Harga Minyak Mentah Dunia Diperkirakan Naik Akibat Ketegangan Geopolitik

Harga Minyak Mentah Dunia Diperkirakan Naik Akibat Ketegangan Geopolitik
Ilustrasi minyak mentah ( Foto: EPA FOTO )
/ FMB Minggu, 12 Mei 2019 | 11:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Harga minyak dunia sedikit melemah untuk pekan yang berakhir 10 Mei, dengan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni turun 0,45 persen dan minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun 0,32 persen.

Pada akhir pekan, WTI turun menjadi 61,66 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent ditutup pada 70,62 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. WTI dan Brent telah meningkat masing-masing 35,79 persen dan 31,26 persen, sepanjang tahun ini.

Selama minggu ini, WTI dan Brent bergerak pada umumnya ke arah yang sama, kecuali Kamis (9/5/2019) dan Jumat (10/5/2019) ketika WTI turun dan minyak mentah Brent naik di tengah tanda-tanda pengetatan pasar energi global dan ketegangan geopolitik.

Pada Senin (6/5/2019), harga minyak mendapat dukungan dari meningkatnya ketegangan geopolitik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran. WTI naik 0,31 dolar AS menjadi menetap pada 62,25 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent naik 0,39 dolar AS menjadi ditutup pada 71,24 dolar AS per barel.

Menyusul keluar dari kesepakatan nuklir Iran pada Mei tahun lalu, pemerintah AS terus meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui serangkaian sanksi-sanksi, yang telah sangat ditentang dan dikritik oleh Teheran.

Harga minyak turun pada Selasa (7/5/2019) karena pelaku pasar semakin khawatir tentang permintaan energi di tengah ketidakpastian perdagangan global. WTI turun 0,85 dolar AS menjadi menetap pada 61,40 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent turun 1,36 dolar AS menjadi ditutup pada 69,88 dolar AS per barel.

Pada Rabu (8/5/2019), harga minyak naik setelah data yang baru dirilis menunjukkan penurunan mengejutkan 4,0 juta barel dalam persediaan minyak mentah AS, menentang perkiraan pasar untuk peningkatan 1,215 juta barel, menyiratkan permintaan yang lebih besar dan bullish untuk harga minyak mentah. WTI naik 0,72 dolar AS menjadi menetap pada 62,12 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent naik 0,49 dolar AS menjadi ditutup pada 70,37 dolar AS per barel.

Pada Kamis (9/5/2019) dan Jumat (10/5/2019), WTI turun 0,42 dolar AS dan 0,04 dolar AS menjadi berakhir di 61,70 dolar AS dan 61,66 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent naik 0,02 dolar AS dan 0,23 dolar AS menjadi ditutup pada 70,39 dolar AS dan 70,62 dolar AS per barel.

Harga minyak terus mendapatkan momentum sejak awal tahun karena beberapa kekhawatiran geopolitik, tetapi momentumnya melambat dalam dua minggu terakhir, terutama karena kekhawatiran atas penurunan permintaan minyak mentah.

Selain itu, kenaikan dolar AS telah menyeret turun minyak mentah berjangka berdenominasi greenback, karena Indeks Dolar AS telah mempertahankan tren kenaikannya dalam beberapa bulan terakhir, meskipun indeks ditutup turun untuk minggu ini di level 97,20.

Indeks Dolar AS adalah ukuran nilai dolar AS relatif terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Minyak sebagian besar diperdagangkan dalam dolar di seluruh dunia dan dolar yang lebih kuat menekan permintaan minyak.

Dalam waktu dekat, pertumbuhan permintaan dan masalah geopolitik adalah faktor penting untuk mempengaruhi harga minyak. OPEC dan Badan Energi Internasional (IEA) percaya bahwa permintaan minyak dunia akan terus naik di tahun-tahun mendatang, meskipun OPEC telah merevisi turun permintaan pertumbuhan pasar minyak dunia.

Dalam minggu mendatang, para analis percaya pemotongan produksi yang sedang berlangsung oleh OPEC dan Rusia, serta sanksi-sanksi AS terhadap Venezuela dan Iran akan terus memainkan peran mereka dalam memperketat pasokan global, yang pada gilirannya akan memberikan dorongan terhadap harga.



Sumber: ANTARA