Penerapan SNI di Sektor Industri Naik Tajam

Penerapan SNI di Sektor Industri Naik Tajam
Airlangga Hartarto. ( Foto: Antara )
Leonard AL Cahyoputra / HK Kamis, 22 November 2018 | 21:57 WIB

Jakarta –Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengklaim, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) di sektor industri manufaktur naik tajam dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan itu terjadi pada penerapan SNI produk, proses, sistem, maupun personel. 

Hingga kini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memberlakukan 105 SNI secara wajib di berbagai sektor industri manufaktur. Sektor tersebut antara lain industri makanan dan minuman, tekstil dan aneka, logam, kimia dasar, kimia hilir, otomotif, serta elektronika.

“Penerapan SNI akan menjadi daya dorong bagi industri untuk memproduksi barang berkualitas dan terjamin keamanannya bagi konsumen, serta dapat memberikan kontribusi besar bagi upaya peningkatan daya saing industri manufaktur nasional di pasar domestik dan ekspor,” kata Menperin, Kamis (22/11).

Menperin mengapresiasi Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang telah menyelenggarakan SNI Award. Kegiatan ini dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menstimulasi peningkatan penerapan SNI oleh pelaku usaha maupun organisasi lainnya.
“Melalui SNI Award, diharapkan produsen, konsumen, dan masyarakat umum semakin menghargai aspek mutu, dan memahami perlunya berpartisipasi aktif dalam pengembangan dan penggunaan SNI sebagai referensi penyediaan dan permintaan pasar,” ujar dia.

Dia menambahkan, melalui SNI Award juga diharapkan para pelaku usaha mampu meningkatkan kinerja perusahaan untuk tumbuh berkembang menjadi institusi yang mampu bertahan dalam persaingan bisnis global, dan meningkatkan brand image sebagai perusahaan yang konsisten dalam menjaga kualitas produknya.

Kepala BSN Bambang Prasetya menyampaikan, tahun ini merupakan penyelenggaraan SNI Award yang ke-14 dengan jumlah pendaftar mencapai 208 organisasi atau perusahaan. Dari jumlah tersebut, yang lolos sampai tahaponsite atau kunjungan lapangan sebanyak 71 organisasi atau perusahaan. Pada tahap berikutnya, penilaian dilakukan oleh dewan juri kompeten, yang berasal dari industri, pemerintah, perguruan tinggi, dan pakar manajemen.

“Diharapkan SNI Award dapat menjadi acuan organisasi atau perusahaan untuk meningkatkan kinerja, karena dinilai dari berbagai aspek seperti manajemen dan kepemimpinan, fokus pada pelanggan, pengembangan sumber daya, pengelolaan atau realisasi produk, serta hasil bisnis,” ujar dia. 



Sumber: Investor Daily