Pengembangan Pelabuhan Sibolga Rampung

Pengembangan Pelabuhan Sibolga Rampung
PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I telah merampungkan 100 persen pengembangan Pelabuhan Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Senin, 11 Februari 2019 | 21:26 WIB

Sibolga, Beritasatu.com - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I telah merampungkan 100 persen pengembangan Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara.

Dengan pengembangan Pelabuhan Sibolga ini mampu menekan biaya logistik di mana arus barang yang melewati Pelabuhan Sibolga semakin meningkat. Peningkatan kinerja pelayanan juga terlihat dari peningkatan arus barang.

"Sangat strategis karena pelabuhan Sibolga ini berada di sisi barat pulau Sumatra, jadi ini adalah pintu masuk dari semua aktifitas pergerakan barang dan orang yang masuk ke Sumatra bagian barat," kata SVP Corporate Secretary Pelindo I, Muhammad Eriansyah, di Pelabuhan Sibolga, Senin (11/2).

Menurut Eriansyah, proyek ini meliputi pengembangan dermaga serbaguna dengan panjang keseluruhan 153 meter (m), pembangunan container yard, perkuatan dermaga, trestle dan breasting dolphin, pemasangan crane dermaga (fix crane), penataan terminal penumpang, serta perluasan dermaga kapal feri seluas 400 m2.

"Kami telah menyelesaikan perluasan dermaga multipurpose, perluasan dermaga feri, serta revitalisasi terminal penumpang dan pembangunan sky bridge dengan panjang 150 m yang menghubungkan dermaga feri dengan terminal penumpang,” ujar Eriansyah.

Sementara untuk layanan penumpang, jumlah total penumpang yang memanfaatkan jasa pelabuhan selama 2018 mencapai 73.085 orang, meningkat 34,80% jika dibanding tahun 2017 sebesar 54.215 orang.

Pengembangan Pelabuhan Sibolga juga dirasakan manfaatnya oleh para pengguna jasa, seperti yang diungkapkan oleh Limbong, pengguna jasa dari PT Mujur Timber yang mendukung pengembangan Pelabuhan Sibolga.

“Pengembangan Terminal Penumpang Sibolga sangat berguna untuk naik turunnya penumpang pengguna transportasi laut dan pengoperasian fix crane serta fasilitas pelengkap lainnya semakin memudahkan bongkar muat barang untuk kegiatan ekspor impor,” ucap Limbong.



Sumber: BeritaSatu TV