Pasar Sarung Tangan Kesehatan di Negara Berkembang Menjanjikan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pasar Sarung Tangan Kesehatan di Negara Berkembang Menjanjikan

Selasa, 30 April 2019 | 11:42 WIB
Oleh : L Gora Kunjana / AO

Deli Serdang, Beritasatu.com – Indonesia dan beberapa negara di kawasan Asia memiliki tingkat konsumsi sarung tangan kesehatan per kapita yang rendah dibandingkan dengan sebagian negara Eropa. Menurut Ridwan Goh, Direktur Utama PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, tingkat konsumsi di Indonesia tercatat hanya tiga sarung tangan per kapita dan hanya mengalahkan India yang konsumsinya satu sarung tangan per kapita.

“Tingkat konsumsi sarung tangan di Tiongkok masih jauh lebih baik, yaitu empat sarung tangan per kapita. Namun, kita masih kalah dibandingkan dengan Denmark sebagai negara dengan tingkat konsumsi sarung tangan kesehatan terbesar, yaitu 335 sarung tangan per kapita,” kata Ridwan dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Berdasarkan data yang diperoleh dari MARGMA 2019, secara statistik pasar menunjukkan perbedaan besar dalam konsumsi per kapita antara negara maju dan negara berkembang. Negara-negara dengan konsumsi sarung tangan rendah per kapita yang memiliki populasi besar dan pertumbuhan PDB yang tinggi menunjukkan peluang besar untuk pertumbuhan permintaan sarung tangan.

Diperkirakan pertumbuhan konsumsi global akan terus berasal dari peningkatan dari negara-negara berkembang di mana konsumsi per kapita yang ada jauh lebih rendah daripada negara-negara maju.

Lebih jauh Ridwan Goh menyatakan, peluang pasar menguat di beberapa negara berkembang menyusul larangan penggunaan sarung tangan kesehatan berbasis PVC di Tiongkok. Hal ini membuat sarung tangan kesehatan berbahan baku karet dan nitrile memperoleh peluang tumbuh yang lebih besar.

“Pasar yang masih tumbuh antara 8% hingga 10% per tahun dan dalam 15 tahun terakhir berpotensi tumbuh semakin besar akibat bergesernya bahan produksi sarung tangan,” ungkap Ridwan Goh.

Sebagai produsen cetakan sarung tangan kesehatan, informasi pasar ini memberi peluang besar bagi pertumbuhan Perseroan. Tren pertumbuhan yang dicapai setidaknya dalam tiga tahun terakhir akan terus berlanjut.

Ridwan menilai, meskipun konsumsi dalam negeri masih rendah, peluang menjaga pasokan ke pasar ekspor akan menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Indonesia sendiri menurut laporan MARGMA, sudah menjadi sasaran ekspor sarung tangan kesehatan bagi produsen sarung tangan kesehatan (khususnya sarung tangan untuk surgical) di Malaysia, yaitu mencapai 2,5% dari total ekspor sarung tangan surgical. Hal ini menunjukkan konsumsi sarung tangan kesehatan di dalam negeri akan terus meningkat.

Ridwan Goh menambahkan, saat ini Perseroan memiliki beberapa pabrik dengan total kapasitas produksi sebesar 610.000 unit per bulan. Tahun lalu Perseroan telah melakukan investasi untuk pengembangan kapasitas produksi dan diharapkan akan berkontribusi positif mulai 2019.

“Kami sedang dalam proses meningkatkan kapasitas produksi, dimana akan bernilai positif bagi kinerja kami dan tentunya memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi Perseroan,” kata Ridwan.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hong Kong Kingland Tunjuk Totalindo Bangun Kingland Avenue

Kingland Avenue dikembangkan dalam area seluas 2,2 hektar, terdiri dari 5 tower dan satu lifestyle plaza.

EKONOMI | 30 April 2019

Paramount Land Kembali Raih PMSE Award 2019

Penghargaan PMSE Award 2019 tidak lepas dari fokus dan pelayanan yang diberikan Paramount Land kepada konsumen.

EKONOMI | 30 April 2019

Rhenald Kasali: Setiap Kali Membaik, Garuda Selalu Heboh

Setiap kali kondisi keuangan dan kinerja Garuda membaik, hampir dapat dipastikan selalu ada yang mempertanyakan.

EKONOMI | 30 April 2019

Pagi Ini, Rupiah Melemah Tipis ke Rp 14.215/Dolar AS

Rupiah berada di level Rp 14.215 per dolar AS atau terdepresiasi 7 poin (0,05 persen).

EKONOMI | 30 April 2019

SPIL Beri Manfaat Tambahan untuk Pembayaran Digital

“Harapannya, relasi SPIL dapat semakin memanfaatkan keuntungan dan kemudahan dalam menggunakan poin yang telah mereka peroleh."

EKONOMI | 30 April 2019

Sentimen Positif dari AS, IHSG Dibuka Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,3 persen (21,94 poin) ke kisaran 6.447,8.

EKONOMI | 30 April 2019

Pengakuan Pendapatan Dalam Piutang Lazim Dilakukan Korporasi

Laporan keuangan Garuda Indonesia sebenarnya tidak perlu diperdebatkan.

EKONOMI | 30 April 2019

Pendapatan PP Presisi Meningkat 39% Jadi Rp 867 Miliar

Jika ditinjau dari sisi geografis pendapatan terbesar PPRE dikontribusikan oleh wilayah Sumatera seiring pengerjaan bendungan Way Sekampung dan Formwork Batam.

EKONOMI | 30 April 2019

Kuartal I, Pelita Samudera Raih Pendapatan US$ 17,7 Juta

Selain kenaikan tarif angkut, kenaikan pendapatan didorong adanya lini bisnis baru di kapal kargo curah (Mother Vessel) sejak akhir kuartal I 2018 lalu.

EKONOMI | 30 April 2019

Roca Group Resmikan Pabrik Pertama di Indonesia

Roca, perusahaan sanitari global asal Spanyol secara resmi membuka pabrik pertamanya di Indonesia, yang terletak di Cikupa, Tangerang, Banten Senin (29/4).

EKONOMI | 30 April 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS