Jokowi: Startup Jangan Hanya Garap Bisnis Online, UMKM Offline Juga Menarik

Jokowi: Startup Jangan Hanya Garap Bisnis Online, UMKM Offline Juga Menarik
Presiden Joko Widodo didampingi Dirut BTN Maryono usai pembukaan Digital Startup Connect 2018 di Jakarta, Jumat, (7/12). ( Foto: Istimewa / - )
Carlos KY Paath / FMB Jumat, 7 Desember 2018 | 15:47 WIB

Jakarta – Dunia sedang menghadapi disrupsi dan revolusi industri 4.0. Hal ini membuka peluang terjadinya perubahan yang sangat besar, tiba-tiba, dan mengejutkan. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Digital Startup Connect 2018 di Jakarta, Jumat (7/12).

“Siapa yang bisa merespon secara cepat perubahan-perubahan yang ada, yang bisa cepat adaptasi cepat? Ya saudara-saudara semua. Dalam situasi yang disrupsi menurut saya justru membuka peluang bagi pendatang baru di ekonomi digital untuk berkompetisi,” kata Presiden.

Menurut Presiden, kesempatan bagi kaum muda untuk mengembangkan dunia usaha startup begitu terbuka. “Kesempatan bagi yang kecil untuk mencuri kesempatan. Kesempatan bagi anak-anak muda yang kreatif yang inovatif untuk menyalip di tikungan. Hanya mau menyalip enggak,” ujarnya.

Presiden menyatakan, dibutuhkan kerja keras yang inovatif. Berani bermimpi besar. Presiden menuturkan, anak-anak muda Indonesia cukup menguasai teknologi. Orientasinya pun memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat.

Presiden juga mengingatkan agar ekonomi digital secara offline perlu digarap. Artinya, jangan semata-mata hanya berurusan dengan yang online. Presiden mengungkapkan, dirinya kerap masuk ke desa, kampung, dan gang-gang kecil di suatu daerah.

“Saya hari minggu yang lalu bertemu dengan yang namanya usaha usaha mikro dan usaha super mikro di kampung. Jualannya apa? Banyak sekali. Gorengan, pisang goreng, ada yang jualan makaroni, nasi uduk,” ungkapnya.

Presiden menambahkan, problem yang dapat dilihat dari usaha itu yakni pemasarannya hanya di rumah, di gerobak. “Mereka tidak membangun brand, mereka tidak memiliki kemasan yang baik. Hal-hal seperti ini harus ada yang ngerjain offline,” imbuhnya.

“Bagaimana membuat sebuah packing yang baik, kemasan yang baik, ditempel dengan print yang bagus. Juga harus kita mulai kirim ke sana. Jangan sampai membangun brand-nya masih pisang sukamakmur, ya banyak seperti itu, nasi uduk sukamaju.”

Presiden optimistis apabila hal itu rampung, maka sekitar 62 juta usaha mikro di kampung digabungkan dengan bisnis daring akan
bermanfaat. “Jangan hanya bertumpu kepada online-nya saja. Saya ingin, kita semuanya ingin agar banyak rintisan-rintisan eksportir kecil-kecil yang mikro seperti ini yang bisa merambah global marketplace,” ujar Presiden. [Carlos KY Paath]



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE