Dana Desa Belum Efektif Turunkan Tingkat Pengangguran

Dana Desa Belum Efektif Turunkan Tingkat Pengangguran
Wakil Direktur Institue for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listyanto ( Foto: Herman / Herman )
Herman / MPA Kamis, 14 Maret 2019 | 18:08 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Direktur Institue for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listyanto mengungkapkan, kebijakan pemerintah menggelontorkan dana desa belum berpengaruh terhadap penciptaan lapangan kerja di desa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Eko memaparkan tingkat pengagguran di desa naik dari 4,01% di 2017 ke 4,04% di 2018.

“Dari data BPS, pengangguran di pedesaan pada 2015 dan 2016 memang menurun. Tetapi dari 2017 ke 2018 mengalami peningkatan. Meskipun naiknya relatif kecil, tetapi tetap saja itu kenaikan yang tidak baik,” kata Eko Listyanto, di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Melihat data tersebut, Eko mengatakan dana desa yang selama ini digelontorkan oleh pemerintah nyatanya belum menjadi obat mujarab untuk menyelesaikan persoalan kesejahteraan di perdesaan. Padahal dana tersebut setiap tahunnya terus meningkat.

Selain tingkat pengaggran di desa yang meningkat, Eko mengatakan efektiftas pelatihan untuk meningkatkan keterampilan calon tenaga kerja juga masih rendah. Dari sekitar 7 juta pengangguran di Indonesia saat ini, sekitar 1 juta lebih pengangguran tersebut pernah mengikuti pelatihan maupun sertifikasi. Artinya, tidak ada jaminan bahwa setelah ikut pelatihan akan dapat pekerjaan.

“Sarana dan materi pelatihan perlu adaptif mengikuti dinamika yang berkembang di pasar tenaga kerja, sehingga skill yang diajarkan memang benar-benar dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja,” kata Eko.



Sumber: BeritaSatu.com