Revolusi Industri Dorong Perkembangan Koperasi

Revolusi Industri Dorong Perkembangan Koperasi
Ketua Umum Koperasi Pakasaan Matuari Tombulu, Revli Orelius Mandagie, bermain alat musik kolintang dalam acara Kawanua Fair dan seminar bertema "Peran Koperasi Zaman Now di Era Revolusi Industri 4.0" yang digelar di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Kamis, 2 Mei 2019 | 21:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Revolusi industri 4.0 yang terjadi belakangan ini diyakini akan mampu membantu perkembangan koperasi di Indonesia, termasuk di kalangan anak muda atau milenial saat ini. Tidak benar jika kehadiran revolusi industri 4.0 akan membuat koperasi mundur.

"Sebaliknya, dengan revolusi industri 4.0 yang ditandai oleh kemajuan teknologi, akan membuat koperasi semakin maju dan kian dikenal kalangan milenial," ujar Ketua Umum Koperasi Pakasaan Matuari Tombulu, Revli Orelius Mandagie, dalam acara Kawanua Fair dan seminar bertema "Peran Koperasi Zaman Now di Era Revolusi Industri 4.0" yang digelar di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019.

Kawanua Fair dan seminar sebagai rangkaian Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pakasaan Matuari Tombulu itu dihadiri oleh sekitar 600 anak muda dari kalangan pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, dan masyarakat. Hadir pula, Deputi Bidang Kelembagaan Kementeria Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Rully Indrawan, dan Ketua Badan Pengawas Koperasi Pakasaan Matuari Tombulu, Roy Sembel.

Revli melanjutkan, dengan revolusi industri 4.0 yang ditandai kemajuan teknologi, koperasi justru semakin menumbuhkan kebersamaan. Ini bisa terjadi karena saat ini hampir semua masyarakat Indonesia menggunakan media sosial untuk berkomunikasi satu sama lain

"Nah, dengan media sosial itu, bisa kemudian terbentuk komunitas dalam wadah koperasi yang saling bertukar informasi atau produk yang lantas difasilitasi oleh koperasi. Misalnya, kain tenun dan bisnis daring yang lainnya, bisa dijual melalui media sosial tersebut," terangnya.

Karena itu, Revli meyakinkan masyarakat, khususnya anggota koperasi di seluruh daerah Indonesia, agar memanfaatkan media sosial sebagai sarana positif untuk memajukan koperasi secara bersama-sama. Termasuk, kata dia, pada generasi anak muda atau milenial sekarang ini, agar ketika mereka lulus tak lagi memikirkan ingin melamar pekerjaan.

Kalangan milenial, ujar Revli, justru harus memikirkan cara-cara menciptakan lapangan kerja. "Hal itu bisa dilakukan dengan menciptakan industri kecil dan menengah, yang kemudian difasilitasi oleh koperasi, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini," kata Revli.



Sumber: BeritaSatu.com