Indonesia Jadi Hub Manufaktur Asean

Indonesia Jadi Hub Manufaktur Asean
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mewakili Wakil Presiden memberikan sambutan pada Rapat Kerja Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (Rakernas HIPMI PT) Tahun 2018 di Jakarta, Sabtu (9/12). ( Foto: istimewa )
Harso Kurniawan / HK Rabu, 8 Mei 2019 | 22:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia diyakini mampu menjadi hub manufaktur di tingkat Asean. Hal ini lantaran Indonesia masih menjadi negara tujuan utama untuk investasi, bahkan basis produksi bagi para produsen global untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor.

“Oleh karena itu, pemerintah bertekad untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memberikan kemudahan perizinan usaha dan insentif bagi industri,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Investasi, lanjut dia, dibutuhkan untuk memacu kapasitas produksi di sektor manufaktur. “Kami mengharapkan utilisasi dari kapasitas yang ada terus naik, karena dengan kapasitas yang lebih besar akan bisa mendorong ekspor ke pasar tradisional dan pasar baru yang potensial,” tutur dia.

Pada kuartal I-2019, industri manufaktur memberikan kontribusi sebesar 22,7% dari total nilai investasi yang mencapai Rp 195,1 triliun, yang berasal dari penanaman modal asing maupun dalam negeri. Guna menggenjot investasi di sektor industri, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah memberikan fasilitas insentif fiskal berupa tax holiday.

Selain hub, Menperin optimistis, Indonesia juga bakal jadi pusat manufaktur di kawasan Asia Tenggara. Apalagi, beberapa sektor industri telah memiliki struktur industri yang dalam, mulai dari hulu sampai hilir. Misalnya, industri otomotif, tekstil dan pakaian, makanan dan minuman, logam dasar, dan kimia.

“Dalam waktu dekat, ada beberapa prinsipal otomotif lagi yang bergabung dan akan menjadikan Indonesia sebagai hub manufaktur otomotif di wilayah Asia,” ungkap dia.

Menperin menegaskan, potensi industri otomotif di Indonesia cukup besar, dengan jumlah produksi mobil yang mencapai 1,34 juta unit atau senilai US$13,76 miliar sepanjang tahun 2018. Saat ini, empat perusahaan otomotif besar telah menjadikan Indonesia sebagai rantai pasok global. "Bagi Indonesia, industri manufaktur masih memberikan kontribusi terbesar kepada struktur produk domestik bruto (PDB) hingga 20,07% pada kuartal I-2019. Jumlah tersebut naik dibanding capaian sepanjang tahun 2018 sebesar 19,86%.



Sumber: BeritaSatu.com