.762 hektare (ha) dari total target 70 ribu ha tahun ini.

Sekretaris Perusahaan PKG Ilham Setiabudi memaparkan, dari total realisasi tanam tersebut, areal yang sudah panen seluas 29.236 ha dengan hasil 231.629 ton gabah kering panen (GKP).

Dengan rata-rata penen 7,92 ton per ha, tercatat ada peningkatan 1,37 ton GKP dibanding sebelum mengikuti program GP3K,  dengan rata-rata produksi 6,55 ton per ha.

"Produktivitasnya terbukti lebih tinggi," kata dia melalui siaran pers, Senin (7/5).

Areal panen tersebut berada di Jawa Timur seluas 12.152 ha dengan hasil panen sebanyak 91.782 ton GKP dan Jawa Tengah 17.084 ha dengan hasil GKP 139.847 ton GKP.

Ilham mengatakan, pihaknya kembali dipercaya pemerintah untuk melaksanakan GP3K seluas 70 ribu ha atau 35% dari total yang ditugaskan kepada BUMN seluas 200 ribu ha.

Upaya tersebut, kata dia, diharapkan bisa mendukung surplus beras sebesar 10 juta ton dan mendukung peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) sebesar 74 juta tahun ini.

"Selain itu, program tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian padi dan kesejahteraan petani dan mendukung penyediaan stok gabah /beras nasional untuk mendukung penguatan ketahan pangan nasional," papar dia.

Salah satu keberhasilan GP3K yang berhasil terjadi di Pati, Jawa Tengah seluas 339 ha yang diikuti  220 orang petani yang tersebar di enam kecamatan, yaitu Kayen, Margoyoso, Gabus, Jaken, Tambakromo, dan Tayu.

Produktivitas rata-rata 7,1 ton GKP per ha atau lebih tinggi 1 ton GKP per ha dibandingkan rata-rata produktivitas petani sekitar.

Peningkatan produksi itu tidak lepas dari pemupukan berimbang. PKG memformulasikan dosis pemupukan berimbang yang memadukan antara pupuk organik dan anorganik, yaitu 500 kg Petroganik, 300 kg Phonska, dan 200 kg Urea untuk lahan sawah seluas 1 ha.

"Formula tersebut terbukti telah dapat meningkatkan hasil panen melalui demplot-demplot yang telah dilakukan PKG di seluruh Indonesia, karena pupuk Phonska dan Petroganik dapat meningkatkan kandungan bahan organik tanah untuk mengembalikan kesuburan," kata Ilham.