Overburden Removal Batubara Samindo Lampaui Target

Overburden Removal  Batubara Samindo Lampaui Target
Samindo Resources ( Foto: ist )
Parluhutan / PAR Selasa, 23 Januari 2018 | 20:58 WIB

Jakarta - Realisasi pemindahan batuan penutup (overburden removal)batubara PT Samindo Resources Tbk (MYOH) sepanjang 2017 telah melampaui target yang telah ditetapkan. Hal ini ditunjukkan peningkatan volume sebesar 7,4% menjadi 51,6 juta bcm sepanjang tahun lalu.

Samindo Resources merupakan perusahaan holding yang memiliki bisnis inti penyediaan jasa pertambangan batubara, seperti overburden removal dan produksi batubara (coal getting), pengangkutan batubara (coal hauling), dan pemetaan geologi dan pemboran (geological mapping and drilling). Bisnis kontrak pertambangan batubara dijalankan melalui anak usahanya PT SIMS Jaya Kaltim (SIMS).

Investor Relations Samindo Ahmad Zaki Natsir mengatakan, aktivitas pemindahan batuan penutup yang merupakan sumber pendapatan utama perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,4% tahun 2017, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Peningkatan volume pemindahan batuan penutup tersebut telah melebihi target yang telah ditetapkan perseroan pada awal tahun.

“Pencapaian tersebut menjadi luar biasa di tengah berbagai kendala yang dihadapi perseroan tahun 2017. Kendala utama yang dihadapi tahun lalu adalah terhentinya kegiatan operasi akibat curah hujan tinggi. Curah hujan juga mengakibatkan peningkatan timbunan lumpur di dalam pit, sehingga beberapa alat berat harus digunakan untuk memindahkan lumpur,” ujar Investor Relations Samindo Ahmad Zaki Natsir melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Selasa (23/1).

Peningkatan overburden removal tersebut didapatkan dari beberapa proyek jasa pertambangan batubara perseroan, seperti peningkatan produksi batuan penutup dari tambang PT Kideco Jaya Aung sebesar 2,5%. Sedangkan pengerjaan proyek kontraktor batubara di tambang milik PT Bayan Resources Tbk (BYAN) juga sudah mulai menyumbang sebanyak 2,3 juta bcm tahun lalu. “Sumbangan proyek Bayan memang masih kecil akibat pengerjaan proyek baru dimulai pertengahan tahun 2017,” ungkapnya.

Zaki sebelumnya mengatakan, Samindo akan menaikan target belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar 343% menjadi US$ 13,8 juta tahun 2018. Dana ini akan dimanfaatkan untuk pembelian alat-alat berat. Peningkatan belanja modal tersebut bagian dari strategi perseroan untuk menaikkan overburden removal dan produksi batubara sesuai dengan kesepakatan perseroan dengan klien.



Sumber: Investor Daily