Survei Grant Thornton

Pelaku Bisnis di Indonesia Paling Optimistis di Dunia

Pelaku Bisnis di Indonesia Paling Optimistis di Dunia
Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani, bersama Head of Tax Grant Thornton Indonesia, Tommy David, saat pemaparan hasil survei Grant Thornton bertajuk "Asia Pacific: trading and thriving" di Restoran Tjikini Lima, Jakarta, Kamis, 1 Februari 2017. ( Foto: Beritasatu Photo/Feriawan Hidayat )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 1 Februari 2018 | 19:54 WIB

Jakarta - Laporan terbaru Grant Thornton bertajuk 'Asia Pacific: trading and thriving' mencatat pergerakan positif ekonomi di kawasan Asia Pasifik yang tergambar dari level optimisme bisnis mencapai titik tertinggi selama 2 tahun terakhir yaitu di angka 41 persen.

Optimisme bisnis di Asia Pasifik didorong fakta bahwa 50 persen dari pelaku bisnis memiliki keyakinan cukup tinggi akan stabilitas kondisi geolitik di kawasan Asia Pasifik yang tentunya akan menciptakan iklim bisnis kondusif untuk perdagangan bebas setidaknya 5 tahun kedepan.

Head of Tax Grant Thornton Indonesia, Tommy David, mengatakan, optimisme pelaku bisnis di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia yaitu mencapai 100 persen dibanding rata-rata ASEAN dan Asia Pasifik (APAC) yang keduanya berada di level 58 persen.

"Optimisme akan adanya peningkatan penjualan juga diyakini 72 persen pelaku bisnis di Indonesia, lebih tinggi dari rata-rata ASEAN di angka 58 persen dan APAC di angka 67 persen," kata Tommy, saat pemaparan hasil survei Grant Thornton 'Asia Pacific: trading and thriving' di Jakarta, Kamis (1/2).

Menurut Tommy, berdasarkan data survei, Grant Thornton mencatat ada tiga faktor pendukung utama yang diyakini pelaku bisnis di Indonesia. "Pertama, peningkatan secara konsisten jumlah kelas menengah. Kedua, peningkatan kerjasama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Ketiga, pengembangan infrastruktur lokal," tambahnya.

Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani, menambahkan, walaupun Indonesia cukup mencetak banyak data positif dibandingkan regional namun perlu digarisbawahi juga beberapa potensi area pengembangan dimana Indonesia masih berada di bawah rata-rata kawasan yaitu terkait peningkatan investasi di bidang research and development serta peningkatan investasi di bidang teknologi.

"Pelaku bisnis di Indonesia diharapkan mampu menyikapi secara bijak berbagai data positif perekonomian Asia Pasifik dengan mengatur strategi perdagangan mereka sebaik-baiknya serta melakukan review sedini mungkin atas kebutuhan area pengembangan yang menunjang industri mereka untuk menjaga tumbuhnya bisnis secara berkesinambungan," kata Johanna.