Pickme.id Berdayakan Ibu-ibu Pengantar Anak

Pickme.id Berdayakan Ibu-ibu Pengantar Anak
Founder dan owner Pickme.id Simon Suryanto (tengah) saat launching beroperasinya bisnis transportasi daring itu di Semarang, Senin (22/4). ( Foto: Suara Pembaruan / Stefy Thenu )
Stefi Thenu / IDS Senin, 22 April 2019 | 15:40 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Antar-jemput daring berlabel Pickme.id meramaikan bisnis transportasi daring di Tanah Air. Dijelaskan, Pickme.id dibuat untuk menjawab problem pemerintah dalam mengatasi kemacetan di kota besar.
Pada waktu jam kerja dan waktu jam sekolah pasti jalanan macet karena semua orang memakai kendaraan masing-masing. Aplikasi ini sudah didaftarkan hak patennya ke Ditjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.

"Pickme dibuat dengan konsep bahwa ibu-ibu yang sering mengantar anaknya berangkat sekolah sendiri dapat memanfaatkan mobilnya untuk mengantar anak-anak lain yang satu arah dengan sekolah anaknya. Aktivitas ibu tetap jalan, dan ibu bisa mendapatkan tambahan uang jajan setiap bulannya," ujar founder dan owner Pickme.id, Simon Suryanto, saat meluncurkan bisnis transportasi daring itu di Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/4).

Pihaknya menyiapkan Pickme Pro untuk antar jemput profesional atau karyawan, serta Pickme School untul antar jemput anak sekolah. Berbeda dengan ojek daring, Pickme.id berbasis langganan bulanan.

"Minimal 5 order per hari, selanjutnya bisa berlangganan bulanan," ujarnya.

Pickme.id menyediakan tiga jenis tarif berdasarkan fasilitas mobil. Pertama, Pro dengan layanan VIP mobil keluaran 5 tahun dari sekarang dan tarif batas bawah Rp 5000 per kilometer. Kedua, Reguler dengan layanan mobil keluaran 7 tahun dari sekarang dan tarif Rp 4000 per kilometer. Ketiga, Ekonomis dengan layanan mobil 10 tahun dari sekarang dan tarif Rp 3000 per kilometer.

Sedangkan untuk School disediakan layanan serupa dengan nama Red, Yellow dan Green.

Keunggulan Pickme.id, kata Simon, adalah keamanan dan harga yang tetap. Untuk Pickme School, semua pengemudi adalah wanita.

"Semua driver sebelum melakukan penjemputan ada appointment dulu untuk bertemu dengan orang tua dan anak di rumah. Jika tidak cocok dengan driver-nya, cancel saja. Apabila orang tua cocok, maka driver yang akan mengantar anak kita tidak berganti-ganti setiap harinya. Karena bulanan, harga juga fixed, tidak berubah-ubah. Selain itu, baik driver dan penumpang diasuransikan," tegasnya.

Peluang ini pun, kata Simon, bisa dimanfaatkan oleh pengemudi ojek online. Mereka dapat juga mengambil jadwal penumpang yang tetap dan pasti setiap harinya. Hasilnya tentu lumayan untuk mengamankan cicilan mobil setiap bulannya. Setelah itu, dia dapat menjalankan applikasi ojek online-nya setelah mengantar atau menjemput penumpang bulanannya.

Bisnis antar-jemput daring itu, menurut Simon, merupakan aplikasi buatan lokal dan pertama di Indonesia.

"Ini merupakan startup karya anak bangsa dan harapannya kelak menjadi kebanggaan Indonesia," ujarnya.

Menurut Simon, bisnis yang dirintis sejak tahun lalu dan beroperasi di awal tahun 2019 ini sudah hadir di lima kota besar, yakni Yogyakarta, Semarang, Jakarta, Bandung, dan Surabaya, dengan 500 mitra pengemudi.

Menurut Simon, PickMe berjalan dengan modal sendiri dan masih 100% perusahaan lokal Indonesia.

"Kami sudah melewati tahap founder, angel investor dan seed dengan modal sendiri. Tapi kami membuka diri untuk investor untuk masuk dan bergabung dengan kami," ujarnya menutup perbincangan.



Sumber: Suara Pembaruan