UKM Sulit Masuk Pasar Global Karena Tidak Ada Jaringan Internasional

UKM  Sulit Masuk Pasar Global Karena Tidak Ada Jaringan Internasional
Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Ngurah Puspayoga memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional I International Council for Small Business (ICSB) di Pendopo Bupati Sleman, Yogyakarta, Jumat (29/3/2019). ( Foto: Ismewa )
Siprianus Edi Hardum / EHD Minggu, 31 Maret 2019 | 14:19 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Ngurah Puspayoga mengatakan masih banyak usaha kecil dan menengah (UKM) sulit menembus pasar ekspor karena kemampuan jaringan internasionalnya masih rendah. Disamping itu, bagi sebagian UKM, ekspor masih mahal apalagi jika menggunakan bahan baku impor.

Hal itu disampaikan Anak Agung Ngurah Puspayoga dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional I International Council for Small Business (ICSB) di Pendopo Bupati Sleman, Yogyakarta, Jumat (29/3/2019) sebagaimana dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (31/3/2019).

Anak Agung Ngurah Puspayoga mengatakan, pemerintah sudah membuat berbagai kebijakan yang memberi kemudahan bagi UKM melakukan ekspor. Salah satunya adalah dengan program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), yang memberikan pembebasan bea masuk bahan baku impor untuk produk tujuan ekspor bagi UKM.

Selain itu, kebijakan pemberian hak atas kekayaan intelektual (HAKI) yakni hak hak cipta dan hak merek gratis bagi UKM. “Maka pelaku UKM memiliki perlindungan terhadap produknya dan tidak perlu takut lagi untuk ekspor. Serta kebijakan lainnya, seperti penurunan bunga KUR dan penurunan pajak UKM dan koperasi,” kata Anak Agung Ngurah Puspayoga.

Namun, faktanya UKM sulit menembus ekspor karena minim pengetahuan terhadap jaringan pasar global. Dalam hal inilah, dikatakan Puspayoga, ICSB Indonesia membantu UKM untuk masuk ke pasar internasional.

"Jaringan internasional ini harus kita tangkap, dilain pihak ada ICSB fokus pada ekspor," kata Anak Agung Ngurah Puspayoga.
Anak Agung Ngurah Puspayoga bersama Hermawan Kartajaya merupakan pendiri ICSB Indonesia. ICSB Indonesia membantu pengembangan UKM di tanah air bersama empat pilar, yaitu pemerintah, pelaku usaha, akademisi dan peneliti. "Saya tertarik ikut mendirikan ICSB karena fokusnya pada ekspor produk UKM," lanjut Puspayoga.

ICSB berkantor pusat di Washington merupakan organisasi nonprofit global
beranggotakan 80 negara memiliki afiliasi regional di 16 negara, termasuk Indonesia. ICSB berfungsi sebagai organisasi payung yang mengintegrasikan kegiatan beragam organisasi dan profesional yang berhubungan langsung dengan bisnis kecil.

Chairman ICSB, Hermawan Kartajaya pada Rakernas tersebut melantik pengurus ICSB Yogyakarta. Hermawan mengemukakan ICSB regional sudah terbentuk antara lain di provinsi Jawa Barat, Bangka Belitung, Bali, Banten, Sumatera Utara, Jambi, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Papua dan Sumatera Selatan.

Ia mengatakan akan terus mengembangkan ICSB di tanah air untuk mendorong UKM berperan dalam bisnis global. Karena itu, Hermawan menargetkan ICSB akan masuk semua daerah dengan berkolaborasi bersama empat pilar ICSB.



Sumber: BeritaSatu.com