Mulai 12 Mei 2019 Pukul 00.00 WIB, Tarif Tol Tol Sedyatmo Turun

Mulai 12 Mei 2019 Pukul 00.00 WIB, Tarif Tol Tol Sedyatmo Turun
Polisi melakukan pendataan terhadap kecelakaan yang melibatkan dump truk dengan kendaraan minibus di KM 27 Tol Sedyatmo, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Minggu pagi, 23 Juli 2017. ( Foto: istimewa )
Siprianus Edi Hardum / EHD Minggu, 12 Mei 2019 | 10:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sempat ditunda guna memberikan sosialisasi yang lebih optimal kepada masyarakat, penyesuaian tarif jalan tol pada ruas Jalan Tol Sedyatmo akan diberlakukan pada 12 Mei 2019, pukul 00.00 WIB.

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/5/2019), mengatakan, penyesuaian tarif ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 121/KPTS/M/2019 tanggal 6 Februari 2019 tentang Penyesuaian Tarif Tol Sedyatmo.

Jalan Tol Sedyatmo sepanjang 14.30 km ini merupakan ruas tol yang menghubungkan DKI Jakarta dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ruas tol ini melintasi Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kota Tangerang.

Adapun besaran tarif pada Ruas Jalan Tol Sedyatmo per 12 Mei 2019, pukul 00.00 WIB adalah sebagai berikut:

Gol I : Rp 7.500 - naik dari sebelumnya Rp 7.000

Gol II : Rp 10.000 naik dari sebelumnya Rp 8.500
Gol III : Rp 10.000 masih tetap dengan sebelumnya Rp 10.000

Gol IV : Rp 11.000 turun dari sebelumnya Rp 12.500

Gol V : Rp 11.000 turun dari sebelumnya Rp 15.000

Di luar kenaikan tarif sebesar Rp 500 untuk Gol I dan Rp 1.500 untuk Gol II, tarif tetap untuk Gol III, terdapat penurunan tarif untuk Gol IV dan Gol V.

Heru mengatakan, penurunan sangat signifikan pada tarif angkutan logistik, terutama pada tarif Gol V dan Gol V, merupakan keuntungan yang juga akan dinikmati masyarakat.

Ini menjadi insentif bagi kegiatan produktif di Kawasan Bandara yang sudah tumbuh berkembang menjadi simpul ekonomi wilayah bahkan menjadi kawasan sentra primer bagi Tangerang yang sangat membutuhkan efisiensi waktu, biaya dan jarak.

Penyesuaian tarif tol telah diatur dalam Pasal 48 ayat (3) Undang-undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan PP Nomor 30 Tahun 2017 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.


Berdasarkan regulasi tersebut, evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi.

Untuk memastikan masyarakat menerima informasi dengan baik, Kementerian PUPR bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku operator Jalan Tol Sedyatmo bersinergi untuk melakukan sosialisasi melalui berbagai media komunikasi. Bentuk sosialisasi tersebut dilakukan melalui media cetak, online, elektronik, sosial, luar ruang hingga printing (leaflet).

Selain itu, Kementerian PUPR dan Jasa Marga juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan para Key Opinion Leaders (KOL) dan para stakehokder lainnya, dari unsur seperti : pakar transportasi, pengamat kebijakan publik, pelaku usaha logistik, pengembang kawasan perumahan dan komersial sekitar bandara, operator bus, operator bandara, dan akademisi.

Jasa Marga juga terus melakukan perbaikan guna peningkatan pelayanan kepada pengguna Ruas Jalan Tol Sedyatmo, antara lain mengoperasikan 64 gardu tol, empat titik top-up tunai, dan 18 mobile reader untuk meningkatkan kapasitas layanan transaksi serta mengurangi kepadatan di gerbang tol.

Jasa Marga juga telah melakukan re-allignment serta pelebaran KM 28-30 dan penambahan lajur di Simpang Susun Penjaringan. Perbaikan saluran drainase juga dilakukan sebagai upaya penanganan banjir. Pun, peningkatan kualitas visual dengan lansekap yang lebih baik.

 



Sumber: BeritaSatu.com