Gubernur BI: Pesantren Penggerak Utama Ekonomi Syariah

Gubernur BI: Pesantren Penggerak Utama Ekonomi Syariah
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. ( Foto: Antara / Muhammad Adimaja )
Aichi Halik / AHL Kamis, 13 Desember 2018 | 20:37 WIB

Surabaya - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, pesantren merupakan lembaga yang mampu menerapkan perekonomian dan keuangan berbasis syariah serta tak dimiliki negara lain.

Dengan kekuatan itu, menurut Perry, kunci kemandirian pesantren terletak pada pendirian unit usaha dan komunikasi bisnis antarpesantren sebagai produsen serta pembinaan dari pesantren yang berkembang akan lebih maju.

"Nantinya ini akan membentuk mata rantai ekonomi syariah di Indonesia. Ada kelompok pesantren, ada kelompok pengrajin, ada pengusaha menengah, pengusaha besar. Di sini mereka tidak hanya bertemu tapi melakukan business matching," ujar Perry di Surabaya, Jatim, Kamis (13/12).

Karena itu, kata Perry, Bank Indonesia (BI) mendorong pengembangan kemandirian ekonomi syariah pesantren melalui tiga fase.

"Tiga fase tersebut, pertama pengembangan untuk ragam unit usaha berpotensi dengan memberdayakan kerja sama lintas pesantren," kata Perry di sela-sela pembukaan Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) ke-5 tahun 2018 di Surabaya.

Fase kedua, menjadikan pendorong kerja sama bisnis antarpesantren melalui sistem virtual market produk usaha pesantren sekaligus sebagai business matching.

Kemudian ketiga, pengembangan holding pesantren dan penyusunan standarisasi laporan keuangan untuk pesantren yang bertitel SANTRI (Sistem Akuntansi Pesantren Indonesia) bisa dimanfaatkan usaha pesantren.

Ketiga program tersebut, lanjut Perry, merupakan wujud pilar pertama dari tiga strategi utama Blueprint Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah Nasional. Di antaranya pemberdayaan ekonomi syariah lewat pengembangan ekosistem rantai nilai halal (halal value chain).

"Ekosistem ini akan memajukan sektor usaha syariah dengan pemberdayaan pelaku usaha besar, UMKM, hingga lembaga pesantren, berbagai aspek," ucap Perry.



Sumber: BeritaSatu TV