Pembangunan Rel DDT Cikarang-Manggarai Terkendala Anggaran

Pembangunan Rel DDT Cikarang-Manggarai Terkendala Anggaran
Pekerja menggarap pembangunan proyek Double Double Track (DDT) di Stasiun Manggarai, Jakarta, 2 Oktober 2017. ( Foto: Antara / Bernadeta Victoria )
Mikael Niman / WBP Sabtu, 20 April 2019 | 10:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - ‎Satuan Kerja ‎Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten (BTPWJB) Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengatakan pembangunan rel dwi ganda (double-double track/DDT) Manggarai-Cikarang terkendala anggaran. Meski begitu, secara bertahap program pembangunan tersebut bakal direalisasikan.

"Program kami adalah melakukan peningkatan fasilitas perkeretaapian antara Manggarai hingga Cikarang," kata Humas Satuan Kerja BTPWJB, Danu, Sabtu (‎20/4/2019).

Untuk itu, Satker BTPWJB memulai dengan pembangunan jalur rel ganda baru antara Stasiun Manggarai hingga Stasiun Bekasi. "Tahap pertama, pembangunan jalur rel ganda baru antara Manggarai-Bekasi sepanjang 17 kilometer," tutur Danu.

Selain itu, kata Danu, pihaknya telah merealisasikan modernisasi 12 stasiun di antara Manggarai hingga Cikarang. "Termasuk pembangunan stasiun sentral dan stasiun baru Matraman, pembangunan dipo Cipinang dan elektrifikasi (sistem kelistrikan) antara Stasiun Bekasi hingga Stasiun Cikarang, sepanjang 16 km," imbuh Danu.

Pembangunan tersebut telah dimulai sejak ‎2005 lalu, dan telah dilakukan pengoperasian secara bertahap di antaranya elektrifikasi sepanjang rel Bekasi hingga Cikarang dan sudah dioperasikan pada 2017 lalu.

Modernisasi tiga stasiun yakni Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Cibitung, dan Stasiun Cikarang tahap pertama juga sudah dioperasikan 2017 lalu.

Kemudian, melakukan modernisasi terhadap lima stasiun yakni Stasiun Klender, Stasiun Buaran, Stasiun Klender Baru, Stasiun Cakung, dan Stasiun Kranji. "Kelima stasiun yang telah dimodernisasi ini sudah dioperasikan sejak 2018 lalu dan terbaru, pengoperasian jalur rel DDT antara Jatinegara-Cakung sepanjang 9,5 km sejak 12 April 2019," ucap Danu.

Danu berharap, semua program Satker BTPWJB bisa tuntas secara keseluruhan, termasuk rencana pembangunan rel dwi ganda Manggarai hingga Cikarang, sepanjang 35 km. Paling telat dioperasikan pada 2021 mendatang," pungkas Danu.

DDT ke Cikarang Terkendala Anggaran
‎Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten, Jumardi, ‎mengatakan pembangunan jalur rel dwi ganda hingga ke Cikarang, Kabupaten Bekasi, masih terkendala anggaran. Kementerian Perhubungan belum mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan. "Kami mengusulkan anggaran tersebut setiap tahun namun belum menjadi prioritas," ujar Jumardi.

Menurutnya, saat ini lintasan DDT yang sudah beroperasi adalah lintas Jatinegara-Cakung sepanjang 9,5 km. Selebihnya masih diupayakan untuk pembebasan lahan secara bertahap. "Saat ini kami fokus reaktivasi (pembangunan kembali jalur yang non-aktif) jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan," kata Jumardi.

Jumardi melanjutkan, proyek pembangunan jalur rel diw ganda ini sudah dicanangkan sejak 2002 lalu. Awalnya dibiayai oleh pinjaman dari Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) dengan syarat tanah bebas 100 persen. Namun di tengah perjalanan, pembebasan tanah menemui hambatan sehingga Direktorat Jendral Perkeretaapian (DJKA) membiayai anggaran sejak 2015 lalu.



Sumber: Suara Pembaruan