Perum Perindo Siap Tampung Ikan Program CBF PJT II

Perum Perindo Siap Tampung Ikan Program CBF PJT II
Direktur Utama (Dirut) Perum Jasa Tirta (PJT) II Djoko Saputro (ketiga dari kiri) bersama Dirut Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda (keempat dari kiri) menunjukkan nota kesepahaman kedua perusahaan di Istora Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis, 6 Desember 2018. ( Foto: Suara Pembaruan / Asni Ovier )
Asni Ovier / AO Kamis, 6 Desember 2018 | 21:22 WIB

Purwakarta – Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) menyatakan kesiapan mereka untuk membeli hasil ikan dalam program perikanan berbasis budaya (Culture Base Fisheries/CBF) yang tengah dikembangkan Perum Jasa Tirta (PJT) II. Kesiapan Perum Perindo itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PJT II di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (6/12).

“Program CBF ini menarik dan kami siap bersinergi dengan PJT II sesuai dengan arahan Menteri BUMN Rini Suwandi,” ujar Direktur Utama (Dirut) Perum Perindo Risyanto Suanda. Dikatakan, program CBF yang dikembangkan PJT II tidak hanya berguna bagi pemulihan mutu air Waduk Jatiluhur, tetap juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Risyanto mengatakan, berdasarkan pengalamannya sebagai Dirut Perum Perindo, keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan sebuah program sangat penting. Dengan cara seperti itu, masyarakat bisa merasa memiliki.

Dikatakan pula, saat ini Perum Perindo kekurangan suplai ikan. Permintaan ikan saat ini sangat banyak, bahkan dari luar negeri, namun ketersediaannya belum mencukupi. Oleh karena itu, Perum Perindo siap membeli ikan-ikan yang dipanen dalam program CBF tersebut.

“Permintaan ikan ke Indonesia akhir-akhir ini meningkat. Bahkan, banyak yang dari luar negeri datang ke Indonesia. Ini peluang dan apa yang dilakukan PJT II ini sangat bagus,” ujarnya. Risyanto mengatakan, cara memanen ikan lewat program CBF lebih memberikan jaminan terhadap keberlangsungan suplai ikan.

Dirut PJT II, Djoko Saputro mengatakan, pihaknya mendapatkan bimbingan dan pembina dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mengembangkan progam CBF. Selain bisa menjaga kelestarian dan mutu air Waduk Jatiluhur, program CBF juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.

Saat ini, ikan yang disebar di sekitar Waduk Jatiluhur dalam program CBF antara lain ikan bandeng dan patin. Ukuran ikan-ikan tersebut sangat besar. “Kami mendapatkan bimbingan teknis dari KKP, yakni dengan mengubah budaya perikanan keramba jaring apung (KJA) menjadi CBF ini,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE