BPJSTK Serahkan Alat Pelindung Diri kepada Pekerja

BPJSTK Serahkan Alat Pelindung Diri kepada Pekerja
Ketua PengurusYayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Henry C. Widjaja (kiri) berbincang denganKepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cikarang Achmad Fathoni disela-sela silaturahmi BPJS Ketenagakerjaan bersama UMKM mitra YDBA di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (9/11/18). Ribuan pekerja UMKM mitra YDBA siap dilindungi BPJS Ketenagakerjaan. ( Foto: beritasatu photo / mohammad defrizal )
Siprianus Edi Hardum / EHD Selasa, 15 Januari 2019 | 12:05 WIB

Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) menyerahkan secara simbolis secara simbolis alat pelindung diri (APD) kepada perusahaan peserta BPJSTK dalam acara apel Bulan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Nasional di Jakarta, Selasa (15/1).

Perusahaan peserta yang menerima secara simbolis APD itu yang diserahkan secara langsung oleh Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif adalah PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, dan PT Wijaya Karya. Total 450 paket APD yang terdiri dari sepatu boot, helm proyek, dan sarung tangan kerja.

Krishna mengatakan, penyerahan APD itu sebagai salah satu bentuk kepedulian BPJSTK kepada pekerja di Indonesia. Ia menegaskan, BPJSTK berpartisipasi aktif dalam mendukung kegiatan preventif tahunan guna menyadarkan para pekerja akan pentingnya prinsip K3 untuk dilaksanakan dalam pekerjaan sehari-hari dengan banyak instrument keselamatan dalam bekerja.

APD tersebut berfungsi sebagai upaya preventif dalam menekan angka kecelakaan kerja di Indonesia pada sektor konstruksi guna memastikan aktifitas pekerjaan yang dilakukan pekerja sudah memenuhi standar keamanan.

Krishna menyampaikan, bantuan yang diberikan itu sebagai bentuk partisipasi BPJSTK dalam aspek promotif dan preventif dalam penekanan angka kecelakaan kerja serta peningkatan pelayanan kepada para pekerja yang menjadi peserta BPJSTK yang senantiasa dilindungi dalam pekerjaannya sehari-hari.

Program jaminan sosial Ketenagakerjaan memberikan perlindungan sejak pekerja berangkat dari rumah, saat bekerja, hingga kembali lagi ke rumah. Melalui program ini, pemerintah telah memberikan jaminan kepada seluruh pekerja Indonesia bila terjadi resiko yang tidak diharapkan pada saat melakukan pekerjaan.

Melalui peringatan Bulan K3 ini, pihaknya ingin mengajak seluruh pekerja Indonesia agar senantiasa memperhatikan dan menggunakan APD di tempat kerja sesuai dengan bidang pekerjaannya.

“Bekerja sesuai standar prosedur keamanan dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tentunya dapat membuat rasa aman dalam bekerja dan produktifitas menjadi meningkat,” kata dia.

Pada kecelakaan kerja BPJSTK menerima laporan hingga November 2018 mencapai 157.313 kasus dengan pembayaran jaminan sebesar Rp 1,097 miliat, data tersebut menunjukkan masih tingginya angka kecelakaan kerja yang terjadi di Indonesia.

 



Sumber: BeritaSatu.com