Menkeu Targetkan Penurunan Peredaran Rokok Ilegal

Menkeu Targetkan Penurunan Peredaran Rokok Ilegal
Sri Mulyani. ( Foto: Istimewa )
Arnoldus Kristianus / FER Kamis, 21 Maret 2019 | 15:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah menargetkan untuk mengurangi jumlah peredaran rokok ilegal menjadi 3 persen. Untuk mengurangi jumlah rokok ilegal, dibutuhkan sinergi lintas Kementerian/Lembaga (K/L).

Baca Juga: Polres Lumajang Sita Ribuan Rokok Tanpa Pita Cukai

"Saya mendengar dan sangat simpati dengan keinginan menurunkan jumlah perokok. Tugas saya sekarang membuat pra kondisi agar kondisi kenaikan cukai akan mengurangi gejolak sosial dan munculnya kriminal baru dalam bentuk rokok ilegal," kata Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, saat menjadi pembicara dalam acara Youth Town Hall, di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Sri Mulyani mengatakan, instrumen fiskal yang dipakai untuk mengurangi jumlah konsumsi rokok adalah cukai rokok. Dalam mengenakan tarif cukai rokok harus berunding dengan sejumlah kementerian, serta kalangan pelaku industri rokok dan pemerintah daerah (Pemda). Sebab, jika hanya menaikan jumlah cukai rokok sebesar besarnya saja malah akan memberikan dampak negatif yaitu meningkatkan peredaran rokok ilegal.

"Kita harus membahas titik mana yang dipilih keseimbangannya. Kami hanya sebagai regulator, cukai ini hasil dari keputusan bersama. Kala kita lihat dampak negativ sudah ada namun tetap membutuhkan evidence based policy,” ucap Sri Mulyani.

Baca Juga: Bea Cukai Musnahkan 2 Juta Batang Rokok Ilegal

Sri Mulyani menambahkan, dalam icukai rokok memang sudah mulai dijalankan bahwa pemerintah akan memberikan sinyal untuk menaikan cukai rokok secara bertahap. Sehingga, saat cukai rokok dinaikan maka industri sudah mengantisipasi.

"Mereka (industri) harus disiapkan bahwa ini sunset industri maka harusnya industri ini harus makin menurun. Sehingga saat kami naikan tidak besar pengaruhnya ke tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Sri Mulyani.

 



Sumber: Investor Daily