Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta
Samindo Resources ( Foto: ist )
Parluhutan / PAR Selasa, 12 Desember 2017 | 20:33 WIB

Jakarta – PT Samindo Resources Tbk (MYOH) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai US$ 13,8 juta tahun 2018 atau bertumbuh sekitar 343% dari alokasi tahun ini. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai pembelian alat-alat berat.

Samindo Resources merupakan perusahaan holding yang memiliki bisnis inti penyediaan jasa pertambangan batubara, seperti overburden removal dan produksi batubara (coal getting), pengangkutan batubara (coal hauling), dan pemetaan geologi dan pemboran (geological mapping and drilling).

Investor Relations Samindo Ahmad Zaki Natsir mengatakan, sebagian besar belanja modal tahun depan berasal dari kas internal. Berdasarkan laporan kinerja keuangan hingga kuartal III-2017, Samindo mencatatkan kas bersih senilai US$ 26,6 juta. Sedangkan rasio utang terhadap aktiva lancar baru mencapai 21%. “Kas internal kami mencukupi untuk memenuhi belanja modal tahun depan,” ujarnya melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Selasa (12/12).

Dia mengatakan, peningkatan belanja modal tersebut bagian dari strategi perseroan untuk menaikkan volume overburden removal dan produksi batubara sesuai dengan permintaan klien perseroan tahun depan. “Kenaikan harga jual batubara di pasar global mendorong klien kami untuk menaikkan volume produksi batubara, sehingga kami membutuhkan alat-alat berat untuk mengimbangi permintaan tersebut,” ujarnya.

Beberapa alat-alat berat yang bakal dibeli perseroan adalah dump truck, excavator, crane, dan pump. Perseroan telah melakukan pemesanan pembelian dan ditargetkan alat-alat berat tersebut sudah dioperasikan perseroan pada kuartal I-2018.

Perseroan sebelumnya memasang target pertumbuhan produksi overburden removal dan produksi batubara masing-masing 13% dan 10%, dibandingkan realisasi tahun ini. Peningkatan ini datang dari permintaan klien perseroan, yaitu PT Kideco Jaya Agung dan Gunung Bayan Pratam Coal.



Sumber: Investor Daily