E-Commerce Bukan Penyebab Lesunya Bisnis Ritel

E-Commerce Bukan Penyebab Lesunya Bisnis Ritel
Staf Ahli Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Yongky Susilo. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / FER Kamis, 28 Maret 2019 | 20:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Staf Ahli Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Yongky Susilo, mengatakan, perlambatan atau bahkan penurunan kinerja penjualan ritel konvensional bukan disebabkan oleh perkembangan e-Commerce atau perdagangan online. Dari total revenue ritel Indonesia, yang berasal dari belanja online hanya sekitar 2 persen hingga 3 persen.

"Pertumbuhan e-Commerce memang cepat sekali, tetapi base-nya masih sangat kecil. Jadi kalau dibilang e-Commerce yang menyebabkan ritel konvensional slow down, itu tidak benar. Kontribusinya hanya 2 persen hingga 3 persen saja, jadi tidak mungkin. Kita (ritel konvensional) punya Rp 8.000 triliun, sementara e-Commerce hanya Rp 120 triliun," kata Yongky Susilo, di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Untuk belanja FMCG (Fast Moving Consumer Goods) yang melalui belanja online, Yongky mengatakan, kontribusinya bahkan lebih kecil lagi. Tidak seperti di negara lain seperti Korea Selatan (Korsel) dan Singapura. Yang justru banyak dicari di platform online seperti fashion, gadget, dan travel.

"Di Indonesia, distribusi barang-barang FMCG sangat luar biasa. Setiap kita jalan 10 meter, barangnya bisa ketemu. Jadi tidak perlu belanja online. Hanya ada dua kategori yang besar di e-Commerce, yaitu baby product seperti susu, pampers, dan alat-alat bayi, serta kategori kosmetik," terang Yongky.

Bila ada anggapan kalau e-Commerce akan menguasai pasar dagang di masa datang, Yongky mengatakan jawabannya bisa iya, tetapi bisa juga tidak.

"Ritel itu adalah teori evolusi. Siapa yang tidak berevolusi, dia akan mati. Apakah online tahan mati? Tidak juga. Tetap dia juga harus berevolusi. Begitu juga untuk ritel konvensional. Kalau ada yang mati, itu karena mereka tidak berevolusi mengikuti kebutuhan konsumen. Sekarang ini mereka maunya serba mudah. Tidak mau direpotkan saat mencari barang atau ketika bayar, jadi harus juga memanfaatkan teknologi," tegas Yongky.



Sumber: BeritaSatu.com