2019, Smelting Garap 1,1 Juta Ton Konsentrat Tembaga Freeport

2019, Smelting Garap 1,1 Juta Ton Konsentrat Tembaga Freeport
Ilustrasi Smelter. ( Foto: The Jakarta Globe/Yusuf Ahmad )
Rangga Prakoso / WBP Senin, 11 Februari 2019 | 16:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Smelting, perusahaan peleburan dan pemurnian tembaga di Gresik, Jawa Timur menyatakan produksi sepanjang tahun ini mencapai 1,1 juta ton konsentrat tembaga. Adapun bahan baku konsentrat itu selama ini dipasok PT Freeport Indonesia dari tambang Grasberg di Mimika, Papua.

Manager General Affair PT Smelting, Sapto Hadi mengatakan Freeport memang mengumumkan adanya penurunan produksi karena peralihan metode pertambangan dari penambangan terbuka (open pit) menjadi bawah tanah. Namun dia menyebut Freeport berkomitmen memasok seluruh produksi 1,1 juta konsentrat tembaga kepada Smelting pada tahun ini. "Penurunan produksi tambang Freeport ini tak akan berpengaruh terhadap produksi kami," kata Sapto dalam jumpa media di Jakarta, Senin (11/2).

Sapto menuturkan, 1,1 juta ton konsentrat tembaga akan menghasilkan 291.000 ton produk utama katoda tembaga dengan tingkat kemurnian 99,99 persen. Kemudian produk samping 1,04 juta ton sulphuric acid (asam sulfat) dan sekitar 805.000 ton terak tembaga (copper slag).

"Dengan proyeksi produksi seperti itu, kami masih tetap bisa menjaga komitmen untuk memenuhi pasokan katoda tembaga terbaik ke pelanggannya, baik di dalam negeri maupun luar negeri," tutur Sapto.

Dikatakannya, Smelting juga tetap mampu menjaga komitmen untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah melalui pasokan asam sulfat ke pabrik pupuk Petro Kimia Gresik. Selain itu, berkomitmen kepada industri semen, beton, dan galangan Kapal yang memerlukan pasokan slag tembaga.

"Kami juga tetap menjaga kontribusi neraca perdagangan Jawa Timur. Selama ini menjadi kontributor terbesar kedua komoditas ekspor Jawa Timur," ujar Sapto.



CLOSE