2018, PGN Salurkan Gas Bumi 3.102 Mmscfd

2018, PGN Salurkan Gas Bumi 3.102 Mmscfd
PT Perusahaan Gas Negara Tbk memastikan seluruh SPBG yang dikelola perusahaan beroperasi normal dan pasokan BBG aman dan lancar. ( Foto: PGN )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 25 Februari 2019 | 16:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sepanjang 2018 menyalurkan gas bumi sebesar 3.102 juta kaki kubik per hari (Mmscfd). Perinciannya, volume gas distribusi sebesar 963 Mmscfd dan volume transmisi gas bumi sebesar 2.139 Mmscfd.

"Sejalan dengan sub holding gas, perseroan berkomitmen menggenjot layanan bagi masyarakat, termasuk segmen industri," kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama saat media gathering di Jakarta, Senin (25/2/2019).

Tercatat selama 2018, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, 1.984 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Selain itu, terdapat 177.710 pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan investasi PGN. "Pelanggan gas bumi PGN tersebar di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKl Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong, Papua Barat," kata Rachmat.

Saat ini, PGN telah mengelola dan menyalurkan gas bumi untuk sektor transportasi melalui 10 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan empat Mobile Refueling Unit (MRU). Untuk menunjang penyaluran serta keandalan jaringan dan pasokan gas ke pelanggan, PGN mengoperasikan dua Floating Storage Regasification Unit (FSRU) yakni di Jawa Barat dan Lampung.

Di sisi lain, sejumlah proyek infrastruktur sedang digarap PGN, mulai proyek pipa gas transmisi Duri-Dumai sepanjang 67 km, termasuk pipa distribusi gas di Dumai sepanjang 56 km. Selain itu, pipa di Purwakarta-Subang dan Jargas Kota di Dumai, Karawang, Purwakarta, Cirebon, Bojonegoro, Lamongan, Pasuruan, Probolinggo, Kutai Kartanegara, Banggai, Aceh Utara, Palembang, Jambi, Depok, Bekasi, Kabupaten Mojokerto, Kota Mijokerto dan Kabupaten Wajo.

Tidak hanya proyek infrastruktur pipa gas, PGN juga fokus mongembangkan infrastruktur jaringan gas rumah tangga (jargas), sesuai amanah Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyediaan dan Pendristribusian Gas Bumi melalui Jaringan Transmlsi dan/atau Distn‘busi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil.

Sepanjang 2018, PGN berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 3,87 miliar meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 3,57 miliar. Pendapatan emiten berkode PGAS tersebut, terutama diperoleh dari hasil penjualan gas sebesar US$ 2,79 miliar dan penjualan minyak dan gas sebesar US$ 585 juta.

PGN mampu mengoleksi laba bersih sebesar US$ 304,9 juta atau ekuivalen Rp 4,34 triliun. Dengan torehan itu, maka EBITDA meningkat menjadi sebesar US$ 1,19 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 1,08 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com