Emas Turun di Bawah US$ 1.300 Akibat Penguatan Dolar

Emas Turun di Bawah US$ 1.300 Akibat Penguatan Dolar
Ilustrasi emas. ( Foto: Antara / Sigid Kurniawan )
/ WBP Jumat, 15 Maret 2019 | 08:45 WIB

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (15/3/2019), kembali berada di bawah US$ 1.300 tertekan pengutaan dolar.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April, jatuh US$ 14,20 atau 1,08 persen, menjadi US$ 1.295,10 per ounce, sehari setelah logam mulia ini naik di atas US$ 1.300.

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, naik 0,31 persen menjadi 96,77 tepat sebelum penyelesaian (penutupan) emas.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak ke arah yang berlawanan, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

"Aksi ambil untung dari kenaikan baru-baru ini juga menyebabkan harga emas jatuh," kata para analis.

Sementara investor tampaknya telah mengabaikan gejolak seputar proses Brexit, terutama setelah anggota parlemen Inggris pada Rabu (13/3/2019) memilih untuk menolak setiap Brexit yang tanpa ada kesepakatan. Anggota parlemen Inggris sekarang berupaya untuk menunda Brexit hingga 30 Juni, tetapi setiap perpanjangan proses harus mendapatkan persetujuan dari Uni Eropa.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 28,5 sen AS atau 1,84 persen, menjadi US$ 15,171 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun US$ 14,6 atau 1,73 persen, menjadi US$ 827,10 per ounce.



Sumber: Xinhua, Antara