Besar, Peluang Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0

Besar, Peluang Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0
Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FBE UAJY). ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Jumat, 10 Mei 2019 | 08:13 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Saat ini dunia sudah memasuki era revolusi industri 4.0, suatu era di mana terjadi otomatisasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik yang mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, hingga komputasi kognitif.

Dunia industri Indonesia harus menyiapkan diri, mulai dari sumber daya manusia, infrastruktur serta teknologi media telekomunikasi, regulasi dari pemerintah yang dapat melindungi industri dalam negeri, hingga menggeser orientasi industri dari manufaktur ke sektor jasa.

Berbagai kesiapan itu wajib untuk terpenuhi, karena peluang bisnis di era revolusi industri 4.0 sangat besar. Hal itu salah satu pembahasan yang akan disampaikan dalam seminar nasional bertema “Melihat Peluang Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0” yang digelar Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FBE UAJY) di Auditorium Kampus 3 Gedung Bonaventura UAJY, Yogyakarta, Jumat (10/5/2019). Seminar akan digelar pukul 13.30 WIB hingga selesai.

“Pengusaha muda sangat berpeluang meraih kesempatan bisnis dalam revolusi industri 4.0, terutama pada sektor-sektor berbasis teknologi digital,” ujar Panitia Pengarah Seminar, Alysius Gunadi Brata dalam pernyataan yang diterima Jumat (10/5/2019).

Dikatakan, pengusaha muda yang bertalenta, kreatif, dan inovatif akan diuntungkan oleh gelombang revolusi industri keempat ini. Pemerintah telah menyiapkan dua subsektor industri unggulan dari lima sektor yang telah ditentukan dalam peta jalan industri 4.0 (Making Indonesia 4.0) yang baru diluncurkan pemerintah, sehingga dapat mendorong industri lainnya.

Dalam Making Indonesia 4.0, pemerintah fokus pada pengembangan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan, yaitu industri makanan dan minuman (mamin), tekstil dan produk tekstil (TPT), otomotif, kimia, serta industri elektonik.

Untuk memperkuat struktur industri nasional, pemerintah menjalankan 10 inisiatif, meliputi perbaikan alur aliran barang dan material, membangun satu peta jalan zona industri yang komprehensif dan lintas industri, serta mengakomodasi standar-standar keberlanjutan.

Pembicara yang hadir dalam seminar yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY itu adalah Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemkeu, Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK DIY, Asteria Diantika, dan Vice President Regional Central Java Gojek, Delly Nugraha. Bertindak selaku moderator adalah Aloysius Gunadi Brata (dosen FBE UAJY).



Sumber: BeritaSatu.com