Antisipasi Pertumbuhan Bisnis, SMI Bangun Pusat Logistik di Cibitung

Antisipasi Pertumbuhan Bisnis, SMI Bangun Pusat Logistik di Cibitung
PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI) meresmikan logistic center di atas lahan seluas 20.000 m2 di kawasan MM2100 Industrial Estate, Cibitung, Senin (25/2/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 25 Februari 2019 | 15:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI) meresmikan pusat logistik atau logistics center di atas lahan seluas 20.000 meter persegi (m2), yang berlokasi di kawasan MM2100 Industrial Estate, Cibitung, Jawa Barat (Jabar), Senin (25/2/2019).

Presiden Direktur PT Synnex Metrodata Indonesia, Agus Honggo Widodo, mengatakan, logistic center setinggi 4 lantai dengan luas bangunan 22.000 m2 ini, dibangun di atas lahan seluas 5.500 m2. Pembangunan pusat logistik ini, untuk mengantisipasi pertumbuhan bisnis 5 tahun ke depan. Sedangkan kelebihan lahan akan dimanfaatkan oleh perusahaan untuk proyeksi ke depan sesuai dengan perkembangan bisnis.

"Pembangunan logistic center merupakan salah satu strategi perusahaan dalam membangun kompetensi sebagai perusahaan distribusi atas sarana logistik,” kata Agus.

Agus menambahkan, biaya pembangunan logistics center ini sebesar Rp 120 miliar, di luar dari biaya pembelian tanah sebesar Rp 61 miliar. "Logistics center ini sudah mulai beroperasi pada bulan Desember 2018," tambah Agus.

Menurut Agus, bisnis logistik merupakan salah satu core business SMI sebagai distributor. Dengan mempertimbangkan volume perdagangan SMI yang terus meningkat, manajemen melihat perlunya memiliki logistics center sendiri. Secara jangka panjang, tentunya hal ini lebih menguntungkan dari sisi efisiensi biaya maupun nilai propertinya yang terus meningkat. Di luar dari biaya investasi, SMI dapat menghemat biaya logistik di area Jabodetabek sebesar kurang lebih 35 persen dibandingkan dengan menyewa kepada pihak lain.

"Dalam bisnis distribusi yang menjadi kompetensi utama adalah sarana logistik dan sistem yang mengatur seluruh proses. Hal tersebut merupakan bagian dari visi kami yang dapat kami realisasikan sehingga kami dapat menunjukkan kepada stakeholder bahwa kami sudah memiliki core business untuk mendukung mitra bisnis sehingga pengiriman barang menjadi lebih efisien,” tandas Agus.

Dalam mengelola logistik, tambah Agus, SMI diperkuat dengan solusi Warehouse Management System (WMS) yang dapat diandalkan, canggih, dan mengadopsi sistem komputerisasi terkini dan proses pelayanannya melalui solusi Transport Management System (TMS) guna mendukung proses pengiriman.

Mitra bisnis dapat memantau langsung progres order yang mereka lakukan melalui Point of Delivery App yang diperkuat oleh SAP Cloud Platform (SCP), dengan menggunakan fitur-fitur Tracking Position, Fleet information, dan Delivery status.

Layanan 24/7 order tracking solution juga dapat diakses, proses pembelian dan pemesanan dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun. Dengan menggunakan WMS dan TMS membuat pekerjaan menjadi lebih efisien dari sisi akurasi dan kecepatan. Akurasi atas jumlah barang yang banyak dan bervariasi dapat mengurangi human error. Sedangkan kecepatan merupakan transformasi dari penggunaan kertas ke sistem.



Sumber: BeritaSatu.com