Penggunaan Big Data Sebagai Revolusi Bisnis di Indonesia

Penggunaan Big Data Sebagai Revolusi Bisnis di Indonesia
Dengan Big Data, kalangan decision maker sebuah perusahaan, terutama yang berbasis teknologi dapat dengan mudah membuat keputusan yang tepat dan bijak untuk strategi bisnisnya.
Jumat, 15 Desember 2017 | 11:30 WIB

Keberadaan Data Besar (Big Data) sudah memegang peranan penting untuk para pebisnis di era teknologi saat ini. Dengan Big Data, kalangan decision maker sebuah perusahaan, terutama yang berbasis teknologi dapat dengan mudah membuat keputusan yang tepat dan bijak untuk strategi bisnisnya. Meski demikian, sejumlah pebisnis di Indonesia belum menerapkan Big Data di perusahaannya.

Untuk menjembatani para pebisnis mengenal lebih dalam dengan Big Data, Business Community Indonesia (Bizcom.id) menggelar diskusi “The Power of Big Data” di Asia Restaurant Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2017).

Diskusi yang diselenggarakan bulanan oleh Bizcom.id ini merupakan permintaan para anggotanya yang terdiri dari para pebisnis, investor, banker, professional, data scientist, dan founder startup. Bizcom.id memberikan tiga pilihan tema, yaitu investasi, teknologi, dan financial.

Dalam diskusi ini, Head of Analytics JULO, Martijn Wieriks menegaskan pentingnya Big Data, khususnya untuk perusahaan financial technology (fintech) yang marak berkembang saat ini di Indonesia.

Machine Learning dan Artificial Intelligence (yang merupakan teknik Big Data) dapat menjadi solusi untuk permasalahan-permasalahan yang dihadapi fintech di Indonesia,” ucap Martijn.

Lanjut Martijn, Big Data dapat memberikan informasi yang mendalam tentang perilaku konsumen dan karakter keuangan konsumen, sehingga memudahkan pelaku fintech untuk membuat strategi bisnisnya.

Menambahkan pernyataan dari Martijn, CFO Kofera Billy Andrian mengatakan teknik-teknik di Big Data juga dapat memaksimalkan campaign digital marketing untuk pelaku UMKM dan perusahaan besar.

Untuk para pelaku bisnis di media sosial, Big Data juga memegang peranan yang penting. CEO Sonar Platform Indonesia, Amien Krisna mengatakan melalui Big Data, sebuah brand dapat menemukan influencer yang tepat sesuai dengan follower dari brand tersebut.

Influencer dapat ditentukan oleh data yang berdasarkan followers, engagement, hashtags, dan topik di media sosial,” jelas Amien.

Sementara itu, Managing Director Algoritma, Nayoko Wicaksono mengatakan kendala Big Data saat ini adalah tenaga kerja dan keterbukaan data. Nayoko menyayangkan jumlah pekerja di bidang Big Data dapat terbilang sedikit. Meskipun, semakin lama peminat untuk bekerja di bidang Big Data semakin banyak tiap tahunnya.

“Permasalahan Big Data itu jumlah peminat data science dan keterbukaan data di Indonesia,” ungkap Nayoko.

Keywords: Big Data, Machine Learning, Artificial Intelligence



Sumber: Azzahra Khairunnisa