Minggu, Presiden Resmikan MRT Fase 1 dan Groundbreaking Fase 2

Minggu, Presiden Resmikan MRT Fase 1 dan Groundbreaking Fase 2
Jokowi menjajal MRT diapit Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan Dirut PT MRT Jakarta, William Sabandar. ( Foto: B1/Primus Dorimulu )
Thresa Sandra Desfika / WBP Selasa, 19 Maret 2019 | 14:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu (24/3/2019) akan meresmikan pengoperasian Moda Raya Terpadu (mass rapid transit/MRT) Jakarta fase 1 Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) sekaligus pemancangan tiang pertama (groundbreaking) MRT fase 2 lintas Bundaran HI-Jakarta Kota.

"Minggu (24/3) termasuk groundbreaking fase berikutnya untuk selatan-utara, sekaligus kita ingin percepat timur-barat," ungkap Presiden Jokowi saat menjajal MRT Jakarta dari Bundaran HI-Lebak Bulus, Selasa (19/3/2019).

Presiden Jokowi mengungkapkan, belum ada ketetapan tarif MRT karena masih dibahas antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta. Namun Presiden Jokowi mengharapkan, tarif sudah diputuskan sebelum peresmian.

Presiden Jokowi menuturkan, masyarakat sangat antusias menggunakan MRT Jakarta pada masa uji coba publik yang dimulai 12 Maret 2019 lalu. "Tadi sebagai contoh, beberapa orang mau makan dari HI turun di Senayan, tidak ada 10 menit lalu balik lagi ke kantornya. Saya kira ini adalah budaya, peradaban baru yang harus kita biasakan," imbuh Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi berharap, setelah MRT resmi beroperasi, masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi publik. "Terutama untuk pengguna mobil dan sepeda motor di jalur ini, kita mengajak agar mulai beralih ke MRT yang sangat nyaman," ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menambahkan, pemerintah terus menyiapkan pembangunan moda perkeretaapian di Jakarta sehingga nantinya total panjang lintasan mencapai 230 km di Jabodetabek. "Nanti kalau sudah semuanya, kurang lebih 230 km seluruh DKI dan Jabodetabek, nanti Gubernur DKI akan menerapkan ERP (electronic road pricing) sehingga mau tidak mau kita paksa pemilik mobil beralih ke moda raya transportasi ini," terang Presiden.

Menurut dia, dengan hadirnya MRT Jakarta bisa menciptakan budaya baru, terutama dalam hal budaya mengantre dan tepat waktu. "Yang terpenting adalah peradaban baru, membangun budaya baru, bagaimana mengantre, bagaimana masuk ke MRT dan tidak terlambat supaya terjepit di pintu. Itu budaya baru, peradaban baru. Ini yang kita kenalkan sehingga masyarakat betul-betul tahu bagaimana MRT bergerak dari satu stasiun ke stasiun yang lain, dari satu titik ke titik yg lain," imbuh Presiden Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com