Lippo Cikarang Gelar Fogging dan Penyuluhan DBD

Lippo Cikarang Gelar Fogging dan Penyuluhan DBD
Head Of Township Services PT Lippo Cikarang Tbk, Agna Sujuddiena, menyerahkan bibit pohon serai kepada Camat Cikarang Selatan, Sopian Hadi, saat kegiatan "Lippo Cikarang Semangat Berbagi" di RT 14A/RW 05, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabuparen Bekasi, Sabtu (23/3/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / WBP Sabtu, 23 Maret 2019 | 14:18 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) melakukan pengasapan (fogging) terhadap nyamuk deman berdarah dengue (DBD), penyuluhan pencegahan dan memberikan bibit pohon serai ke warga Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (23/3/2019). Hadir dalam acara tersebut, Camat Cikarang Selatan Sopian Hadi‎.

Saat ini, korban meninggal akibat DBD di Desa Pasirsari sebanyak dua orang. Lippo Cikarang berupaya membantu warga Desa Pasirsari yang berpenduduk sekitar 40.000 jiwa‎ itu untuk memberantas penyebaran DBD.

"Kegiatan Lippo Cikarang Semangat Berbagi ini merupakan wujud tanggung jawab sosial (corporate social responsibilty/CSR) Lippo Cikarang terhadap masyarakat sekitar. Kami berusaha mengantisipasi agar epidemi penyakit ini dapat dihindari," ‎ujar Head of Township Services PT Lippo Cikarang Tbk, Agna Sujuddiena, saat memberikan sambutan ‎di RT 14A/RW 05 Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Sementara Ketua Corporate Social Responsibility (CSR) PT Lippo Cikarang Tbk, Ju Kian Salim, menambahkan maraknya penyakit DBD di Indonesia dan khususnya di Kabupaten Bekasi, membuat perseroan menaruh kepedulian kepada masyarakat. "Perseroan merasa perlu memastikan agar warga sekitar tetap aman dan tidak terjangkit DBD dengan cara memberikan penyuluhan, fogging, dan pemberian bibit serai kepada warga," ujar Ju Kian Salim.

Ju Kian Salim melanjutkan, program ini diharapkan dapat menjadi proyek percontohan RT/RW di Kabupaten Bekasi agar bebas dari DBD.

Camat Cikarang Selatan Sopian Hadi‎ mengapresiasi program CSR Lippo Cikarang ini. "Inilah kampung saya, yang infrastrukturnya masih begini. Mudah-mudahan dengan program ini dapat membantu membenahi warga di Cikarang Selatan," ujar Sopian Hadi.

‎Sopian Hadi mengatakan, Desa Pasirsari merupakan wilayah yang perlu dibenahi, karena masyarakatnya kurang peduli dengan lingkungan sekitar. "Ini kampung kami, kampungnya berantakan, ada bongkaran rumah, seng di mana-mana, jemuran pakaian. Ini tugas saya bersama warga Pasirsari, warga Kabupaten Bekasi. Tempat sampahnya diberesin, drainase juga nanti dibagusin. Jangan sampai kejadian yang kemarin, ada yang meninggal terulang kembali," harap Sopian Hadi.

‎Sopian Hadi juga mengajak warga untuk menjaga lingkungan sekitar rumahnya. "Ayo ibu-ibu gerakkan kegiatan Jumsih, Jumat Bersih-bersih. Karena ini bukan tugas pemerintah daerah saja, kecamatan saja, kepala desa saja, tapi tugas semua warga Pasirsari menjaga lingkungan tetap bersih," ungkap Sopian Hadi.

Ketua RT 14A/RW 05, Hasyim‎, mengatakan, selama bulan Maret ini terdapat seorang meninggal di wilayahnya. Satu orang lagi, meninggal di wilayah RT 14B. "Total sudah ada dua orang meninggal, masih anak-anak, umur sekitar 5 tahun. Keduanya, bukan warga sini, hanya mengontrak di sini," tutur Hasyim.

‎Saat yang bersamaan, juga dibentuk Relawan Pemantau Jentik (Rematik) RT 14A Desa Pasirsari. Ada sekitar 25 anggota yang merupakan ibu-ibu rumah tangga.

"Pembentukan Rematik di RT 14A akan menjadi pilot project di tempat lain. Diharapkan, ditempat lain juga akan terbentuk relawan seperti ini untuk memantau jentik nyamuk di sekitar rumahnya," ujar Kepala Puskesmas UPTD Cibatu, drg Ary Susanti.

Menurutnya, bibit pohon serai yang dibagikan sangat membantu warga dalam mengusir nyamuk di dalam rumah. Nanti, pohon serai setinggi 50 cm dalam polybag tersebut akan ditaruh di kamar mandi.

Penyuluhan terhadap penyakit DBD dilakukan oleh dokter‎ RS Siloam Hospitals.



Sumber: Suara Pembaruan