2019, Innosimulation Bidik Kontrak Simulator Rp 200 Miliar

2019, Innosimulation Bidik Kontrak Simulator Rp 200 Miliar
Simulasi penerjun salah satu produk PT Innosimulation Technology Indonesia (ITI). Tampak Deni Darojat Muslim selaku CEO dan Presiden Direktur perusahaan (kiri) dan perwakilan Innosiumlation dari Korea Selatan dalam ajang Indo Defence 2018 Expo & Forum di Jakarta Kamis 8 November 2018. ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 8 November 2018 | 19:18 WIB

Jakarta - Perusahaan teknologi berbasis simulation, virtual realty, dan augmented realty, PT Innosimulation Technology Indonesia (ITI) pada tahun 2019 membidik kontrak baru naik dua kali lipat menjadi Rp 200 miliar dibandingkan kontrak tahun ini yang diprediksi mencapai Rp 100 miliar. Target teknologi simulasi masih didominasi sektor militer.

"Pendapatan dan kontrak tahun depan diharapkan bisa mencapai Rp 200 miliar dibandingkan 2018 sebesar Rp 100 miliar," kata CEO dan Presiden Direktur PT Innosimulation Technology Indonesia (ITI) Deni Darojat Muslim di sela Indo Defence 2018 Expo & Forum’ di Jakarta, Kamis (8/11).

PT Innosimulation Technology Indonesia (ITI) yang merupakan perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan Innosimulation asal Korea Selatan ini membidik target pemasaran teknologi simulasi, yakni sektor militer, pendidikan dan hiburan. "Kontrak 2019 masih didominasi dari bidag militer" kata dia.

Deni menjelaskan, saat ini kebutuhan teknologi simulasi masih didominasi oleh TNI/Polri dengan persentase sekitar 80 persen. Posisi kedua sektor perhubungan seperti sekolah pelayaran, navigasi awak kapal, hingga penerbangan. Sisanya digunakan oleh pemerintahan dan industri swasta seperti entertaiment simulator taman hiburan. "Teknologi simulasi banyak diserap untuk melengkapi kebutuhan pelatihan (training)," kata dia.

Adapun 5 teknologi ITI yang diperkenalkan pada "Indo Defence 2018 Expo & Forum" yaitu Virtual Maintenance Trainer (VMT) merupakan platform pengembangan simulasi pelatihan untuk maintenance (perawatan) berbasis komputer dalam segala bidang seperti militer, otomotif, penerbangan, industri, medical dan lainnya.

Simulator ini digunakan dengan dua metode yakni dipandu oleh instruktur atau standalone (siswa belajar sendiri). "VMT membuat environment praktik lapangan dimasukkan ke dalam komputer di ruang kelas dalam bentuk 3D," kata dia.

Kedua adalah Wargaming Systems merupakan platform pengembangan simulasi perang berbasis komputer di dalam ruang kelas. Sistem ini menampilkan environment seperti pada aslinya dalam bentuk 3D. Platform ini telah banyak digunakan di mancanegara untuk berbagai simulasi. Teknolgi simulasi ini berbasis permainan dengan standar khusus untuk industri pertahanan serta menjadi unggulan simulasi pertempuran oleh tentara Amerika Serikat untuk program pelatihan.



Sumber: BeritaSatu.com