Jokowi: Pengemudi Transportasi Online Adalah Pekerjaan Masa Depan

Jokowi: Pengemudi Transportasi Online Adalah Pekerjaan Masa Depan
Presiden Joko Widodo ( Foto: Antara/Widodo S.Jusuf )
Carlos KY Paath / WBP Sabtu, 12 Januari 2019 | 12:29 WIB

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap kebanggaannya bertemu pengemudi transportasi online atau daring. Bagi Presiden, mereka merupakan orang-orang yang berani menembus batas.

“Berani keluar dari zona nyaman. Berani ke luar dari tradisi dan model pekerjaan baru, model pekerjaan masa depan. Transportasi online,” kata Presiden saat bersilaturahmi dengan pengemudi online di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/1).

Jokowi kadang merasa marah dan jengkel kalau ada yang meremehkan profesi pengemudi transportasi online. "Ini adalah sebuah pekerjaan mulia,” ujarnya.

Menurut Presiden, pengemudi memberikan pendapatan untuk menyejahterakan keluarga. Salah satu pengemudi dari Gojek, Mulyono pernah menyebut penghasilannya rata-rata Rp 200.000 -300.000 per hari.

Jika ditotal, maka sebulan menghasilkan Rp 6 juta. Dikurangi operasional Rp 50 ribu per hari, berarti Rp 4,5 juta per bulan. Jika dipotong hari Sabtu dan Minggu libur, kira-kira tersisa Rp 2,4 juta. “Kalau ada yang meremehkan, saya marah dan jengkel, karena ini jumlah yang besar. Pekerjaan ini memberikan kesempatan untuk ambil waktu sebebas-bebasnya,” ungkap Presiden.

Presiden menuturkan, perkembangan inovasi tetap perlu diimbangi dengan regulasi. Terkadang, inovasi lebih cepat daripada peraturan. Hal ini berlaku di semua negara. “Barang ke luar, regulasi belum siap. Jangan dibilang hanya Indonesia saja. Paling penting dengan adanya pengemudi online, taksi online, ojek online, konsumen senang, saudara senang,” ucapnya.

Presiden telah memerintahkan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi agar menyiapkan regulasi. Peraturan Menhub Nomor 118/2018 tentang Penyelenggaraan telah diterbitkan.

Presiden juga meminta pengemudi agar berhati-hati dalam bekerja. Khususnya, yang berkendara sambil berkomunikasi melalui telepon genggam. Jangan sampai karena kecerobohan, terjadi kecelakaan. “Saya titip hati-hati, karena Bapak/ Ibu sekalian memiliki keluarga. Jangan sampai terjadi sekecil apa pun kecelakaan. Kita ingin berangkat selamat, pulang selamat,” imbaunya.

Sementara itu, Menhub menyatakan, industri angkutan daring berlangsung dengan baik. “Memberikan kesempatan kerja yang baik dan memberikan layanan kepada masyarakat,” kata Budi.

Pihaknya sudah melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan pemangku kebijakan, pengemudi, termasuk asosiasi. Pemerintah akan mengatur satu peraturan yang berasaskan kesetaraan, keadilan dan melibatkan keselamatan. “Kami harapkan peraturan ini memberikan situasi, kondisi yang win-win antara pengemudi, aplikator, dan penumpang. Utama bagi pengemudi adalah keselamatan,” ucapnya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE