Toyota: IIMS dan Lebaran Bakal Dorong Penjualan yang Melambat

Toyota: IIMS dan Lebaran Bakal Dorong Penjualan yang Melambat
Booth Toyota di Telkomsel IIMS 2019 ( Foto: istimewa )
Ridho Syukro / FMB Senin, 6 Mei 2019 | 14:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sepanjang April 2019, Penjualan Toyota diperkirakan mencapai angka 29.000 unit. Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan saat ini, pihaknya masih menunggu data pasti namun diproyeksikan penjualan April tahun ini tidak setinggi penjualan April 2018.

Pada April 2018, penjualan Toyota mencapai angka 29.368 unit, sementara perkiraan penjualan April 2019 diperkirakan di kisaran 29.000 unit. Penjualan April 2019 stagnan karena konsumen menahan daya belinya, ditambah ada faktor pemilu.

"Meskipun melambat tetapi Toyota masih menjadi brand terlaris dan terkuat," ujar dia ketika ditemui di IIMS 2019, belum lama ini.

Produk terlaris masih dipegang Avanza karena memang sudah dicintai konsumen. Avanza sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dan tetap merajai segmen MPV. Ia memperkirakan penjualan Toyota akan kembali bangkit pada Mei 2019 karena dampak pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019.

Jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) yang diterima Toyota mengalami kenaikan 50 persen jika dibandingkan IIMS 2018. IIMS 2019 juga bertepatan menjelang Lebaran sehingga berdampak positif pada penjualan Toyota.

"Saya optimistis, kuartal II penjualan Toyota meningkat tajam karena ada IIMS dan Lebaran," ujar dia.

Ia mengatakan Toyota menjadi kendaraan favorit konsumen untuk mudik dan bisa dilihat dari kemacetan yang memang didominasi Avanza. Kehadiran Avanza tidak hanya terlihat di kota besar saja tetapi juga menyebar ke daerah.

Ia berharap Lebaran tahun ini memberikan sinyal positif pada penjualan Toyota. Suryo mengatakan sepanjang kuartal I 2019, penjualan kendaraan memang menurun 13 persen dari 292.000 unit menjadi 253 unit.

Berdasarkan tren dari tahun sebelumnya Kuartal I memang melambat nanti akan naik kembali pada kuartal II.

Kemudian stagnan pada kuartal III dan sedikit membaik di kuartal 4. "Industri otomotif masih dibutuhkan sampai kapanpun," ujar dia. 



Sumber: Investor Daily