Potensi Industri Halal Dinilai Menjanjikan

Potensi Industri Halal Dinilai Menjanjikan
Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) digelar di Kuala Lumpur, Malaysia mulai tanggal 4 hingga 7 April. ( Foto: istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 23 April 2019 | 15:47 WIB

Kuala Lumpur, Beritasatu.com - Penyelenggaraan MIHAS (Malaysia International Halal Showcase), berhasil membukukan peningkatan penjualan sebesar 5,7 persen dibanding tahun 2018. Peningkatan penjualan meningkat terutama pada 2 komponen utama program MIHAS, yaitu pameran, dan business matching (INSP).

Baca Juga: Jokowi Resmikan Halal Park di GBK

Trade commisioner Kedutaan Besar Kerajaan Malaysia di Jakarta, Harman, mengatakan, pada program pameran membukukan peningkatan sebesar 8 persen, sementara pada business matching (INSP) menghasilkan peningkatan sebesar 2,2 persen. Angka ini menunjukkan geliat industri halal dunia yang semakin menjanjikan, serta secara khusus mengukuhkan Malaysia sebagai salah satu perintis ekosistem industri halal dari berbagai bidang.

"MIHAS telah berkontribusi secara signifikan pada perkembangan industri halal dunia. Kami mengharapkan MIHAS tak hanya menjadi sebuah pameran industri halal, tetapi lebih dari itu. MIHAS menjadi platform bagi pelaku industri halal seluruh dunia,” ujar Harman dalam keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, Selasa (23/4/2019).

Baca Juga: Wisata Halal Indonesia Dilirik Wisatawan Malaysia

Harman menambahkan, transaksi yang dibukukan mencakup industri makanan dan minuman (F&B), farmasi, manufaktur, konstruksi, industri pengemasan, hingga layanan finansial. Produk utama yang diminati adalah minyak kelapa sawit dan turunannya, disusul dengan makanan jadi.

"Sementara, industri layanan atau service industries seperti pariwisata atau layanan finansial ikut mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya, yaitu sebesar 290 persen. Industri layanan membawa kontribusi sebesar 16 persen dari seluruh transaksi," kata Harman.

Baca Juga: ModernCikande Gandeng 3 Pengembang Cluster Halal Dunia

Harman menjelaskan, negara-negara yang berpartisipasi dalam pameran MIHAS selalu bertambah setiap tahun. Partisipan utama antara lain Indonesia, Filipina, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Belgia, Iran, Prancis, India, Palestina, dan lain-lain. "Tahun ini, MIHAS mendapat kehormatan dengan turut berpartisipasinya Bosnia, Swiss, Kuwait, dan Portugis untuk pertama kalinya," jelas Harman.

Harman menambahkan, menurut laporan dari Thomson Reuter bertajuk 'State of the Global Islamic Economy Report 2018/19' ekonomi Islam secara global bernilai US$ 4,5 triliun, dan diperkirakan tumbuh hingga US$ 6,8 triliun pada 2023. Selain itu, populasi umat muslim dunia juga terus bertambah, menurut data Global Islamic Indicator (GIE) populasi muslim akan bertambah dari 1,8 miliar pada 2017 menjadi 3 miliar pada 2060.

Baca Juga: Halal District Disiapkan Jadi Ekosistem Industri Halal

"Permintaan produk halal juga tidak hanya datang dari kalangan muslim, tetapi juga dari kalangan non-muslim. Produk-produk halal dianggap memiliki kualitas yang sangat baik dan sangat memperhatikan kebersihan," jelas Harman.

Berdasarkan data tersebut, tambah Harman, dapat dikatakan bahwa negara-negara muslim dapat memanfaatkan peluang ekonomi dari industri halal tersebut.

"Potensi industri halal sangat besar. Kami ingin negara-negara muslim semakin memperkuat kerja sama, sebab permintaan pasar terus bertambah dan kita harus dapat memenuhi kebutuhan produk halal,” tutup Harman.



Sumber: BeritaSatu.com